Fregat Admiral Grigorovich Rusia Tiba Di Sudan, Siap Dirikan Pangkalan Di Pantai Laut Merah

Fregat 'Admiral Grigorovich/Net

Kapal perang milik Rusia, fregat 'Admiral Grigorovich' telah memasuki pelabuhan Sudan di mana Moskow berencana untuk membangun pangkalan angkatan laut di pantai Laut Merah negara itu.

Laporan tersebut pertama kali diberitakan oleh kantor berita Rusia Interfax Minggu (28/2).

"Itu adalah kapal perang Rusia pertama yang memasuki Port Sudan," kata Interfax mengutip pernyataan armada Rusia, seperti dilaporkan AFP, Senin (1/3).

November lalu, Rusia mengumumkan kesepakatan yang menguraikan rencana pembuatan 'pusat dukungan logistik' yang akan didirikan di Sudan. Tujuan pendirian pangkalan tersebut dimaksudkan sebagai tempat perbaikan dan suplai operasi, juga akan berfungsi sebagai tempat istirahat untuk anggota awak.

Menurut rincian yang dipublikasikan di situs web pemerintah Rusia, kapasitas fasilitas angkatan laut yang akan berdiri di pinggiran utara Port Sudan tersebut akan dibatasi pada 300 personel militer dan sipil serta empat kapal, termasuk kapal bertenaga nuklir.

Selain itu, Rusia juga akan mendapatkan hak untuk mengangkut senjata, amunisi dan peralatan melalui pelabuhan dan bandara Sudan yang dibutuhkan agar pangkalan itu berfungsi.

Kesepakatan itu dijadwalkan berlangsung selama 25 tahun, selama tidak ada pihak yang keberatan dengan pembaruannya.

Dalam beberapa tahun terakhir, Moskow mengalihkan pandangannya ke Afrika saat memperbarui pengaruh geopolitiknya. Mereka juga telah membujuk Sudan dengan kerja sama militer dan nuklir sipil.

Kedua negara juga telah menandatangani kesepakatan antara angkatan bersenjata pada Mei 2019 yang akan berlangsung selama tujuh tahun.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Ketika Anies Baswedan Mempengaruhi Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB)

Minggu, 18 April 2021
Video

RMOL World View • Antara AS, Iran Dan Israel

Senin, 19 April 2021
Video

Rekaman CCTV Anggota Brimob Tewas Dikeroyok

Senin, 19 April 2021

Artikel Lainnya

Beijing: Invasi Jepang Ciptakan Malapetaka Besar Bagi Negara-negara Asia, Terutama China
Dunia

Beijing: Invasi Jepang Cipta..

20 April 2021 06:22
Hadiri World Tour Contact-Free, Dubes Umar Hadi: Jangan Hanyut Dengan Corona Blues
Dunia

Hadiri World Tour Contact-Fr..

20 April 2021 04:43
Annalena Baerbock, Kandidat Kuat Pengganti Angela Merkel Di Kursi Kanselir Jerman
Dunia

Annalena Baerbock, Kandidat ..

19 April 2021 23:21
PM Pakistan Ajak Negara Mayoritas Muslim Satu Suara Untuk Kriminalisasi Penistaan Terhadap Islam
Dunia

PM Pakistan Ajak Negara Mayo..

19 April 2021 22:53
Uni Eropa Jatuhkan Sanksi Segar, 10 Pejabat Junta Militer Dan 2 Perusahaan Myanmar Jadi Target
Dunia

Uni Eropa Jatuhkan Sanksi Se..

19 April 2021 21:55
Akhirnya Rusia Pindahkan Alexei Navalny Ke Rumah Sakit
Dunia

Akhirnya Rusia Pindahkan Ale..

19 April 2021 20:30
Gembong Primadjaja Akan Bantu Maksimal Alumni ITB Yang Ditangkap Polisi Korea Selatan
Dunia

Gembong Primadjaja Akan Bant..

19 April 2021 19:36
Polisi Korea Selatan Tangkap Alumni ITB, Tersangkut Kasus Transaksi Elektronik
Dunia

Polisi Korea Selatan Tangkap..

19 April 2021 19:19