Demo Besar-besaran Anti-Kudeta Di Myanmar, Pakar: Rakyat Lapar Dengan Demokrasi

Direktur Eksekutif Center for Social Integrity (CSI) di Myanmar, Aung Kyaw Moe/Repro

Kudeta militer yang terjadi di Myanmar pada 1 Februari lalu bukan hanya mengejutkan bagi publik dunia, tetapi juga rakyat Myanmar itu sendiri.

Pendiri sekaligus Direktur Eksekutif Center for Social Integrity (CSI) di Myanmar, Aung Kyaw Moe mengatakan, demonstrasi yang besar-besaran yang dilakukan oleh masyarakat Myanmar untuk menolak kudeta merupakan bukti bahwa mereka lelah dengan kekuasaan junta militer selama puluhan tahun.

"Ini mengejutkan bagi rakyat yang lapar akan transisi demokrasi," ujar Aung Kyaw Moe dalam webinar bertajuk “Myanmar Military Coup, ASEAN’s Role and the Challenge for Democracy" yang digelar The Habibie Center pada Rabu (17/2).

Aung Kyaw Moe mengatakan, jutaan warga sipil yang turun ke jalan sejak pekan pertama Februari adalah mereka yang lapar dengan keadilan dan kesetaraan.

Rakyat Myanmar sendiri, kata Aung Kyaw Moe, menunggu tanggapan dari negara-negara Asia selama 72 jam setelah kudeta. Seiring berjalannya waktu, mereka turun ke jalan untuk menyuarakan protes secara damai.

"Dimulai dari sekelompok kecil orang dan hari ini jutaan orang melakukan unjuk rasa, menuntut militer memberikan transfer kekuasaan secara damai dan meminta dukungan dari komunitas internasional," terangnya.

Aung Kyaw Moe juga mengungkap, aksi protes besar-besaran bukan hanya terjadi di Yangon dan Mandalay atau kota-kota besar lainnya, tetapi di seluuruh penjuru negeri. Mereka bersatu dalam solidaritas untuk negeri. Bahkan dokter hingga petugas keamanan pun saat ini ikut melakukan protes.

"Jadi sejak kekuasaan direbut, infrastruktur dan pemerintahan tidak berjalan dengan baik," pungkasnya.

Kolom Komentar


Video

Jendela Usaha • Peluang Budidaya Ubi Jalar

Rabu, 24 Februari 2021
Video

Gunung Gede Pangrango kembali terlihat lagi dari Kota Jakarta

Rabu, 24 Februari 2021
Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Melacak Tokoh Potensial 2024

Kamis, 25 Februari 2021

Artikel Lainnya

Presiden Ghana: Disuntik Vaksin Tidak Akan Mengubah DNA Anda Atau Menyebabkan Kemandulan
Dunia

Presiden Ghana: Disuntik Vak..

02 Maret 2021 18:08
Bantu Bos Nissan Kabur, Dua Warga AS Tiba Di Jepang Untuk Diadili
Dunia

Bantu Bos Nissan Kabur, Dua ..

02 Maret 2021 17:34
Gara-gara Nanas, Perang Kata  Taiwan-China Makin Memanas
Dunia

Gara-gara Nanas, Perang Kata..

02 Maret 2021 17:17
IAEA Temukan Berbagai Bukti Pembangunan Nuklir Korea Utara
Dunia

IAEA Temukan Berbagai Bukti ..

02 Maret 2021 15:23
Dapat Bantuan Vaksin Tambahan Dari China, Presiden Zimbabwe: Terima Kasih, Xi Jinping
Dunia

Dapat Bantuan Vaksin Tambaha..

02 Maret 2021 15:02
Divonis 3 Tahun Penjara Karena Korupsi, Eks Presiden Prancis Siap Ajukan Banding
Dunia

Divonis 3 Tahun Penjara Kare..

02 Maret 2021 14:57
Tanggapi Dominic Raab, China Tegaskan Dakwaan Terhadap 47 Aktivis Hong Kong Sejalan Dengan Hukum
Dunia

Tanggapi Dominic Raab, China..

02 Maret 2021 14:40
Kolombia Jadi Negara Pertama Di Amerika Latin Yang Dapat Vaksin Lewat Skema COVAX
Dunia

Kolombia Jadi Negara Pertama..

02 Maret 2021 14:26