Tanggapi Serangan Roket, PM Mustafa al-Kadhimi: Irak Tidak Akan Berubah Menjadi Zona Konflik

Perdana Menteri Irak Mustafa al-Kadhimi/Net

Perdana Menteri Irak Mustafa al-Kadhimi mengatakan bahwa pihak berwenang telah bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk menyelidiki serangan mematikan di wilayah Erbil yang terjadi pada Senin (15/2) malam waktu setempat.

Hal itu disampaikan Al-Kadhimi dalam sebuah pernyataan pada Rabu (16/2). Dalam pernyataannya dia juga menyebut insiden di Erbil merupakan serangan teroris yang sengaja ingin menciptakan kekacauan.

"Tindakan teroris yang menargetkan wilayah Kurdistan bertujuan untuk menciptakan kekacauan," ujar perdana menteri seperti dilaporkan Al-Arabiya, Selasa (16/2).

"Pemerintah Irak bertekad untuk memastikan bahwa situasi di kawasan itu bebas konflik dan Irak tidak akan berubah menjadi zona konflik," katanya.

Setidaknya tiga roket mendarat di dekat Bandara Internasional Erbil, menurut laporan Reuters.  Beberapa ledakan keras dilaporkan terdengar di tempat kejadian dan kebakaran terjadi di dekat bandara.

Kelompok Saraya Awliya al-Dam, mengklaim berada di balik serangan tersebut, dikatakan mereka menargetkan "pendudukan Amerika" di Irak. Para pejabat Irak mengatakan kelompok itu terkait dengan Iran.  

Beberapa kelompok yang memiliki hubungan dengan rezim Iran telah mengklaim serangkaian serangan roket dan bom pinggir jalan terhadap pasukan koalisi, kontraktor yang bekerja untuk koalisi dan instalasi AS - termasuk kedutaan besar di Baghdad - dalam beberapa bulan terakhir.

Sementara Iran telah membantah kaitan apa pun dengan serangan itu.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Rekaman CCTV Anggota Brimob Tewas Dikeroyok

Senin, 19 April 2021
Video

Obrolan Bareng Bang Ruslan • Reshuffle Kabinet Dan Koalisi 2024

Selasa, 20 April 2021
Video

Rekaman CCTV Kecelakaan Di Cileungsi, Mobil Box Parkir Ditabrak Mobil Box

Selasa, 20 April 2021

Artikel Lainnya

Ketegangan Meningkat, Zelensky Tantang Putin Bertemu Di Donbas
Dunia

Ketegangan Meningkat, Zelens..

21 April 2021 11:56
Jadi Korban Penipuan Telepon, Lansia Hong Kong Rugi Rp 465 Miliar
Dunia

Jadi Korban Penipuan Telepon..

21 April 2021 11:37
Letusan La Soufriere Berdampak Parah, PBB Galang Dana Bantuan
Dunia

Letusan La Soufriere Berdamp..

21 April 2021 10:56
Dikritik Lambat Lakukan Vaksinasi, PM Thailand: Kami Tidak Ingin Membahayakan Rakyat
Dunia

Dikritik Lambat Lakukan Vaks..

21 April 2021 10:43
Duta Besar Belize Untuk Taiwan Candice Pitts Serahkan Surat Kuasa Pada Presiden Tsai Ing-wen
Dunia

Duta Besar Belize Untuk Taiw..

21 April 2021 10:31
Ukraina: Rusia Akan Mengerahkan 120 Ribu Pasukannya Ke Perbatasan
Dunia

Ukraina: Rusia Akan Mengerah..

21 April 2021 10:22
Pendukung Alexei Navalny Siapkan Aksi Protes Selama Pidato Nasional Vladimir Putin
Dunia

Pendukung Alexei Navalny Sia..

21 April 2021 09:51
Rwanda: Prancis Terlibat Dalam Genosida 1994
Dunia

Rwanda: Prancis Terlibat Dal..

21 April 2021 09:32