China Tarik Mundur Pasukkannya Dari Perbatasan India, Pakar: Ketulusan Beijing Untuk Perdamaian

Pasukan di perbatasan Ladakh, dataran tinggi Himalaya/Net

Sejumlah pakar China menyambut baik penarikan besar-besaran pasukan India dan China dari perbatasan dari wilayah danau Pangong di dataran tinggi Himalaya, Kamis pekan kemarin. Mereka mengatakan hal itu sekaligus menunjukkan ketulusan Beijing untuk perdamaian dan stabilitas perbatasan.

Para ahli juga memuji pelepasan dan penarikan pasukan tersebut sebagai terobosan utama yang akan meredakan ketegangan di perbatasan dan mudah-mudahan mengarah pada perdamaian dan stabilitas dalam jangka pendek hingga menengah, seperti dikutip dari Global Times, Senin (15/2).

Selain itu, penarikan pasukan serentak juga menunjukkan kemampuan pertahanan China yang semakin meningkat.

The Hindustan Times dalam laporannya pada Jumat (12/2) mengatakan, bahwa Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA) telah menarik lebih dari 200 tank tempur utama dari tepi selatan Danau Pangong dan telah menempatkan tidak kurang dari 100 kendaraan berat untuk mengangkut pasukannya dari tepi utara ke sektor Srijap, di wilayah timur Finger 8.

Laporan itu juga mengatakan bahwa kecepatan penarikan pasukan Tiongkok sebenarnya telah mengejutkan petinggi militer India dan perencana keamanan nasional negara tersebut.

Sementara, pakar China mengatakan jumlah tank dan kendaraan berat yang dilaporkan oleh media India mungkin tidak akurat, tetapi penarikan itu mencerminkan bahwa Beijing tulus dalam melanjutkan perdamaian dan stabilitas di sepanjang perbatasan.

Salah satu pengamat di Institut Strategi Nasional di Universitas Tsinghua, Qian Feng, mengatakan bahwa ‘pelepasan serentak’ pasukan kedua negara, akan memakan waktu sekitar dua minggu. Namun, dia memperingatkan bahwa kemungkinan akan ada sedikit penundaan yang dilakukan pasukan India, dengan menggunakan ‘alasan teknis’, dan itu tidak bisa dipahami.

Qian mengatakan bahwa pelepasan tentara China dan India adalah implementasi konkret dari konsensus politik yang dicapai oleh otoritas tingkat tinggi dan para jenderal garis depan. Tentara India tidak mungkin membalikkan keadaan pada pelepasan tersebut.

Namun, ia mencatat bahwa dalam praktiknya, pelepasan antara kedua pasukan adalah masalah yang sangat kompleks. Pelaksanaan sebenarnya harus bergantung pada pasukan garis depan.

"Kedua pihak akan saling memantau proses pelepasan, dan memastikan mereka berdua mematuhi kesepakatan," ujarnya.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Jendela Usaha • Peluang Budidaya Ubi Jalar

Rabu, 24 Februari 2021
Video

Gunung Gede Pangrango kembali terlihat lagi dari Kota Jakarta

Rabu, 24 Februari 2021
Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Melacak Tokoh Potensial 2024

Kamis, 25 Februari 2021

Artikel Lainnya

Wujudkan Program COVAX, WHO Distribusikan 20 Juta Dosis Vaksin Covid-19 Untuk 20 Negara
Dunia

Wujudkan Program COVAX, WHO ..

06 Maret 2021 11:23
Penasihat Politik Nasional: China Harus Waspadai Penyebaran Strain Mutan Virus Corona
Dunia

Penasihat Politik Nasional: ..

06 Maret 2021 10:19
Pasca Kerusuhan Penjara, Menteri Dalam Negeri Ekuador Patricio Pazmino Mengundurkan Diri
Dunia

Pasca Kerusuhan Penjara, Men..

06 Maret 2021 10:12
Donald Trump Kembali Hadapi Gugatan Terkait Kerusuhan Capitol
Dunia

Donald Trump Kembali Hadapi ..

06 Maret 2021 09:57
Belarusia Dan 70 Negara Dukung China Terkait Kebijakan Satu Negara Dua Sistem Di Hong Kong
Dunia

Belarusia Dan 70 Negara Duku..

06 Maret 2021 08:36
Bom Mobil Meledak Dekat Restoran Di Mogadishu
Dunia

Bom Mobil Meledak Dekat Rest..

06 Maret 2021 08:20
Dua Warga Sipil Termasuk Anak-anak Jadi Korban Serangan Drone Milisi Houthi Di Arab Saudi
Dunia

Dua Warga Sipil Termasuk Ana..

06 Maret 2021 08:09
Presiden Erdogan Ikut Shalatkan 11 Tentara Turki Yang Gugur Dalam Kecelakaan Helikopter
Dunia

Presiden Erdogan Ikut Shalat..

06 Maret 2021 07:35