Saudi Tolak Laporan Intelijen AS Soal Keterlibatan Putra Mahkota MBS Dalam Kasus Pembunuhan Jamal Khashoggi

Ilustrasi/Net

Pemerintah Arab Saudi dengan tegas menolak rilis laporan intelijen AS yang diberikan kepada Kongres AS mengenai pembunuhan Jamal Khashoggi pada 2018.

Penolakan tersebut disampaikan dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh Kementerian Luar Negeri Arab Saudi pada Jumat (26/2).

Kementerian luar negeri Arab Saudi mengatakan bahwa pihaknya menyesalkan perilisan laporan tersebut. Mereka juga mengatakan itu benar-benar kesimpulan yang salah dan tidak dapat dibenarkan.

"Pemerintah Kerajaan dengan tegas menolak kesimpulan yang kasar dan tidak benar yang terkandung dalam laporan tentang kepemimpinan Kerajaan dan tidak dapat diterima dengan cara apapun, dan bahwa laporan itu termasuk serangkaian informasi dan kesimpulan tidak benar lainnya," kata kementerian luar negeri dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari Al-Arabiya, Sabtu (27/2).

"Kerajaan juga menegaskan apa yang sebelumnya dikeluarkan dalam hal ini oleh otoritas yang kompeten di Kerajaan, yang mengatakan bahwa kasus ini adalah kejahatan keji yang merupakan pelanggaran mencolok terhadap hukum dan nilai Kerajaan yang dilakukan oleh kelompok yang melanggar semua peraturan dan melanggar kekuasaan lembaga tempat mereka bekerja," tambah pernyataan tersebut.

Kementerian Luar Negeri juga mengatakan Kerajaan menolak masalah apa pun yang akan merugikan kepemimpinan, kedaulatan, dan independensi peradilannya.

Khashoggi dibunuh pada 20 Oktober 2018, setelah perkelahian terjadi di konsulat Arab Saudi di Istanbul, kata jaksa penuntut umum Arab Saudi pada saat itu. Saat itu dia mengunjungi konsulat untuk menyelesaikan dokumen terkait perceraiannya.

Pada saat itu, otoritas Arab Saudi menangkap 18 orang Saudi untuk diselidiki sehubungan dengan peristiwa seputar pembunuhan Khashoggi.

"Semua tindakan yudisial yang diperlukan telah diambil untuk menyelidiki mereka dan membawa mereka ke pengadilan, dan keputusan pengadilan terakhir dikeluarkan terhadap mereka," kata pernyataan itu.

Mereka juga mengatakan keluarga Khashoggi telah menerima keputusan tersebut, dan memaafkan para terdakwa.

Putra-putra mendiang Khashoggi mengatakan pada Mei lalu mengatakan bahwa mereka telah mengampuni para pembunuh ayah mereka. Pengadilan Arab Saudi pada Desember 2019 menghukum mati lima orang atas pembunuhan Khashoggi, dan tiga lainnya dijatuhi hukuman total 24 tahun penjara.

Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman mengatakan kepada CBS dalam wawancara '60 Minutes' pada 2019 bahwa dia mengambil "tanggung jawab penuh" atas pembunuhan mengerikan jurnalis Saudi Jamal Khashoggi tetapi membantah tuduhan bahwa dia memerintahkannya.

"Ketika kejahatan dilakukan terhadap warga negara Saudi oleh pejabat, bekerja untuk pemerintah Saudi, sebagai pemimpin saya harus bertanggung jawab. Ini adalah kesalahan. Dan saya harus mengambil semua tindakan untuk menghindari hal seperti itu di masa depan," katanya pada saat itu.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Ketika Anies Baswedan Mempengaruhi Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB)

Minggu, 18 April 2021
Video

RMOL World View • Antara AS, Iran Dan Israel

Senin, 19 April 2021
Video

Rekaman CCTV Anggota Brimob Tewas Dikeroyok

Senin, 19 April 2021

Artikel Lainnya

Beijing: Invasi Jepang Ciptakan Malapetaka Besar Bagi Negara-negara Asia, Terutama China
Dunia

Beijing: Invasi Jepang Cipta..

20 April 2021 06:22
Hadiri World Tour Contact-Free, Dubes Umar Hadi: Jangan Hanyut Dengan Corona Blues
Dunia

Hadiri World Tour Contact-Fr..

20 April 2021 04:43
Annalena Baerbock, Kandidat Kuat Pengganti Angela Merkel Di Kursi Kanselir Jerman
Dunia

Annalena Baerbock, Kandidat ..

19 April 2021 23:21
PM Pakistan Ajak Negara Mayoritas Muslim Satu Suara Untuk Kriminalisasi Penistaan Terhadap Islam
Dunia

PM Pakistan Ajak Negara Mayo..

19 April 2021 22:53
Uni Eropa Jatuhkan Sanksi Segar, 10 Pejabat Junta Militer Dan 2 Perusahaan Myanmar Jadi Target
Dunia

Uni Eropa Jatuhkan Sanksi Se..

19 April 2021 21:55
Akhirnya Rusia Pindahkan Alexei Navalny Ke Rumah Sakit
Dunia

Akhirnya Rusia Pindahkan Ale..

19 April 2021 20:30
Gembong Primadjaja Akan Bantu Maksimal Alumni ITB Yang Ditangkap Polisi Korea Selatan
Dunia

Gembong Primadjaja Akan Bant..

19 April 2021 19:36
Polisi Korea Selatan Tangkap Alumni ITB, Tersangkut Kasus Transaksi Elektronik
Dunia

Polisi Korea Selatan Tangkap..

19 April 2021 19:19