Turki Mengutuk Upaya Kudeta Militer Di Armenia

Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu/Net

Pemerintah mengutuk keras upaya kudeta yang dilakukan oleh pihak militer di Armenia terhadap Perdana Menteri Nikol Pashinyan dan jajarannya.

Pernyataan tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu selama kunjungannya ke Hongaria, Kamis (24/2) waktu setempat.

"Kami mengutuk semua upaya kudeta atau kudeta militer, di mana pun itu terjadi di seluruh dunia," kata Cavusoglu saat menanggapi pertanyaan dalam konferensi pers bersama dengan rekannya dari Hongaria, Peter Szijjarto, seperti dikutip dari Anadolu Agency, Kamis (25/2).

"Masyarakat di suatu negara memiliki hak untuk mengkritik pemerintah mereka atau menuntut pengunduran diri mereka, kata Cavusoglu, seraya menambahkan bahwa hal itu tidak berlaku untuk tentara.

"Tidak dapat diterima bagi militer untuk menyerukan pengunduran diri pemerintah terpilih," katanya.

Mengingatkan proses normalisasi dan gencatan senjata antara Armenia dan Azerbaijan, Cavusoglu mengatakan, "Ada peluang penting untuk stabilitas kawasan, dan ini perlu dievaluasi dengan baik."

Menurutnya, sangat penting untuk menjaga stabilitas keamanan kawasan, termasuk dari upaya kudeta. Kudeta militer hanya akan membuat situasi tidak stabil dan mengacaukan negara.

Militer Armenia pada Kamis menyerukan pengunduran diri Perdana Menteri Nikol Pashinyan.

Onik Gasparyan, kepala Staf Umum tentara Armenia, bersama dengan komandan senior lainnya mengeluarkan pernyataan yang menyerukan agar Pashinyan mundur.

Pashinyan mengecam seruan militer tersebut sebagai upaya kudeta, dan mendesak para pendukungnya turun ke jalan untuk melawan. Pashinyan juga mengancam akan mencopot Onik Gasparyan.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Ketika Anies Baswedan Mempengaruhi Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB)

Minggu, 18 April 2021
Video

RMOL World View • Antara AS, Iran Dan Israel

Senin, 19 April 2021
Video

Rekaman CCTV Anggota Brimob Tewas Dikeroyok

Senin, 19 April 2021

Artikel Lainnya

Beijing: Invasi Jepang Ciptakan Malapetaka Besar Bagi Negara-negara Asia, Terutama China
Dunia

Beijing: Invasi Jepang Cipta..

20 April 2021 06:22
Hadiri World Tour Contact-Free, Dubes Umar Hadi: Jangan Hanyut Dengan Corona Blues
Dunia

Hadiri World Tour Contact-Fr..

20 April 2021 04:43
Annalena Baerbock, Kandidat Kuat Pengganti Angela Merkel Di Kursi Kanselir Jerman
Dunia

Annalena Baerbock, Kandidat ..

19 April 2021 23:21
PM Pakistan Ajak Negara Mayoritas Muslim Satu Suara Untuk Kriminalisasi Penistaan Terhadap Islam
Dunia

PM Pakistan Ajak Negara Mayo..

19 April 2021 22:53
Uni Eropa Jatuhkan Sanksi Segar, 10 Pejabat Junta Militer Dan 2 Perusahaan Myanmar Jadi Target
Dunia

Uni Eropa Jatuhkan Sanksi Se..

19 April 2021 21:55
Akhirnya Rusia Pindahkan Alexei Navalny Ke Rumah Sakit
Dunia

Akhirnya Rusia Pindahkan Ale..

19 April 2021 20:30
Gembong Primadjaja Akan Bantu Maksimal Alumni ITB Yang Ditangkap Polisi Korea Selatan
Dunia

Gembong Primadjaja Akan Bant..

19 April 2021 19:36
Polisi Korea Selatan Tangkap Alumni ITB, Tersangkut Kasus Transaksi Elektronik
Dunia

Polisi Korea Selatan Tangkap..

19 April 2021 19:19