Dikeroyok Soal Isu Xinjiang, China Siap Balas Dengan Rilis Laporan Pelanggaran HAM AS

Ilustrasi/Net

Penyerangan serentak negara-neraga barat kepada China yang dikomandoi AS terkait sejumlah isu pelanggaran Hak Asasi Manusia, membuat China tidak ingin tinggal diam. Dalam waktu dekat, Beijing akan segera merilis laporan lengkap tentang pelanggaran hak asasi manusia yang terjadi di AS sepanjang 2020.

Menurut pernyataan resmi dari Kantor Informasi Dewan Negara pada Senin (1/3), laporan berjudul 'The Report on Human Rights Violations in the United States in 2020' tersebut akan mengungkapkan kegagalan upaya anti-epidemi Washington dalam setahun terakhir yang telah memperburuk perpecahan sosial, kekacauan politik, dan diskriminasi rasial.

Rilis laporan tahun 2020 itu datang di tengah sesi ke-46 Dewan Hak Asasi Manusia PBB yang sedang berlangsung, di mana dalam sesi itu China mendapat tuduhan dari beberapa negara Barat tentang pelanggaran HAM di Xinjiang.

Kantor berita Xinhua melaporkan, dokumen berisi 15.000 karakter Tionghoa tersebut akan merinci fakta-fakta antara lain, tentang penanganan pandemi Washington yang tidak kompeten yang mengarah pada hasil yang tragis, kekacauan demokrasi Amerika yang memicu kekacauan politik, etnis minoritas menderita diskriminasi rasial, kerusuhan sosial berkelanjutan yang mengancam keamanan publik, meningkatnya polarisasi antara yang kaya dan yang miskin, dan pemerintahan AS yang menginjak-injak aturan internasional yang mengakibatkan bencana kemanusiaan.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Wang Wenbin mengatakan pada briefing media hari Senin (1/3) bahwa China berharap AS segera meninggalkan standar ganda mereka.

"Kami berharap AS akan meninggalkan standar ganda, dan menghadapi masalah hak asasi manusia yang serius seperti rasisme dan penegakan hukum yang kejam, dan mengambil tindakan konkret untuk melindungi hak asasi manusia," ujarnya, seperti dikutip dari Global Times, Senin (1/3).

Peneliti di Akademi Ilmu Sosial China di Beijing, Lu Xiang, mengatakan bahwa pelanggaran hak asasi manusia di AS adalah sesuatu yang serius.

"Penanganan pandemi Covid-19 yang buruk di AS menyebabkan lebih dari 500.000 kematian, jauh lebih besar daripada negara lain di seluruh dunia. Tragedi semacam ini justru terjadi di negara seperti AS, yang memiliki  - kekuatan super dengan teknologi medis paling maju di dunia. Ini adalah kesalahan!" ujarnya.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Rekaman CCTV Anggota Brimob Tewas Dikeroyok

Senin, 19 April 2021
Video

Obrolan Bareng Bang Ruslan • Reshuffle Kabinet Dan Koalisi 2024

Selasa, 20 April 2021
Video

Rekaman CCTV Kecelakaan Di Cileungsi, Mobil Box Parkir Ditabrak Mobil Box

Selasa, 20 April 2021

Artikel Lainnya

Ketegangan Meningkat, Zelensky Tantang Putin Bertemu Di Donbas
Dunia

Ketegangan Meningkat, Zelens..

21 April 2021 11:56
Jadi Korban Penipuan Telepon, Lansia Hong Kong Rugi Rp 465 Miliar
Dunia

Jadi Korban Penipuan Telepon..

21 April 2021 11:37
Letusan La Soufriere Berdampak Parah, PBB Galang Dana Bantuan
Dunia

Letusan La Soufriere Berdamp..

21 April 2021 10:56
Dikritik Lambat Lakukan Vaksinasi, PM Thailand: Kami Tidak Ingin Membahayakan Rakyat
Dunia

Dikritik Lambat Lakukan Vaks..

21 April 2021 10:43
Duta Besar Belize Untuk Taiwan Candice Pitts Serahkan Surat Kuasa Pada Presiden Tsai Ing-wen
Dunia

Duta Besar Belize Untuk Taiw..

21 April 2021 10:31
Ukraina: Rusia Akan Mengerahkan 120 Ribu Pasukannya Ke Perbatasan
Dunia

Ukraina: Rusia Akan Mengerah..

21 April 2021 10:22
Pendukung Alexei Navalny Siapkan Aksi Protes Selama Pidato Nasional Vladimir Putin
Dunia

Pendukung Alexei Navalny Sia..

21 April 2021 09:51
Rwanda: Prancis Terlibat Dalam Genosida 1994
Dunia

Rwanda: Prancis Terlibat Dal..

21 April 2021 09:32