Jerman Salip AS Di Urutan Pertama Negara Paling Berpengaruh, Indonesia Jauh Di Bawah Singapura

Gambar tangkap layar dashboard laporan Brand Finance tentang Global Soft Power Index 2021/Repro

Jerman menjadi urutan pertama negara paling berpengaruh di dunia menggantikan posisi Amerika Serikat, berdasarkan laporan Global Soft Power Index yang dibuat Brand Finance tahun 2021.

Berdasarkan laporan Brand Finance yang diakses Kantor Berita Politik RMOL melalui website www.brandirectory.com, Jerman mendapat skor 62.2 di dalam laporan Brand Finance tahun ini, atau mengalami peningkatan dari tahun 2020 yang berada diurutan kedua dengan skor 61.9.

Sementara Amerika Serikat yang pada tahun 2020 berada diurutan pertama dengan skor 67.1 akhirnya turun menjadi urutan keenam dengan skor 55.9.

Diurutan kedua setelah Jerman, ada satu negara di Asia yaitu Jepang yang meraih skor 60.6, disusul Inggris diurutan ketiga (skor 57.9), Kanada urutan keempat (skor 57.2) dan Switzeland urutan kelima (skor 56.3).

Sedangkan Indonesia yang pada tahun 2020 berada diurutan 41 dengan skor 33.4 harus turun ke peringkat 45 negara aling berpengaruh di dunia, dengan skor 34.3 di tahun ini.

Posisi Indonesia ini berada jauh di bawah Singapura yang berada diurutan ke-20 pada tahun ini dengan skor 47.9, Thailand diurutan 33 dengan skor 38.7, India diurutan ke-36 dengan skor 37.7 dan Malaysia diurutan 39 dengan skor 36.9.

Selain itu, ada negara China yang masuk ke urutan kedelapan dengan skor 54.3 dan Rusia yang menempati posisi ke-13 dengan skor 50.5.

Sedangkan negara yang berada diurutan paling bawah antara lain Turkmenistan diposisi 99 (skor 27.4), Angola diurutan 100 (skor 26.9), Guatemala 101 (skor 26.1), Honduras 102 (skor 26.0), Trinidad and Tobago 103 (skor 25.6) dan Mozambique 104 (skor 25.4).

Global Soft Power Index ini didasarkan pada penelitian komprehensif dan luas dari jenisnya, dengan tanggapan yang dikumpulkan lebih dari 150.000 orang yang berbasis di lebih 100 negara.

Brand Finance mensurvei persepsi kekuatan lunak (soft power) 105 negara dari seluruh dunia yang mengedepankan pendekatan diplomasi dan persuasi daripada tekanan militer dan ekonomi.

Survei ini membuat sejumlah kategori sebagai alat ukurnya seperti perdagangan, pemerintahan, budaya dan warisan, serta seperangkat nilai.
EDITOR: AHMAD SATRYO

Kolom Komentar


Video

Jendela Usaha • Laris Manis Saat Ramadhan Dengan Olahan Kolang Kaling

Rabu, 14 April 2021
Video

RMOL WORLD VIEW • Apa Kabar Asia Timur?

Rabu, 14 April 2021
Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Apa Kabar Vaksin Nusantara?

Kamis, 15 April 2021

Artikel Lainnya

Sambut Delegasi AS, Tsai Ing-wen Beberkan Komitmen Taiwan Jaga Perdamaian Indo-Pasifik
Dunia

Sambut Delegasi AS, Tsai Ing..

15 April 2021 12:12
Komentar Pedas Erdogan Untuk PM Italia Yang Menyebutnya Diktator
Dunia

Komentar Pedas Erdogan Untuk..

15 April 2021 11:52
Perseteruan Rusia-Ukraina: Kapal Perang AS Mundur Dari Laut Hitam
Dunia

Perseteruan Rusia-Ukraina: K..

15 April 2021 11:20
Peringatan China Untuk Barat: Jangan Jadikan Hong Kong Sebagai Pion
Dunia

Peringatan China Untuk Barat..

15 April 2021 11:16
Kontroversi Penyebab Kematian George Floyd, Kehabisan Oksigen Hingga Penyakit  Jantung
Dunia

Kontroversi Penyebab Kematia..

15 April 2021 10:49
Perkuat Sistem Pertahanan Udara, Turki Punya Teknologi Rudal Udara-Ke-Udara Bozdogan
Dunia

Perkuat Sistem Pertahanan Ud..

15 April 2021 10:48
Pasang Badan, AS Akan Bantu Pertahanan Ukraina Lawan Rusia
Dunia

Pasang Badan, AS Akan Bantu ..

15 April 2021 10:23
Dukung Kompetisi Sepak Bola Copa America 2021, Sinovac Sepakat Kirim 50.000 Dosis Vaksin Covid-19
Dunia

Dukung Kompetisi Sepak Bola ..

15 April 2021 10:21