Bobi Wine Gugat Kemenangan Presiden Yoweri Museveni Dalam Pilpres Uganda 2021 Ke Mahkamah Agung

Pemimpin oposisi Uganda Bobi Wine/Net

Pemimpin oposisi Uganda Bobi Wine mengajukan gugatan ke Mahkamah Agung pada Senin (1/2) waktu setempat, meminta pengadilan membatalkan hasil pemilihan dan menuntut pemilihan ulang.

Wine mengatakan, kemenangan Presiden Yoweri Museveni dalam pemilihan bulan lalu adalah tidak sah berdasarkan sejumlah bukti yang sudah ia kumpulkan.

"Kami menginginkan pembatalan pemilu (dan meminta pemilu ulang). Kami tidak ingin (Museveni) berpartisipasi dalam pemilu mendatang," kata Medard Sseggona, salah satu pengacara Wine, di gedung pengadilan Kampala, seperti dikutip dari AFP, Senin (1/2).

Museveni, mantan pemimpin pemberontak berusia 76 tahun yang telah memerintah sejak 1986, memenangkan masa jabatan keenam dengan 58,6 persen suara. Sementara Wine, penyanyi berusia 38 tahun yang menjadi anggota parlemen, berada di urutan kedua dengan 34,8 persen. Akibat kekalahannya, Wine mengecam pemungutan suara itu sebagai tipuan belaka.

Di bawah konstitusi Wine, yang bernama asli Robert Kyagulanyi, memiliki waktu 15 hari sejak pengumuman hasil oleh komisi pemilihan untuk menantang hasil tersebut.

Mahkamah Agung sekarang harus memutuskan petisi dalam waktu 45 hari ke depan.

Wine mengatakan bahwa dia memiliki banyak bukti kecurangan, termasuk pengisian kotak suara, intimidasi pemilih dan manipulasi hasil di tempat pemungutan suara individu.

Sebaliknya, Museveni justru menyatakan pemilu tahun ini adalah yang terbersih dalam sejarah pasca kemerdekaan Uganda.

Pengadilan Uganda selama bertahun-tahun menuai kritik dari oposisi politik dan beberapa aktivis hak asasi manusia atas dugaan 'putusan partisan' untuk kasus-kasus politik.

Ladislaus Rwakafuuzi, seorang pengacara dan analis hak-hak Uganda, yang menegaskan bahwa pengadilan lebih bermaksud untuk menjaga 'stabilitas'.

"Satu-satunya masalah adalah para hakim," katanya. "Mereka tahu kalau membatalkan pemilu bisa menyebabkan kudeta atau bisa menyebabkan instabilitas. Itu yang mereka takuti."
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Obrolan Bareng Bang Ruslan • Reshuffle Kabinet

Selasa, 13 April 2021
Video

Jendela Usaha • Laris Manis Saat Ramadhan Dengan Olahan Kolang Kaling

Rabu, 14 April 2021
Video

RMOL WORLD VIEW • Apa Kabar Asia Timur?

Rabu, 14 April 2021

Artikel Lainnya

Sambut Delegasi AS, Tsai Ing-wen Beberkan Komitmen Taiwan Jaga Perdamaian Indo-Pasifik
Dunia

Sambut Delegasi AS, Tsai Ing..

15 April 2021 12:12
Komentar Pedas Erdogan Untuk PM Italia Yang Menyebutnya Diktator
Dunia

Komentar Pedas Erdogan Untuk..

15 April 2021 11:52
Perseteruan Rusia-Ukraina: Kapal Perang AS Mundur Dari Laut Hitam
Dunia

Perseteruan Rusia-Ukraina: K..

15 April 2021 11:20
Peringatan China Untuk Barat: Jangan Jadikan Hong Kong Sebagai Pion
Dunia

Peringatan China Untuk Barat..

15 April 2021 11:16
Kontroversi Penyebab Kematian George Floyd, Kehabisan Oksigen Hingga Penyakit  Jantung
Dunia

Kontroversi Penyebab Kematia..

15 April 2021 10:49
Perkuat Sistem Pertahanan Udara, Turki Punya Teknologi Rudal Udara-Ke-Udara Bozdogan
Dunia

Perkuat Sistem Pertahanan Ud..

15 April 2021 10:48
Pasang Badan, AS Akan Bantu Pertahanan Ukraina Lawan Rusia
Dunia

Pasang Badan, AS Akan Bantu ..

15 April 2021 10:23
Dukung Kompetisi Sepak Bola Copa America 2021, Sinovac Sepakat Kirim 50.000 Dosis Vaksin Covid-19
Dunia

Dukung Kompetisi Sepak Bola ..

15 April 2021 10:21