Cerita Sebuah Desa Yang Terbelah Dua Akibat Konflik Nagorno-Karabakh

Desa Taghavard terbelah dua akibat konflik di wilayah Nagorno-Karabakh/Reuters

Gencatan senjata dan perjanjian damai yang terjadi di sebuah wilayah kantung atau enklave yang disebut dengan Nagorno-Karabakh pada November tahun 2020 lalu diapresiasi banyak pihak, utamanya dari Azerbaijan dan sekutu dekatnya, Turki.

Perjanjian damai yang ditengahi oleh Rusia itu menjadi semacam kemenangan tersendiri bagi Azebaijan serta memperkuat pengakuannya atas wilayah Nagorno-Karabakh.

Memang secara intenasional, Nagorno-Karabakh diakui sebagai bagian dari Azerbaijan. Namun wilayah tersebut telah dikendalikan oleh etnis Armenia sejak awal 1990-an, setelah runtuhnya Uni Soviet.

Sejak saat itu, ketegangan antara Armenia dan Azerbaijan kerap terjadi. Puncaknya terjadi pada pertengahan tahun lalu di mana terjadi pertempuran antara militer dari Armenia dan Azerbaijan di Nagorno-Karabakh.

Pertempuran itu berujung pada hilangnya sejumlah nyawa dari kedua belah pihak dan membawa Rusia berdiri di posisi mediator yang mendorong gencatan senjata serta perjanjian damai yang diteken dua pihak yang bertikai pada bulan November lalu.

Salah satu dampak dari perjanjian itu adalah terbelahnya sebuah desa yang bernama Taghavard. Desa ini diketahui membentang sejauh tiga kilometer di sepanjang jalan tidak beraspal menuju pegunungan di Nagorno-Karabakh. Sebelum pertempuran tahun lalu terjadi, desa ini memiliki populasi lebih dari seribu etnis Armenia.

Namun pertempuran dan gencatan senjata menyebabkan desa ini tidak lagi sama seperti sebelumnya. Desa ini menjadi salah satu titik panas alias medan pertempuran pasukan dari dua negara tersebut.

Pasca perjanjian damai, pasukan Azerbaijan mengusai ujung barat desa yang banyak pemukiman. Sedangkan warga lokal etnis Armenia yang tidak melarikan diri dari perang sekarang tinggal di bagian timur desa dan dilindungi oleh unit militer etnis Armenia.

Salah seorang warga setempat etnis Armenia bernama bernama Lenser Gabrielyan berbagi kisahnya dengan Reuters baru-baru ini. Gabrielyan yang merupakan seorang petani mengaku bahwa akibat perang, dia dan keluarganya harus bergeser ke sisi timur desa dan meninggalkan rumah serta tanahnya.

Kini dia hanya bisa memandang dengan sedih ke arah tanahnya di desa Taghavard yang sekarang sudah terputus dari dia akibat perjanjian damai tersebut.

“Saya dulu bertani. Tapi hampir semua tanah dikuasai Azerbaijan. Tidak ada traktor tersisa di sini, semua peralatan ada di tangan pihak Azeri," ujar pria 65 tahun itu.

Kini dia dan banyak warga etnis Armenia lain, berjuang untuk kembali menata hidup. Pasalnya, ladang tempat ternak dulu merumput dan hutan terdekat, tempat mereka biasa memotong kayu bakar, berada di bawah kendali pasukan Azerbaijan.

Sebelum pertempuran tahun lalu terjadi, dia memelihara domba dan babi. Namun ternaknya hilang saat desa tersebut menjadi medan pertempuran dua pasukan negara yang bertetangga itu.

“Saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan. Semuanya hancur," ujarnya.

Bukan hanya itu, sebelum konflik berkecamuk, warga desa juga menikmati air mengalir ke rumah mereka dari sumur yang terletak di bagian atas desa. Namun akses itu sekarang telah hilang.

Kolom Komentar


Video

Ketika Anies Baswedan Mempengaruhi Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB)

Minggu, 18 April 2021
Video

RMOL World View • Antara AS, Iran Dan Israel

Senin, 19 April 2021
Video

Rekaman CCTV Anggota Brimob Tewas Dikeroyok

Senin, 19 April 2021

Artikel Lainnya

Beijing: Invasi Jepang Ciptakan Malapetaka Besar Bagi Negara-negara Asia, Terutama China
Dunia

Beijing: Invasi Jepang Cipta..

20 April 2021 06:22
Hadiri World Tour Contact-Free, Dubes Umar Hadi: Jangan Hanyut Dengan Corona Blues
Dunia

Hadiri World Tour Contact-Fr..

20 April 2021 04:43
Annalena Baerbock, Kandidat Kuat Pengganti Angela Merkel Di Kursi Kanselir Jerman
Dunia

Annalena Baerbock, Kandidat ..

19 April 2021 23:21
PM Pakistan Ajak Negara Mayoritas Muslim Satu Suara Untuk Kriminalisasi Penistaan Terhadap Islam
Dunia

PM Pakistan Ajak Negara Mayo..

19 April 2021 22:53
Uni Eropa Jatuhkan Sanksi Segar, 10 Pejabat Junta Militer Dan 2 Perusahaan Myanmar Jadi Target
Dunia

Uni Eropa Jatuhkan Sanksi Se..

19 April 2021 21:55
Akhirnya Rusia Pindahkan Alexei Navalny Ke Rumah Sakit
Dunia

Akhirnya Rusia Pindahkan Ale..

19 April 2021 20:30
Gembong Primadjaja Akan Bantu Maksimal Alumni ITB Yang Ditangkap Polisi Korea Selatan
Dunia

Gembong Primadjaja Akan Bant..

19 April 2021 19:36
Polisi Korea Selatan Tangkap Alumni ITB, Tersangkut Kasus Transaksi Elektronik
Dunia

Polisi Korea Selatan Tangkap..

19 April 2021 19:19