Perubahan Iklim Ancaman Keamanan Terbesar Yang Dihadapi Manusia Modern

Tokoh pemerhati alam terkenal asal Inggris, David Attenborough/Net

Tokoh pemerhati alam terkenal asal Inggris, David Attenborough memperingatkan bahwa perubahan iklim adalah ancaman keamanan terbesar yang pernah dihadapi manusia modern.

Peringatan tersebut disampaikan pria berusia 94 tahun itu saat berpidato di pertemuan virtual Dewan Keamanan PBB tentang risiko terkait iklim terhadap perdamaian dan keamanan internasional pada Selasa (23/2) waktu setempat.

"Jika kita melanjutkan jalan kita saat ini, kita akan menghadapi kehancuran segala sesuatu yang memberi kita keamanan: produksi pangan, akses ke air tawar, suhu lingkungan yang dapat dihuni, dan rantai makanan laut," kata Attenborough, seperti dikutip dari AFP, Rabu (24/2).

"Dan jika alam tidak dapat lagi mendukung kebutuhan kita yang paling dasar, maka banyak peradaban lainnya akan segera hancur," katanya, seraya menambahkan bahwa ia 'tidak iri pada dewan karena tanggung jawab itu diberikan semua pada dewan'.

Pertemuan virtual tersebut dihadiri 15 anggota dewan, yang diketuai oleh Perdana Menteri Inggris Boris Johnson.

Di tengah perjuangan dunia untuk mengurangi emisi pemanasan global dan menghindari bencana, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) berencana untuk menggelar KTT iklim pada bulan November di Glasgow, Skotlandia.

"Ini benar-benar merupakan harapan terakhir kami yang terbaik untuk berada di jalur yang benar dan melakukan ini dengan benar," kata utusan iklim AS John Kerry kepada dewan di pertemuan itu.

KTT November berfungsi sebagai tenggat waktu bagi negara-negara untuk berkomitmen pada pengurangan emisi yang lebih dalam. Ini akan menjadi pertemuan paling penting sejak peristiwa 2015 yang menghasilkan Perjanjian Paris, ketika hampir 200 negara berkomitmen untuk menghentikan kenaikan suhu dan menghindari bencana.

Silang pendapat mengenai pertemuan tersebut sempat terjadi, di mana perwakilan Rusia dan China mempertanyakan apakah Dewan Keamanan adalah forum yang tepat untuk membahas perubahan iklim.

"Kami setuju bahwa perubahan iklim dan masalah lingkungan dapat memperburuk konflik. Tapi apakah mereka benar-benar akar penyebab konflik ini? Ada keraguan serius tentang ini," kata Duta Besar Rusia untuk PBB Vassily Nebenzia.

Pendapat lain dikemukakan utusan iklim China Xie Zhenhua, ia menggambarkan hal tersebut justru sebagai masalah pembangunan.

"Pembangunan berkelanjutan memegang kunci utama untuk menyelesaikan semua masalah dan menghilangkan akar penyebab konflik," katanya.

Kerry lalu berkata: "Kita mengubur kepala kita di pasir atas risiko kita sendiri. Sudah waktunya untuk mulai memperlakukan krisis iklim seperti ancaman keamanan yang mendesak. Ini secara harfiah merupakan tantangan semua generasi kita."

Di pertemuan dewan itu, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mendorong negara, perusahaan, kota, dan lembaga keuangan untuk membuat komitmen yang ambisius untuk mengurangi emisi global.

"Jalan kita masih panjang, dan kami berharap para penghasil emisi utama memimpin dengan memberi contoh dalam beberapa bulan mendatang," kata Guterres kepada dewan.

"Ini adalah uji kredibilitas komitmen mereka terhadap manusia dan planet. Ini adalah satu-satunya cara kita menjaga agar tujuan 1,5 derajat tetap dalam jangkauan," lanjutnya.

Untuk diketahui, China dan Amerika Serikat adalah penghasil emisi gas rumah kaca terbesar di dunia.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Ketika Anies Baswedan Mempengaruhi Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB)

Minggu, 18 April 2021
Video

RMOL World View • Antara AS, Iran Dan Israel

Senin, 19 April 2021
Video

Rekaman CCTV Anggota Brimob Tewas Dikeroyok

Senin, 19 April 2021

Artikel Lainnya

Beijing: Invasi Jepang Ciptakan Malapetaka Besar Bagi Negara-negara Asia, Terutama China
Dunia

Beijing: Invasi Jepang Cipta..

20 April 2021 06:22
Hadiri World Tour Contact-Free, Dubes Umar Hadi: Jangan Hanyut Dengan Corona Blues
Dunia

Hadiri World Tour Contact-Fr..

20 April 2021 04:43
Annalena Baerbock, Kandidat Kuat Pengganti Angela Merkel Di Kursi Kanselir Jerman
Dunia

Annalena Baerbock, Kandidat ..

19 April 2021 23:21
PM Pakistan Ajak Negara Mayoritas Muslim Satu Suara Untuk Kriminalisasi Penistaan Terhadap Islam
Dunia

PM Pakistan Ajak Negara Mayo..

19 April 2021 22:53
Uni Eropa Jatuhkan Sanksi Segar, 10 Pejabat Junta Militer Dan 2 Perusahaan Myanmar Jadi Target
Dunia

Uni Eropa Jatuhkan Sanksi Se..

19 April 2021 21:55
Akhirnya Rusia Pindahkan Alexei Navalny Ke Rumah Sakit
Dunia

Akhirnya Rusia Pindahkan Ale..

19 April 2021 20:30
Gembong Primadjaja Akan Bantu Maksimal Alumni ITB Yang Ditangkap Polisi Korea Selatan
Dunia

Gembong Primadjaja Akan Bant..

19 April 2021 19:36
Polisi Korea Selatan Tangkap Alumni ITB, Tersangkut Kasus Transaksi Elektronik
Dunia

Polisi Korea Selatan Tangkap..

19 April 2021 19:19