Putra Mahkota Bahrain Dan PM Israel Bahas Isu Terkait Iran

Putra Mahkota Bahrain Sheikh Salman bin Hamad Al Khalifa/Net

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Putra Mahkota Bahrain Sheikh Salman bin Hamad Al Khalifa melakukan pembicaraan lewat sambungan telepon pada Kamis (25/2).

Keduanya kemudian merilis pernyataan tentang apa yang mereka bicarakan, tetapi hanya Bahrain yang menyinggung soal Iran. Sementara Israel hanya mengungkap tentang kemungkinan keterlibatan negara Teluk dalam membangun pabrik vaksin di Israel.

"Pembicaraan mereka menekankan pentingnya negara-negara di kawasan itu untuk mengambil bagian dalam setiap pembicaraan tentang file nuklir Iran," kata kantor media Kerajaan Bahrain di Twitter, seperti dikutip dari Al-Arabiya, Kamis (25/2).

Pernyataan itu menandai tanggapan pertama dari seorang pemimpin Teluk Arab terhadap pengumuman Presiden Joe Biden awal bulan ini, bahwa ia berusaha kembali ke negosiasi nuklir dengan Iran.

Hampir tiga tahun lalu, mantan Presiden Donald Trump membatalkan perjanjian penting itu dan menerapkan kembali sanksi keras terhadap Iran. Penarikannya disambut baik oleh negara-negara Teluk dan Israel, musuh Iran di kawasan yang paling langsung terancam dan sangat menentang kesepakatan itu.

Dalam seruan hari Kamis (26/2), putra mahkota Bahrain mendesak agar setiap negosiasi nuklir dengan Iran perlu 'mencakup masalah yang lebih luas', tanpa memerinci lebih lanjut.

Sementara, Kantor Netanyahu mengatakan bahwa Perdana Menteri berbicara dengan Khalifa tentang rencananya untuk mengunjungi Bahrain setelah pembatasan virus corona berakhir.

"Bahrain juga menyatakan bahwa dia tertarik untuk mengkaji kemungkinan bergabungnya Bahrain dengan investasi di pabrik pembuatan vaksin yang rencananya akan didirikan di Israel bersama dengan negara lain," kata pernyataan itu.

Bahrain dan Uni Emirat Arab meresmikan hubungan dengan Israel pada 15 September, dalam kesepakatan yang disponsori AS yang sebagian ditempa atas kekhawatiran bersama tentang Iran.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Monitor PSU Pilkada 2020

Kamis, 08 April 2021
Video

Bincang Sehat • Mutasi Baru Virus Penyebab Covid-19

Jumat, 09 April 2021
Video

Ini Penampakan Prototipe Jet Tempur KF-X/IF-X

Sabtu, 10 April 2021

Artikel Lainnya

Menlu AS Waswas, China Makin Agresif Terhadap Taiwan
Dunia

Menlu AS Waswas, China Makin..

11 April 2021 22:19
IMF: Ketidakadilan Vaksin Covid-19 Ancam Pemulihan Ekonomi Timur Tengah
Dunia

IMF: Ketidakadilan Vaksin Co..

11 April 2021 22:09
Kampanye Vaksinasi Tembus 100 Juta Dosis, India Klaim jadi Negara Tercepat Di Dunia
Dunia

Kampanye Vaksinasi Tembus 10..

11 April 2021 21:48
Peru Gelar Pilpres Di Tengah Pandemi, 18 Capres Bersaing
Dunia

Peru Gelar Pilpres Di Tengah..

11 April 2021 21:32
China Rilis Hotline Untuk Laporkan Komentar Buruk Soal Sejarah Di Dunia Maya
Dunia

China Rilis Hotline Untuk La..

11 April 2021 21:18
Di Tengah Ketegangan Dengan Rusia, Turki Tegas Dukung Ukraina
Dunia

Di Tengah Ketegangan Dengan ..

11 April 2021 20:24
Rombak Pemerintahan, Jenderal Militer Hingga Wamenhan Sudan Selatan Diganti
Dunia

Rombak Pemerintahan, Jendera..

11 April 2021 19:46
Korsel Siap Gunakan Kembali Vaksin AstraZeneca, Tapi Bukan Untuk Orang Usia Di Bawah 30 Tahun
Dunia

Korsel Siap Gunakan Kembali ..

11 April 2021 19:32