Farah.ID
Farah.ID

Multitrack Diplomacy Initiative, Perkuat Kerjasama Strategis Indonesia dan Afrika

LAPORAN: RENI ERINA
  • Selasa, 23 Februari 2021, 10:00 WIB
Multitrack Diplomacy Initiative, Perkuat Kerjasama Strategis Indonesia dan Afrika
Program Ambassador Talk bersama Duta Besar Ethiopia Admasu Tsegaye/Repro
Indonesia dan Ethiopia memiliki hubungan yang erat selama beberapa dekade yang dimulai saat pada Konferensi Asia Afrika (Konferensi Bandung) pada 1955. Hubungan itu kemudian berlanjut menjadi hubungan diplomatik yang ditandai dengan dibukanya Kedutaan Besar Indonesia untuk Addis Ababa pada 1964.

Hubungan dekat dan strategis antara Indonesia dan Ethiopia juga terlihat dengan dibukanya Kedutaan Besar Ethiopia di Jakarta sebagai satu-satunya Kedutaan Besar Kediaman Ethiopia untuk Negara-negara ASEAN. Ini merupakan komitmen positif dari kedua negara untuk lebih terbuka dan berkolaborasi dalam kerjasama ekonomi atau masalah investasi, serta membawa dampak positif yang luas di setiap kawasan (ASEAN dan Afrika).

Kedekatan antara kedua negara dan langkah-langkah menuju kemitraan yang strategis bagi individu agar dapat berkontribusi dipaparkan dalam acara 'The Ambassador Talk' yang diselenggarakan PT Kareem Internasional.

Ambassador Talk, merupakan program Talk Show yang digagas oleh Kareem International untuk mempererat hubungan ekonomi perwakilan negara-negara Indonesia dengan Afrika di Indonesia.

Di seri pertamanya, hadir Duta Besar Ethiopia Admasu Tsegaye sebagai pembicara, Staf KBRI Etiopia, beberapa warga Ethiopia, dan DR Phil Shiska Prabawaningtyas dari Paramadina Graduate School of Diplomacy (PGSD) yang akan berbicara hubungan bilateral Indonesia dan Ethiopia dari perspektif akademisi.

CEO PT Kareem Internasional, Isnandar, membuka tajuk peluang dan kedekatan bisnis yang bisa diambil oleh individu pelaku usaha untuk bisa berkontribusi.

Ethiopia baru-baru ini menjadi salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Afrika, di tengah pandemi Covid-19 yang telah memperlambat pertumbuhan ekonomi rata-rata di dunia. Kondisi ini mencerminkan bahwa pemerintah Ethiopia telah sangat memperhatikan komitmennya terhadap masalah ekonomi, investasi dan perdagangan.

Admasu Tsegaye mengatakan, membangun saling pengertian budaya antar individu telah menjadi fokus diplomasi Ethiopia di Indonesia. Selain itu juga perlu membangun rasa saling percaya.

“Kami fokus pada promosi, investasi, perdagangan dan pariwisata, serta hubungan kepercayaan masyarakat. Anda tahu, ketika kita tidak bisa membangun kepercayaan antara pihak-pihak di dua negara, maka Anda tidak dapat berbicara tentang investasi, perdagangan, dan pariwisata. Jadi sekarang kita berfokus pada hubungan orang ke orang, sehingga kami dapat menjelaskan lebih lanjut tentang kemitraan,” ujar Tsegaye.

Para peserta kemudian sepakat bahwa Covid-19 dapat membawa potensi dampak kerjasama, salah satunya terkait distribusi vaksin dan logistik. Eksplorasi distribusi vaksin ini dapat menjadi inisiatif positif dan menjanjikan bagi kerjasama bilateral antara Indonesia dan Ethiopia.
EDITOR: RENI ERINA

ARTIKEL LAINNYA