Ratusan Kendaraan Bahan Bakar Meledak Di Perbatasan Afghanistan-Iran, 60 Orang Terluka

Ledakan hebat di perbatasan Afghanistan dan Iran/Net

Ledakan hebat yang terjadi di Afghanistan dekat perbatasan Iran membuat sedikitnya 60 orang terluka dan pasokan listrik terganggu.

Laporan awal menyebut kobaran api muncul setelah kapal tanker gas meledak. Akibatnya ratusan kendaraan bahan bakar meledak yang membuat kobaran api menghancurkan pos bea cukai.

Meski begitu, para pejabat mengatakan penyebab kebakaran masih belum jelas.

Dilaporkan AP, otoritas Iran mengirim 20 mobil pemadam kebakaran dan 21 ambulans ke perbatasan. Sementara sejumlah penduduk setempat berhasil mengendalikan api di kota perbatasan Islam Qala.

Gubernur provinsi barat Herat, Waheed Qatali mengatakan pihak berwenang Iran dan personel yang dipimpin NATO di Afghanistan telah dimintai bantuan untuk memadamkan api.

Di Herat, kobaran api merusak infrastrktur yang membuat sebagian besar listrik padam.

Dari gambar-gambar di televisi, asap hitam tebal dan api membumbung tinggi di udara di sekitar tempat kejadian.

Pada Sabtu malam, kantor berita negara Iran IRNA mengutip jurubicara gubernur Herat, Jilani Farhad melaporkan api sudah dapat dikendalikan, tetapi sekitar 500 kendaraan telah terbakar.

Sebelumnya, petugas penyelamat dan pasukan keamanan Afghanistan memindahkan ratusan tanker bahan bakar dan gas dari daerah itu.

Seorang pejabat perdagangan Iran, Hossein Akhundzadeh mengatakan lebih dari 300 kendaraan membawa gas, diesel, dan bensin meledak.

"Tidak diketahui apakah pengemudi bisa melarikan diri atau tidak," ujarnya.

Jurubicara perusahaan distribusi listrik Da Afghanistan Breshna Sherkat, Wahid Tawhidi mengatakan 100 megawatt listrik yang diimpor dari Iran ke provinsi erat telah diputus karena dua tiang terbakar.

Kepala Kamar Dagang dan Industri Herat, Younus Qazizada, mengatakan kobaran api telah menyebabkan kerugian jutaan dolar.

"Investigasi awal menunjukkan bahwa sejauh ini lebih dari 50 juta dolar AS kerusakan disebabkan oleh kebakaran," katanya.

Kolom Komentar


Video

Jendela Usaha • Peluang Budidaya Ubi Jalar

Rabu, 24 Februari 2021
Video

Gunung Gede Pangrango kembali terlihat lagi dari Kota Jakarta

Rabu, 24 Februari 2021
Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Melacak Tokoh Potensial 2024

Kamis, 25 Februari 2021

Artikel Lainnya

Presiden Ghana: Disuntik Vaksin Tidak Akan Mengubah DNA Anda Atau Menyebabkan Kemandulan
Dunia

Presiden Ghana: Disuntik Vak..

02 Maret 2021 18:08
Bantu Bos Nissan Kabur, Dua Warga AS Tiba Di Jepang Untuk Diadili
Dunia

Bantu Bos Nissan Kabur, Dua ..

02 Maret 2021 17:34
Gara-gara Nanas, Perang Kata  Taiwan-China Makin Memanas
Dunia

Gara-gara Nanas, Perang Kata..

02 Maret 2021 17:17
IAEA Temukan Berbagai Bukti Pembangunan Nuklir Korea Utara
Dunia

IAEA Temukan Berbagai Bukti ..

02 Maret 2021 15:23
Dapat Bantuan Vaksin Tambahan Dari China, Presiden Zimbabwe: Terima Kasih, Xi Jinping
Dunia

Dapat Bantuan Vaksin Tambaha..

02 Maret 2021 15:02
Divonis 3 Tahun Penjara Karena Korupsi, Eks Presiden Prancis Siap Ajukan Banding
Dunia

Divonis 3 Tahun Penjara Kare..

02 Maret 2021 14:57
Tanggapi Dominic Raab, China Tegaskan Dakwaan Terhadap 47 Aktivis Hong Kong Sejalan Dengan Hukum
Dunia

Tanggapi Dominic Raab, China..

02 Maret 2021 14:40
Kolombia Jadi Negara Pertama Di Amerika Latin Yang Dapat Vaksin Lewat Skema COVAX
Dunia

Kolombia Jadi Negara Pertama..

02 Maret 2021 14:26