Politisi Republik Desak Joe Biden Boikot Olimpiade Beijing 2022

Olimpiade Musim Dingin 2022 dijadwalkan digelar di Beijing, China/Associated Press

Sejumlah politisi Partai Republik mendesak pemerintah Amerika Serikat (AS) untuk memboikot Olimpiade Musim Dingin 2022 yang akan digelar di Beijing, China.

Melalui cuitan pada Minggu (28/2), mantan Duta Besar AS untuk PBB, Nikki Haley mengatakan boikot harus dilakukan karena adanya catatan pelanggaran hak asasi manusia oleh China terkait minoritas Uighur.

"Kita harus memboikot Olimpiade Musim Dingin 2022 di China," tulis Haley, seperti dimuat AFP.

"Ini akan menjadi kerugian yang sangat besar bagi para atlet kita. Harus dipertimbangkan genosida yang terjadi di China dan prospek bahwa memberdayakan China akan menyeabkan kengerian yang lebih besar di masa mendatang," lanjut sekutu mantan Presiden Donald Trump itu.

Awal pekan ini, anggota Kongres Partai Republik, John Katko juga menulis surat terbuka kepada Presiden Joe Biden yang ia unggah di situs resminya.

"Partisipasi dalam Olimpiade yang diadakan di negara yang secara terbuka melakukan genosida tidak hanya merusak nilai-nilai bersama, tetapi juga menutupi janji bagi semua orang yang mencari masyarakat yang bebas dan adil," tulisnya.

Dan awal bulan ini sekelompok senator AS memperkenalkan resolusi yang berupaya untuk memindahkan Olimpiade dari China. Mereka mendesak Komite Olimpiade Internasional (IOC) untuk menerima tawaran baru sehingga Olimpiade dapat diselenggarakan di negara yang mengakui dan menghormati hak asasi manusia.

Awal bulan ini, koalisi 180 organisasi hak asasi juga menyerukan boikot.

Dalam sebuah pernyataan, IOC mengatakan bahwa kekhawatiran yang diangkat, termasuk mengenai hak asasi manusia telah disampaikan pada pemerintah dan otoritas setempat di China.

Kementerian Luar Negeri China telah menepis kekhawatiran itu dan menyebutnya bermotivasi politik dan sangat tidak bertanggung jawab.

Olimpiade dijadwalkan akan dimulai pada 4 Februari 2021, hanya enam bulan setelah penundaan Olimpiade Musim Panas Tokyo.

Menurut AS dan sejumlah negara, China melakukan genosida terhadap minoritas Muslim Uighur di Xinjiang. Di mana kelompok hak asasi manusia percaya bahwa ada setidaknya satu juta Uighur yang ditahan di kamp-kamp di Xinjiang.

Selain terkait Uighur, China juga mendapat tekanan atas tindakan kerasnya di Hong Kong dan Taiwan.

Kolom Komentar


Video

Rekaman CCTV Anggota Brimob Tewas Dikeroyok

Senin, 19 April 2021
Video

Obrolan Bareng Bang Ruslan • Reshuffle Kabinet Dan Koalisi 2024

Selasa, 20 April 2021
Video

Rekaman CCTV Kecelakaan Di Cileungsi, Mobil Box Parkir Ditabrak Mobil Box

Selasa, 20 April 2021

Artikel Lainnya

Ketegangan Meningkat, Zelensky Tantang Putin Bertemu Di Donbas
Dunia

Ketegangan Meningkat, Zelens..

21 April 2021 11:56
Jadi Korban Penipuan Telepon, Lansia Hong Kong Rugi Rp 465 Miliar
Dunia

Jadi Korban Penipuan Telepon..

21 April 2021 11:37
Letusan La Soufriere Berdampak Parah, PBB Galang Dana Bantuan
Dunia

Letusan La Soufriere Berdamp..

21 April 2021 10:56
Dikritik Lambat Lakukan Vaksinasi, PM Thailand: Kami Tidak Ingin Membahayakan Rakyat
Dunia

Dikritik Lambat Lakukan Vaks..

21 April 2021 10:43
Duta Besar Belize Untuk Taiwan Candice Pitts Serahkan Surat Kuasa Pada Presiden Tsai Ing-wen
Dunia

Duta Besar Belize Untuk Taiw..

21 April 2021 10:31
Ukraina: Rusia Akan Mengerahkan 120 Ribu Pasukannya Ke Perbatasan
Dunia

Ukraina: Rusia Akan Mengerah..

21 April 2021 10:22
Pendukung Alexei Navalny Siapkan Aksi Protes Selama Pidato Nasional Vladimir Putin
Dunia

Pendukung Alexei Navalny Sia..

21 April 2021 09:51
Rwanda: Prancis Terlibat Dalam Genosida 1994
Dunia

Rwanda: Prancis Terlibat Dal..

21 April 2021 09:32