Kanselir Jerman Telepon Hassan Rouhani, Suarakan Keprihatinan Atas Pelanggaran Pakta Nuklir Oleh Iran

Kanselir Jerman Angela Merkel /Net

Kanselir Jerman Angela Merkel telah mengadakan pembicaraan dengan  Presiden Iran Hassan Rouhani pada Rabu (17/2) waktu setempat.

Ini adalah pembicaraan yang jarang sekali terjadi antara dua pemimpin itu.

Juru bicara Kanselir, Steffen Seibert mengatakan, dalam pembicaraan yang berlangsung lewat sambungan telepon tersebut, Merkel menyuarakan keprihatinannya pada Rouhani atas ketidakpatuhan Iran terhadap pakta nuklir 2015.
"Dia menyatakan keprihatinannya bahwa Iran terus gagal memenuhi kewajibannya berdasarkan perjanjian nuklir," ujarnya, seperti dikutip dari Al-Arabiya, Kamis (18/2).

""Kanselir juga mengatakan bahwa sekarang adalah waktunya untuk sinyal positif yang menciptakan kepercayaan dan meningkatkan peluang solusi diplomatik," tambahnya.

Seruan itu datang jelang pembicaraan genting antara tiga diplomat dari negara Eropa - Prancis, Jerman, dan Inggris - bersama Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken, yang akan membahas tentang bagaimana menyelamatkan kesepakatan yang bertujuan untuk mengatur program nuklir Iran.

Tiga diplomat Eropa tersebut adalah Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Yves Le Drian yang akan berperan sebagai tuan rumah. Dia akan menjamu mitranya dari Jerman Heiko Maas dan Dominic Raab dari Inggris di Paris. Blinken sendiri akan hadir lewat sambungan konfernsi video.

Tiga penandatangan Eropa untuk kesepakatan itu ingin menghidupkan kembali kesepakatan yang ditinggalkan mantan presiden AS Donald Trump pada 2018.

Penerusnya, Presiden Joe Biden mengatakan AS dapat kembali bergabung jika Teheran kembali pada kepatuhan.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Jendela Usaha • Peluang Budidaya Ubi Jalar

Rabu, 24 Februari 2021
Video

Gunung Gede Pangrango kembali terlihat lagi dari Kota Jakarta

Rabu, 24 Februari 2021
Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Melacak Tokoh Potensial 2024

Kamis, 25 Februari 2021

Artikel Lainnya

Presiden Ghana: Disuntik Vaksin Tidak Akan Mengubah DNA Anda Atau Menyebabkan Kemandulan
Dunia

Presiden Ghana: Disuntik Vak..

02 Maret 2021 18:08
Bantu Bos Nissan Kabur, Dua Warga AS Tiba Di Jepang Untuk Diadili
Dunia

Bantu Bos Nissan Kabur, Dua ..

02 Maret 2021 17:34
Gara-gara Nanas, Perang Kata  Taiwan-China Makin Memanas
Dunia

Gara-gara Nanas, Perang Kata..

02 Maret 2021 17:17
IAEA Temukan Berbagai Bukti Pembangunan Nuklir Korea Utara
Dunia

IAEA Temukan Berbagai Bukti ..

02 Maret 2021 15:23
Dapat Bantuan Vaksin Tambahan Dari China, Presiden Zimbabwe: Terima Kasih, Xi Jinping
Dunia

Dapat Bantuan Vaksin Tambaha..

02 Maret 2021 15:02
Divonis 3 Tahun Penjara Karena Korupsi, Eks Presiden Prancis Siap Ajukan Banding
Dunia

Divonis 3 Tahun Penjara Kare..

02 Maret 2021 14:57
Tanggapi Dominic Raab, China Tegaskan Dakwaan Terhadap 47 Aktivis Hong Kong Sejalan Dengan Hukum
Dunia

Tanggapi Dominic Raab, China..

02 Maret 2021 14:40
Kolombia Jadi Negara Pertama Di Amerika Latin Yang Dapat Vaksin Lewat Skema COVAX
Dunia

Kolombia Jadi Negara Pertama..

02 Maret 2021 14:26