Gletser India, Tim Penyelamat Fokuskan Pencarian 37 Pekerja Yang Terjebak Di Terowongan

Tim penyelamat pecahnya gletser India/Net

Tim penyelamat di India utara terus berjibaku menyelamatkan sekitar tiga lusin pekerja pembangkit listrik yang terperangkap di terowongan, pasca pecahnya gletser Himalaya.

Hingga Senin (8/2) tercatat 20 orang tewas, sementara 165 orang lainnya hilang dan belum ditemukan.

Lebih dari 2.000 anggota militer, kelompok paramiliter dan polisi telah dilibatkan dalam operasi pencarian dan penyelamatan di negara bagian utara Uttarakhand setelah banjir hari Minggu (7/2), yang menghancurkan satu bendungan, merusak, dan menyapu rumah-rumah di hilir.

Para pejabat mengatakan, kini mereka tengah berfokus pada penyelamatan 37 pekerja yang terjebak di dalam terowongan di salah satu pembangkit listrik tenaga air yang terkena dampak.

Mereka menggunakan alat berat untuk membantu membersihkan jalan melalui terowongan sepanjang 2,5 kilometer dan menjangkau para pekerja, yang tidak dapat dihubungi sejak banjir.

“Terowongan itu penuh dengan puing-puing yang berasal dari sungai. Kami menggunakan mesin untuk membersihkan jalan," kata H. Gurung, pejabat senior paramiliter Polisi Perbatasan Indo Tibet, seperti dikutip dari AP, Senin (8/2).

Pihak berwenang khawatir jumlah korban sebenarnya lebih banyak, dan pencarian korban terus di lakukan  di hilir menggunakan perahu. Mereka juga berjalan di sepanjang tepi sungai dan menggunakan teropong untuk memindai mayat yang mungkin tersapu arus sungai.

Banjir tersebut terjadi ketika sebagian dari gletser Nanda Devi pecah pada Minggu (7/2) pagi, melepaskan air yang terperangkap di belakangnya. Banyak ahli mengaitkan bencana tersebut dengan pemanasan global. Tim ilmuwan juga diterbangkan ke situs tersebut pada hari Senin untuk menyelidiki apa yang terjadi.

Air banjir mengalir deras menuruni gunung dan ke badan air lainnya, memaksa banyak desa dievakuasi di sepanjang tepi sungai Alaknanda dan Dhauliganga. Video menunjukkan banjir berlumpur mengalir melalui lembah dan melonjak ke dalam bendungan, memecahnya menjadi beberapa bagian dengan sedikit perlawanan sebelum menderu ke hilir.  

"Sebuah pembangkit listrik tenaga air di Alaknanda hancur, dan sebuah pabrik yang sedang dibangun di Dhauliganga rusak," kata Vivek Pandey, juru bicara Polisi Perbatasan Indo Tibet.

Pandey mengatakan bahwa 165 pekerja di dua pabrik, tidak termasuk mereka yang terperangkap di terowongan, hilang dan setidaknya 20 mayat ditemukan.

“Jumlah orang hilang bisa saja bertambah," kata SA Murugesan.

Salah satu pekerja yang berhasil diselamatkan, Rakesh Bhatt, mengatakan kepada Associated Press mengisahkan bahwa mereka sedang bekerja di terowongan ketika air mengalir masuk.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Jendela Usaha • Peluang Budidaya Ubi Jalar

Rabu, 24 Februari 2021
Video

Gunung Gede Pangrango kembali terlihat lagi dari Kota Jakarta

Rabu, 24 Februari 2021
Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Melacak Tokoh Potensial 2024

Kamis, 25 Februari 2021

Artikel Lainnya

Presiden Ghana: Disuntik Vaksin Tidak Akan Mengubah DNA Anda Atau Menyebabkan Kemandulan
Dunia

Presiden Ghana: Disuntik Vak..

02 Maret 2021 18:08
Bantu Bos Nissan Kabur, Dua Warga AS Tiba Di Jepang Untuk Diadili
Dunia

Bantu Bos Nissan Kabur, Dua ..

02 Maret 2021 17:34
Gara-gara Nanas, Perang Kata  Taiwan-China Makin Memanas
Dunia

Gara-gara Nanas, Perang Kata..

02 Maret 2021 17:17
IAEA Temukan Berbagai Bukti Pembangunan Nuklir Korea Utara
Dunia

IAEA Temukan Berbagai Bukti ..

02 Maret 2021 15:23
Dapat Bantuan Vaksin Tambahan Dari China, Presiden Zimbabwe: Terima Kasih, Xi Jinping
Dunia

Dapat Bantuan Vaksin Tambaha..

02 Maret 2021 15:02
Divonis 3 Tahun Penjara Karena Korupsi, Eks Presiden Prancis Siap Ajukan Banding
Dunia

Divonis 3 Tahun Penjara Kare..

02 Maret 2021 14:57
Tanggapi Dominic Raab, China Tegaskan Dakwaan Terhadap 47 Aktivis Hong Kong Sejalan Dengan Hukum
Dunia

Tanggapi Dominic Raab, China..

02 Maret 2021 14:40
Kolombia Jadi Negara Pertama Di Amerika Latin Yang Dapat Vaksin Lewat Skema COVAX
Dunia

Kolombia Jadi Negara Pertama..

02 Maret 2021 14:26