Prihatin, Kanada Jajaki Penerapan Kata Genosida Pada Pelanggaran HAM Uighur

Unjuk rasa yang dilakukan komunitas Uighur di Turki pada Oktober 2020/AP-Emrah Gurel

Perselisihan antara Kanada dan China tampaknya akan semakin panjang dengan langkah Otawa yang mempertimbangkan melabeli kekerasan di Xinjiang terhadap minoritas Uighur sebagai genosida.

Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau dalam konferensi pers pada Selasa (16/2) mengatakan "genosida" merupakan kata yang harus dipertimbangkan dalam kasus Uighur.

Menurut Trudeau, adanya pelanggaran hak asasi manusia yang signifikan di Xinjiang tidak perlu ragukan. Komunitas internasional, termasuk Kanada, tengah mengawasi situasi tersebut dengan hati-hati.

"Kami sangat prihatin tentang itu dan telah menyoroti keprihatinan kami berkali-kali. Tetapi ketika sampai pada penerapan kata 'genosida' yang sangat spesifik, kami hanya perlu memastikan... sebelum keputusan seperti itu dibuat," terangnya, seperti dikutip AFP.

Bulan lalu, pemerintahan mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan bahwa penahanan minoritas Muslim di Xinjiang sama dengan genosida dan kejahatan terhadap kemanusiaan.

"Kami menyaksikan upaya sistematis untuk menghancurkan Uighur oleh negara partai China," ujar mantan Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo ketika itu.

Setelah Trump lengser, pemerintahan Presiden Joe Biden memiliki suara yang sama dan berjanji akan tetap tegas menanggapi situasi HAM di China.

Kelompok hak asasi manusia mengatakan, setidaknya ada satu juta Uighur dan Muslim berbahas Turki lainnya yang telah ditahan di kamp-kamp Xinjiang.

China membantah melakukan kesalahan dan berpendapat bahwa kamp-kampnya adalah pusat pelatihan kejuruan yang dimaksudkan untuk mengurangi daya tarik ekstremisme Islam.

Sementara itu, hubungan Kanada dan China sendiri saat ini berada pada situasi yang buruk. Pada akhir 2018, Kanada menangkap eksekutif Huawei, Meng Wanzhou. Setelahnya China menahan dua warga Kanada, mantan diplomat Michael Kovrig dan pengusaha Michael Spavor.

Kolom Komentar


Video

Rekaman CCTV Anggota Brimob Tewas Dikeroyok

Senin, 19 April 2021
Video

Obrolan Bareng Bang Ruslan • Reshuffle Kabinet Dan Koalisi 2024

Selasa, 20 April 2021
Video

Rekaman CCTV Kecelakaan Di Cileungsi, Mobil Box Parkir Ditabrak Mobil Box

Selasa, 20 April 2021

Artikel Lainnya

Ketegangan Meningkat, Zelensky Tantang Putin Bertemu Di Donbas
Dunia

Ketegangan Meningkat, Zelens..

21 April 2021 11:56
Jadi Korban Penipuan Telepon, Lansia Hong Kong Rugi Rp 465 Miliar
Dunia

Jadi Korban Penipuan Telepon..

21 April 2021 11:37
Letusan La Soufriere Berdampak Parah, PBB Galang Dana Bantuan
Dunia

Letusan La Soufriere Berdamp..

21 April 2021 10:56
Dikritik Lambat Lakukan Vaksinasi, PM Thailand: Kami Tidak Ingin Membahayakan Rakyat
Dunia

Dikritik Lambat Lakukan Vaks..

21 April 2021 10:43
Duta Besar Belize Untuk Taiwan Candice Pitts Serahkan Surat Kuasa Pada Presiden Tsai Ing-wen
Dunia

Duta Besar Belize Untuk Taiw..

21 April 2021 10:31
Ukraina: Rusia Akan Mengerahkan 120 Ribu Pasukannya Ke Perbatasan
Dunia

Ukraina: Rusia Akan Mengerah..

21 April 2021 10:22
Pendukung Alexei Navalny Siapkan Aksi Protes Selama Pidato Nasional Vladimir Putin
Dunia

Pendukung Alexei Navalny Sia..

21 April 2021 09:51
Rwanda: Prancis Terlibat Dalam Genosida 1994
Dunia

Rwanda: Prancis Terlibat Dal..

21 April 2021 09:32