Setelah Kecam Trump, Anggota DPR Dari Partai Republik Ini Dimusuhi Keluarga Besarnya

Adam Kinzinger, anggota DPR dari Partai Republik/Net

Apa yang menimpa senator republikan ini sungguh dramatis. Setelah ia mengecam dengan keras Donald Trump terkait peristiwa Capitol Hill, bukannya dukungan yang ia dapatkan melainkan serangan balik dari teman-temannya di partai dan juga keluarganya sendiri. Beberapa bahkan tidak lagi mau mengakuinya sebagai keluarga.

Dua hari setelah Adam Kinzinger mengajukan pemakzulan Trump dari jabatannya, 11 anggota keluarganya mengiriminya surat sepanjang dua halaman dengan tulisan tangan, mengatakan dia bersekongkol dengan 'tentara iblis' untuk mengacaukan suasana dan mengasingkan Trump.

“Ya ampun, betapa mengecewakannya Anda bagi kami dan bagi Tuhan!” tulis keluarganya, sepertidikutip CNN, Senin (15/2).
“Kamu telah mempermalukan nama keluarga Kinzinger!”
"Sangat memalukan bagi kami bahwa kami berhubungan dengan Anda," lanjut surat tertanggal 8 Januari, taklama  setelah Kinzinger menyerukan agar Amandemen ke-25 digunakan untuk menggulingkan Trump dari jabatannya.

Karen Otto, penulis surat, adalah sepupu Kinzinger. Dengan biaya 7 dolar AS ia mengirimkan surat itu kepada ayah Kinzinger dan memastikan anggota kongres melihatnya. Otto juga mengirim salinan ke Partai Republik di seluruh Illinois, termasuk anggota delegasi kongres negara bagian lainnya

"Saya ingin Adam dijauhi," katanya dalam sebuah wawancara.

Dikecam oleh partainya dan dijauhi oleh anggota keluarga, Kinzinger, seorang anggota kongres enam periode Illinois, yang mendesak Partai Republik untuk meninggalkan Donald Trump, telah mempertaruhkan karier politiknya. Tidak itu saja, dia juga kehilangan hubungan profesional an kekerabatannya dengan keluarga besar.

Kinzinger adalah satu dari 10 Republikan yang bergabung dengan semua anggota DPR Demokrat dalam pemungutan suara untuk mendakwa Trump bulan lalu dengan tuduhan 'menghasut pemberontakan' sehubungan dengan perannya dalam mendorong kerusuhan di Capitol AS.

Namun, Kiniznger mengatakan kepada New York Times bahwa anggota keluarga yang menandatangani surat tersebut mengalami 'pencucian otak' dari gereja konservatif yang telah menyesatkan mereka.

"Saya tidak menentang mereka," katanya kepada surat kabar itu, "Tetapi saya juga tidak memiliki keinginan untuk memperbaiki kejadian ini. Itu 100 persen hak mereka untuk melakukan apa pun, dan sejujurnya, saya tidak peduli apakah yng akan mereka lakukan."
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Ketika Anies Baswedan Mempengaruhi Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB)

Minggu, 18 April 2021
Video

RMOL World View • Antara AS, Iran Dan Israel

Senin, 19 April 2021
Video

Rekaman CCTV Anggota Brimob Tewas Dikeroyok

Senin, 19 April 2021

Artikel Lainnya

Beijing: Invasi Jepang Ciptakan Malapetaka Besar Bagi Negara-negara Asia, Terutama China
Dunia

Beijing: Invasi Jepang Cipta..

20 April 2021 06:22
Hadiri World Tour Contact-Free, Dubes Umar Hadi: Jangan Hanyut Dengan Corona Blues
Dunia

Hadiri World Tour Contact-Fr..

20 April 2021 04:43
Annalena Baerbock, Kandidat Kuat Pengganti Angela Merkel Di Kursi Kanselir Jerman
Dunia

Annalena Baerbock, Kandidat ..

19 April 2021 23:21
PM Pakistan Ajak Negara Mayoritas Muslim Satu Suara Untuk Kriminalisasi Penistaan Terhadap Islam
Dunia

PM Pakistan Ajak Negara Mayo..

19 April 2021 22:53
Uni Eropa Jatuhkan Sanksi Segar, 10 Pejabat Junta Militer Dan 2 Perusahaan Myanmar Jadi Target
Dunia

Uni Eropa Jatuhkan Sanksi Se..

19 April 2021 21:55
Akhirnya Rusia Pindahkan Alexei Navalny Ke Rumah Sakit
Dunia

Akhirnya Rusia Pindahkan Ale..

19 April 2021 20:30
Gembong Primadjaja Akan Bantu Maksimal Alumni ITB Yang Ditangkap Polisi Korea Selatan
Dunia

Gembong Primadjaja Akan Bant..

19 April 2021 19:36
Polisi Korea Selatan Tangkap Alumni ITB, Tersangkut Kasus Transaksi Elektronik
Dunia

Polisi Korea Selatan Tangkap..

19 April 2021 19:19