IAEA Temukan Berbagai Bukti Pembangunan Nuklir Korea Utara

IAEA temukan tanda-tanda pembangunan nuklir Korea Utara/Net

Badan Energi Atom Internasional (IAEA) menyatakan keprihatinan mereka atas terus berlanjutnya program nuklir Korea Utara meski Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah menerapkan sanksi.

Direktur Jenderal IAEA, Rafael Grossi menyampaikan keprihatinan seriusnya terhadap program nuklir Korea Utara dalam konferensi pers di Wina, seperti dikutip Al Jazeera pada Selasa (2/3).

“Kelanjutan program nuklir DPRK jelas merupakan pelanggaran terhadap resolusi Dewan Keamanan PBB yang relevan dan sangat disesalkan,” ujar Grossi.

Ia menambahkan bahwa IAEA sedang meningkatkan kesiapannya untuk memainkan peran penting dalam memverifikasi program nuklir Korea Utara.

Meski inspekturnya tidak diizinkan masuk ke Korea Utara, IAEA tetap memantau aktivitas program nuklir Pyongyang lewat satelit dan informasi lain yang tersedia.

Menurut Grossi, pihaknya memiliki bukti adanya pembangunan berkelanjutan dari program nuklir Korea Utara. Fasilitas air pendingin di reaktor juga telah diuji pada akhir tahun lalu.

Yonhap melaporkan, IAEA menemukan tanda-tanda bahwa Korea Utara telah mengoperasikan pembangkit listrik tenaga panas di kompleks Yongbyon yang dapat digunakan untuk menyediakan panas ke fasilitas pemrosesan ulang batang bahan bakar nuklir.

Yongbyon diketahui memiliki reaktor nuklir, pabrik pemrosesan ulang bahan bakar, dan fasilitas pengayaan uranium yang telah dikaitkan dengan program senjata nuklir Korea Utara.

Bulan lalu, pemantau independen menyebut Korea Utara telah memelihara dan mengembangkan program rudal nuklir dan balistik sepanjang tahun 2020. Program itu dibangun dengan dana sekitar 399 juta dolar AS yang didapatkan dari upaya peretasan dunia maya.

Korea Utara terakhir kali melakukan uji coba nuklir pada 2017 dan tahun berikutnya mengatakan telah meledakkan terowongan di lokasi uji coba nuklir utamanya di Punggye-ri, yang diklaim sebagai bukti komitmennya untuk mengakhiri uji coba nuklir.

Kolom Komentar


Video

Ketika Anies Baswedan Mempengaruhi Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB)

Minggu, 18 April 2021
Video

RMOL World View • Antara AS, Iran Dan Israel

Senin, 19 April 2021
Video

Rekaman CCTV Anggota Brimob Tewas Dikeroyok

Senin, 19 April 2021

Artikel Lainnya

Beijing: Invasi Jepang Ciptakan Malapetaka Besar Bagi Negara-negara Asia, Terutama China
Dunia

Beijing: Invasi Jepang Cipta..

20 April 2021 06:22
Hadiri World Tour Contact-Free, Dubes Umar Hadi: Jangan Hanyut Dengan Corona Blues
Dunia

Hadiri World Tour Contact-Fr..

20 April 2021 04:43
Annalena Baerbock, Kandidat Kuat Pengganti Angela Merkel Di Kursi Kanselir Jerman
Dunia

Annalena Baerbock, Kandidat ..

19 April 2021 23:21
PM Pakistan Ajak Negara Mayoritas Muslim Satu Suara Untuk Kriminalisasi Penistaan Terhadap Islam
Dunia

PM Pakistan Ajak Negara Mayo..

19 April 2021 22:53
Uni Eropa Jatuhkan Sanksi Segar, 10 Pejabat Junta Militer Dan 2 Perusahaan Myanmar Jadi Target
Dunia

Uni Eropa Jatuhkan Sanksi Se..

19 April 2021 21:55
Akhirnya Rusia Pindahkan Alexei Navalny Ke Rumah Sakit
Dunia

Akhirnya Rusia Pindahkan Ale..

19 April 2021 20:30
Gembong Primadjaja Akan Bantu Maksimal Alumni ITB Yang Ditangkap Polisi Korea Selatan
Dunia

Gembong Primadjaja Akan Bant..

19 April 2021 19:36
Polisi Korea Selatan Tangkap Alumni ITB, Tersangkut Kasus Transaksi Elektronik
Dunia

Polisi Korea Selatan Tangkap..

19 April 2021 19:19