Jelang Rilis Laporan Intelijen AS Tentang Kasus Khashoggi, Biden Telepon Raja Salman

Raja Saudi Salman bin Abdulaziz Al-Saud/Net

Presiden Joe Biden telah berbicara dengan Raja Saudi Salman bin Abdulaziz Al-Saud pada Kamis (25/2) melalui telepon. Pembicaraan itu terjadi menjelang dirilisnya laporan Intelijen AS mengenai pembunuhan Jamal Khashoggi, di mana dalam laporan itu disebutkan adanya keterlibatan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (MBS).

Percakapan telepon itu terjadi lebih cepat dari yang diduga. Juga berbeda dari yang diduga, karena selama percakapan Biden sama sekali tidak menyinggung soal kasus Khashoggi dan laporan Intelijen AS.

"Presiden mengatakan kepada Raja Salman bahwa dia akan bekerja untuk membuat hubungan bilateral sekuat dan setransparan mungkin," bunyi pernyataan Gedung Putih, seperti dikutip dari Reuters, Jumat (26/2).

Selama percakapan, Biden dan Raja Salman juga membahas upaya Amerika Serikat untuk mengakhiri perang di Yaman dan komitmennya untuk membantu Kerajaan mempertahankan wilayahnya dari kelompok-kelompok yang berpihak pada Iran.

Biden menyambut baik pembebasan beberapa orang Arab Saudi baru-baru ini serta pembela hak-hak perempuan terkemuka Loujain al-Hathloul. Gedung Putih mencatat pentingnya AS menempatkan hak asasi manusia universal dan supremasi hukum.

Percakapan kedua pemimpin itu adalah yang pertama sejak Bien dilantik, dan menyusul panggilan sebelumnya antara Menteri Luar Negeri Antony Blinken dan Menteri Luar Negeri Saudi Faisal bin Farhan Al Saud. Blinken membahas pentingnya kemajuan Saudi dalam hak asasi manusia  tetapi juga tidak secara langsung berbicara tentang kasus Khashoggi, menurut Departemen Luar Negeri.

Sekretaris pers Gedung Putih Jen Psaki mengatakan pada jumpa pers Kamis bahwa ada 'serangkaian tindakan yang akan dilakukan'  untuk meminta pertanggungjawaban Saudi atas kematian Khashoggi. Namun, tentunya   pertama-tama Biden harus lebih dulu membuka percakapan dengan Raja Salman.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Monitor PSU Pilkada 2020

Kamis, 08 April 2021
Video

Bincang Sehat • Mutasi Baru Virus Penyebab Covid-19

Jumat, 09 April 2021
Video

Ini Penampakan Prototipe Jet Tempur KF-X/IF-X

Sabtu, 10 April 2021

Artikel Lainnya

Menlu AS Waswas, China Makin Agresif Terhadap Taiwan
Dunia

Menlu AS Waswas, China Makin..

11 April 2021 22:19
IMF: Ketidakadilan Vaksin Covid-19 Ancam Pemulihan Ekonomi Timur Tengah
Dunia

IMF: Ketidakadilan Vaksin Co..

11 April 2021 22:09
Kampanye Vaksinasi Tembus 100 Juta Dosis, India Klaim jadi Negara Tercepat Di Dunia
Dunia

Kampanye Vaksinasi Tembus 10..

11 April 2021 21:48
Peru Gelar Pilpres Di Tengah Pandemi, 18 Capres Bersaing
Dunia

Peru Gelar Pilpres Di Tengah..

11 April 2021 21:32
China Rilis Hotline Untuk Laporkan Komentar Buruk Soal Sejarah Di Dunia Maya
Dunia

China Rilis Hotline Untuk La..

11 April 2021 21:18
Di Tengah Ketegangan Dengan Rusia, Turki Tegas Dukung Ukraina
Dunia

Di Tengah Ketegangan Dengan ..

11 April 2021 20:24
Rombak Pemerintahan, Jenderal Militer Hingga Wamenhan Sudan Selatan Diganti
Dunia

Rombak Pemerintahan, Jendera..

11 April 2021 19:46
Korsel Siap Gunakan Kembali Vaksin AstraZeneca, Tapi Bukan Untuk Orang Usia Di Bawah 30 Tahun
Dunia

Korsel Siap Gunakan Kembali ..

11 April 2021 19:32