Meng Wanzhou Hadapi Putaran Akhir Sidang Ekstradisi Di Kanada

CFO Huawei, Meng Wanzhou/Net

Persidangan ekstradisi Chief Financial Officer Huawei, Meng Wanzhou telah memasuki putaran terakhir.

Persidangan dibuka pada Senin (1/3) untuk mendengar pembelaan pengacara Meng terkait dugaan bahwa putri pendiri Huawei Ren Zhengfei itu menipu bank HSBC telah melakukan bisnis di Iran yang melanggar sanksi Amerika Serikat (AS).

Meng dituding telah berbohong kepada HSBC terkait hubungan Huawei dengan Skycom, perusahaan yang menjual peralatan komputer ke Iran. Tindakan itu dianggap menempatkan HSBC pada risiko pelanggaran sanksi AS karena terus bertransaksi dengan Huawei.

Dikutip Al Jazeera, jika terbukti bersalah, Meng bisa menghadapi lebih dari 30 tahun penjara AS.

Pengacara pembela Meng, Frank Addario mengatakan, Meng tidak dapat menipu para eksekutif HSBC pada pertemuan di kedai teh Hong Kong tahun 2013. Lantaran HSBC sepenuhnya mengatahui bahwa Huawei masih secara efektif mengendalikan Skycom, meskipun telah menjualnya ke perusahaan cangkang Canicula Holdings pada 2007.

“Bank tahu bahwa Skycom menjual sahamnya ke Canicula, dan bank tahu bahwa Huawei mengendalikan rekening bank Canicula, (dan) Huawei terus mengendalikan Skycom mulai 2007 dan seterusnya,” ujarnya kepada Mahkamah Agung British Columbia.

Addario menekankan, tudingan bahwa Meng melakukan penipuan terkait Skycom atau mencoba menyembunyikan hubungannya adalah sesuatu yang menyesatkan.

Sementara itu, jaksa penuntut Robert Frater membantah argumen tersebut. Ia bersikeras bahwa argumen tersebut seharusnya diberikan di pengadilan bukan sidang ekstradisi.

Frater berargumen bahwa pengacara pembela Meng akan memiliki kesempatan untuk memeriksa silang saksi bank tentang pengetahuan mereka tentang afiliasi Huawei di persidangan.

Menyusul kesaksian dari pejabat perbatasan Kanada dan petugas polisi yang terlibat dalam kasus ini pada akhir tahun 2020, persidangan terbaru juga akan fokus pada dugaan campur tangan Presiden Donald Trump dalam kasus tersebut, serta masalah luar biasa dari kesaksian saksi dan penyalahgunaan argumen proses lainnya.

Meng ditangkap di bandara Vancouver pada Desember 2018 atas surat perintah AS dan telah menjalani tahanan rumah di salah satu rumahnya di kota itu sementara kasusnya diproses di pengadilan Kanada.

Penangkapan Mwanita 49 tahun menciptakan ketegangan antara Beijing dan Ottawa. Di mana China membalas dengan menahan dua warga Kanada.

Putusan akhir terkait ekstradisi Meng ke AS akan dilakukan pada Mei.

Kolom Komentar


Video

Ketika Anies Baswedan Mempengaruhi Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB)

Minggu, 18 April 2021
Video

RMOL World View • Antara AS, Iran Dan Israel

Senin, 19 April 2021
Video

Rekaman CCTV Anggota Brimob Tewas Dikeroyok

Senin, 19 April 2021

Artikel Lainnya

Beijing: Invasi Jepang Ciptakan Malapetaka Besar Bagi Negara-negara Asia, Terutama China
Dunia

Beijing: Invasi Jepang Cipta..

20 April 2021 06:22
Hadiri World Tour Contact-Free, Dubes Umar Hadi: Jangan Hanyut Dengan Corona Blues
Dunia

Hadiri World Tour Contact-Fr..

20 April 2021 04:43
Annalena Baerbock, Kandidat Kuat Pengganti Angela Merkel Di Kursi Kanselir Jerman
Dunia

Annalena Baerbock, Kandidat ..

19 April 2021 23:21
PM Pakistan Ajak Negara Mayoritas Muslim Satu Suara Untuk Kriminalisasi Penistaan Terhadap Islam
Dunia

PM Pakistan Ajak Negara Mayo..

19 April 2021 22:53
Uni Eropa Jatuhkan Sanksi Segar, 10 Pejabat Junta Militer Dan 2 Perusahaan Myanmar Jadi Target
Dunia

Uni Eropa Jatuhkan Sanksi Se..

19 April 2021 21:55
Akhirnya Rusia Pindahkan Alexei Navalny Ke Rumah Sakit
Dunia

Akhirnya Rusia Pindahkan Ale..

19 April 2021 20:30
Gembong Primadjaja Akan Bantu Maksimal Alumni ITB Yang Ditangkap Polisi Korea Selatan
Dunia

Gembong Primadjaja Akan Bant..

19 April 2021 19:36
Polisi Korea Selatan Tangkap Alumni ITB, Tersangkut Kasus Transaksi Elektronik
Dunia

Polisi Korea Selatan Tangkap..

19 April 2021 19:19