Konflik Armenia: Setelah Tentara, Polisi Pun Ikut Bersuara Minta PM Pashinyan Mundur

Aparat berbaur di tengah kerumuman massa dalam konflik internal Armenia yang menyerukan PM Pashinyan mundur, Kamis 25 Februari 2021/Net

Suara-suara untuk melengserkan Perdana Menteri Nikol Pashinyan semakin menggema. Setelah massa dan tentara menuntut mundur Pashinyan, kini jejeran aparat kepolisian juga ikut bergabung dengan tuntutan tersebut. Mereka meminta pengunduran diri perdana menteri dan jajaran pemerintahannya.

"Kami menyatakan dukungan kami kepada staf komando tentara dan bergabung dengan pernyataan yang mengungkapkan keprihatinan atas nasib Tanah Air. Kami menyerukan kepada petugas polisi untuk tidak mematuhi instruksi dari Nikol Pashinyan, dengan tetap menghindari kekerasan terhadap rakyat," ujar pernyataan itu, seperri dikutip dari News Arm.

"Situasi krisis pascaperang di Armenia membutuhkan resolusi, kembali dari awal," kata mereka menekankan bahwa sudah waktunya Pashinyan mundur dan mereka membutuhkan perdana menteri yang baru.

Para polisi itu mengimbau agar masyarakat tidak terprovokasi dan menahan diri dari segala macam tindakan kekerasan. Polisi juga mengingatkan, agar masyarakat tidak terbujuk untuk membela dan mempertahankan penguasa saat ini.

"Satu-satunya solusi untuk situasi saat ini, di negara ini, adalah pengunduran diri penguasa. Kami meminta para penguasa untuk pergi meninggalkan kursinya dengan damai, tanpa keributan, dan menahan diri dari ketidakstabilan situasi di negara ini," ujar pernyataan itu.

Pashinyan (45) telah menghadapi desakan untuk mundur sejak November tak lama setelah ditandatanganinya kesepakatan genjatan senjata antara Armenia dan Azerbaijan. Penanganannya atas konflik enam minggu itu dianggap telah menguntungkan pihak lawan dan pasukan Azeri memperoleh keuntungan teritorial.

Kamis (25/2) Angkatan Bersenjata di bawah komando Panglima Angkatan Darat Onik Gasparyan, menyerukan pengunduran diri Pashinyan dan jajaran pemerintahannya yang ditulisnya dalam surat pernyataan. Tentara juga mengancam akan melakukan tindakan yang lebih tegas bila Pashinyan  menolak untuk mundur.

Pashinyan menganggap ini sebagai kudeta militer dan tentara telah melanggar profesinya untuk melawan negara.

Di saat yang sama, gerombolan oposisi Kandidat ikut menyerang Pashinyan. Mereka berbaris memenuhi kantor parlemen. Kandidat perdana menteri dari oposisi, Vazgen Manukyan, mengatakan bahwa mereka tidak akan meninggalkan halaman parlemen sampai tercapai tujuan yang dimaksud.

"Sampai masalah kami teratasi, kami tidak akan pergi kemana-mana," kata Manukyan aat rapat umum di dekat gedung Majelis Nasional.

"Kami bukan pengkritik keras, kami hanya menganggapnya sebagai pengkhianat terhadap Tanah Air.Dia adalah musuh milenium. Persoalan kekuasaan akan diputuskan di Majelis Nasional, dan oleh karena itu markas kami akan berlokasi di sini," katanya, seperti dikutip dari News Arm.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Rekaman CCTV Anggota Brimob Tewas Dikeroyok

Senin, 19 April 2021
Video

Obrolan Bareng Bang Ruslan • Reshuffle Kabinet Dan Koalisi 2024

Selasa, 20 April 2021
Video

Rekaman CCTV Kecelakaan Di Cileungsi, Mobil Box Parkir Ditabrak Mobil Box

Selasa, 20 April 2021

Artikel Lainnya

Putra Mahkota MBS: China Mitra Penting Arab Saudi Dan Saudara Yang Dapat Dipercaya
Dunia

Putra Mahkota MBS: China Mit..

21 April 2021 06:16
Terjebak Kasus Voice Phising Di Korsel, Mahasiswa Indonesia Butuh Bantuan Sewa Pengacara
Dunia

Terjebak Kasus Voice Phising..

20 April 2021 22:39
Kronologi Penangkapan Mahasiswa Indonesia Di Korsel, Terjebak Voice Phising Dengan Kerugian Rp 468 Juta
Dunia

Kronologi Penangkapan Mahasi..

20 April 2021 21:51
Tolak Hegemoni, Xi Jinping: Dunia Harus Dikendalikan Semua Negara, Bukan Satu
Dunia

Tolak Hegemoni, Xi Jinping: ..

20 April 2021 17:42
Pangeran Harry Kirim Surat Untuk Sang Ayah Sebelum Terbang Ke Inggris
Dunia

Pangeran Harry Kirim Surat U..

20 April 2021 17:18
Awal Mei, India Izinkan Vaksinasi Covid-19 Kepada Penduduk Berusia Di Atas 18 Tahun
Dunia

Awal Mei, India Izinkan Vaks..

20 April 2021 17:01
Joe Biden Dan Jimmy Carter Berduka Atas Meninggalnya  Walter Mondale: Dia Wakil Presiden Terbaik Dalam Sejarah AS
Dunia

Joe Biden Dan Jimmy Carter B..

20 April 2021 16:47
Mantan Wakil Presiden AS Walter Mondale Meninggal Dunia Di Usia 93 Tahun
Dunia

Mantan Wakil Presiden AS Wal..

20 April 2021 16:40