Situasi Makin Tak Terkendali, Pakar Kesehatan Prancis Sarankan Lockdown Nasional Ketiga

Perdana Menteri Jean Castex/Net

Ahli kesehatan dan kepala rumah sakit Prancis yang kewalahan dengan bertambahnya pasien Covid-19, menyerukan agar negara itu kembali melakukan penguncian nasional baru. Upaya untuk menahan laju pandemi yang semakin mengkhawatirkan perlu diperketat lagi.

Frederic Valletoux, pimpinan Federasi Rumah Sakit Prancis (FHF), yang juga walikota Fontainebleau di selatan Paris, mengatakan kepada LCI TV, bahwa situasi di rumah sakit tempatnya itu masih terkendali untuk saat ini, tetapi lain halnya dengan yang terjadi di banyak daerah lainnya di mana situasi akibat pandemi masih sangat 'sangat tegang'.

Bruno Riou, kepala tim krisis rumah sakit AP-HP Paris, pada hari Jumat (5/2) memperingatkan bahwa rumah sakit dan unit perawatan intensif yang paling terpukul oleh Covid-19 perlu mulai menunda beberapa prosedur lain.

Peringatan keduanya datang sehari setelah Perdana Menteri Jean Castex mengatakan bahwa situasi Covid-19 di Prancis memang rapuh, tetapi dia tidak membenarkan penguncian baru saat ini.

Castex mengatakan tingkat infeksi tidak akan menurun secara drastis sekalipun diberlakukan lockdown.

"Kita harus tetap berpegang pada pembatasan yang sudah kita miliki, tetapi situasi hari ini tidak membenarkan penguncian nasional yang baru," katanya dalam konferensi pers, seperti dikutip dari AFP, Jumat (5/2).

Kata-katanya bertentangan dengan pandangan yang disuarakan oleh beberapa petugas medis Prancis terkemuka.

Kepala penyakit menular di rumah sakit Saint Antoine di Paris pada hari Jumat mengatakan langkah-langkah baru untuk mengekang penyebaran infeksi "tak terhindarkan".

"Kami masih berada di dataran tinggi di Prancis. Dan untuk menurunkannya, langkah-langkah pembatasan baru tidak akan terhindarkan," kata Karine Lacombe kepada radio France Inter.

Prancis memberlakukan dua penguncian nasional tahun lalu dan saat ini memiliki salah satu jam malam paling ketat di dunia, mulai dari jam 6 sore hingga 6 pagi.

Dalam konferensi persnya, Castex mengatakan pengetatan progresif negara itu memungkinkannya menjaga ekonomi lebih terbuka daripada yang bisa dilakukan beberapa negara tetangga.

Namun dia memperingatkan tidak boleh ada jeda dan meminta perusahaan untuk memberlakukan lebih banyak kerja jarak jauh dari rumah.

“Jika memungkinkan, bekerja dari rumah lebih baik," ujarnya.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

RMOL WORLD VIEW • Palestina Tidak Pernah Sendiri

Rabu, 02 Juni 2021
Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Membaca Anggaran Alutsista Rp 1,7 Kuadriliun

Kamis, 03 Juni 2021
Video

Tak Berizin dan Undang Ratusan Orang, Hajatan Khitan di Semarang Dibubarkan

Senin, 07 Juni 2021

Artikel Lainnya

Presiden Tsai Ing-wen: Vaksinasi Covid-19 Untuk Masyarakat Umum Taiwan Dimulai Juli 2021
Dunia

Presiden Tsai Ing-wen: Vaksi..

12 Juni 2021 16:47
Tidak Masalah Disebut Pembunuh, Vladimir Putin: Joe Biden Lebih Mudah Diprediksi Dibanding Donald Trump Yang Penuh Warna
Dunia

Tidak Masalah Disebut Pembun..

12 Juni 2021 16:24
Wabah Baru Covid-19 Guangdong China Kebanyakan Menyerang Lansia Dan Anak, 80 Persen Alami Demam
Dunia

Wabah Baru Covid-19 Guangdon..

12 Juni 2021 15:36
Mali Umumkan Pemerintahan Baru, Peran Kunci Masih Dipegang Tokoh Militer
Dunia

Mali Umumkan Pemerintahan Ba..

12 Juni 2021 15:22
China Dan Langkahnya Yang Salah Di Eropa Tengah Dan Timur
Dunia

China Dan Langkahnya Yang Sa..

12 Juni 2021 15:09
Untuk Yang Ketiga Kali Keluarga Pilot Rusia Mengirimkan Surat Permohonan Ampunan Kepada Gedung Putih
Dunia

Untuk Yang Ketiga Kali Kelua..

12 Juni 2021 13:39
Diprotes China Karena Sebut Taiwan Sebagai Negara, Tokyo Pastikan Hubungan Jepang-Taiwan Bersifat Tidak Resmi
Dunia

Diprotes China Karena Sebut ..

12 Juni 2021 12:55
Mantan Pendeta Katolik AS Richard Daschbach Diadili Di Timor Leste, Terancam Hukuman 20 Tahun Penjara
Dunia

Mantan Pendeta Katolik AS Ri..

12 Juni 2021 12:14