Menuju Turki Yang Lebih Demokratis, Erdogan Luncurkan 11 Prinsip Utama Rencana HAM

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan/Net

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan meluncurkan Rencana Aksi Hak Asasi Manusia yang baru dan lebih inovatif. Peluncuran tersebut sebagai tanggapan atas keinginan dan kebutuhan publik Turki, dan diharapkan akan dilaksanakan dalam dua tahun mendatang.

“Ini memiliki 11 prinsip, yang pertama adalah fakta bahwa hak asasi manusia berada di bawah perlindungan hukum,” kata Erdogan, seperti dikutip dari Daily Sabah, Selasa (2/3).

Hal tersebut disampaikan Erdogan saat berbicara di Pusat Kebudayaan dan Kongres Nasional Bestepe di ibu kota Ankara. Dalam pidatonya, Erdogan menekankan bahwa rencana tersebut adalah buah dari konsultasi berbasis luas dengan publik Turki.

“Rencana aksi yang akan kami jelaskan hari ini adalah contoh dari keinginan kami untuk perubahan dan reformasi yang terus dan akan terus berlanjut,” ujarnya.

Langkah-langkah yang diperlukan untuk pelaksanaan rencana tersebut akan diambil dengan tekad dan bahwa mereka akan berbagi program reformasi ekonomi negara minggu depan.

“Kami akan terus mendukung warga terhadap segala jenis ancaman martabat, kepercayaan, nilai, dan kehidupan masyarakat,” tambahnya, seraya mengatakan bahwa rencana baru tersebut mencakup sembilan tujuan utama, 50 sasaran, dan 393 tindakan.

Presiden Turki mencantumkan prinsip-prinsip yang membentuk komitmen negara, antara lain orang menikmati hak yang tidak dapat dicabut yang diberikan sejak lahir, dan merupakan kewajiban negara untuk melindungi dan mengembangkan hak-hak ini.

Martabat manusia sebagai inti dari semua hak, berada di bawah perlindungan hukum yang efektif.

Setiap orang sama di depan hukum, tanpa diskriminasi atas dasar bahasa, agama, ras, warna kulit, jenis kelamin, pendapat politik, keyakinan filosofis, aliran, atau faktor serupa.

Memberikan pelayanan publik kepada semua orang secara setara, tidak memihak, dan jujur ​​merupakan ciri utama dari semua kegiatan administrasi.

Undang-undang harus menjabarkan aturan yang tegas, jelas, dapat dipahami, dan dapat diprediksi tanpa menimbulkan keraguan, dan otoritas publik harus menerapkan aturan ini tanpa mengorbankan prinsip.

Beralih ke hak-hak non-Muslim di Turki, Erdogan berkata, “Turki sedang merevisi Undang-Undang Dasar tentang pembentukan dan pemilihan dewan direktur asosiasi komunitas non-Muslim."

Selain itu, staf dan mahasiswa sektor publik dan swasta akan diizinkan untuk mengambil cuti untuk hari raya keagamaan yang mereka amati, terlepas dari keyakinan mereka.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Rekaman CCTV Anggota Brimob Tewas Dikeroyok

Senin, 19 April 2021
Video

Obrolan Bareng Bang Ruslan • Reshuffle Kabinet Dan Koalisi 2024

Selasa, 20 April 2021
Video

Rekaman CCTV Kecelakaan Di Cileungsi, Mobil Box Parkir Ditabrak Mobil Box

Selasa, 20 April 2021

Artikel Lainnya

Ketegangan Meningkat, Zelensky Tantang Putin Bertemu Di Donbas
Dunia

Ketegangan Meningkat, Zelens..

21 April 2021 11:56
Jadi Korban Penipuan Telepon, Lansia Hong Kong Rugi Rp 465 Miliar
Dunia

Jadi Korban Penipuan Telepon..

21 April 2021 11:37
Letusan La Soufriere Berdampak Parah, PBB Galang Dana Bantuan
Dunia

Letusan La Soufriere Berdamp..

21 April 2021 10:56
Dikritik Lambat Lakukan Vaksinasi, PM Thailand: Kami Tidak Ingin Membahayakan Rakyat
Dunia

Dikritik Lambat Lakukan Vaks..

21 April 2021 10:43
Duta Besar Belize Untuk Taiwan Candice Pitts Serahkan Surat Kuasa Pada Presiden Tsai Ing-wen
Dunia

Duta Besar Belize Untuk Taiw..

21 April 2021 10:31
Ukraina: Rusia Akan Mengerahkan 120 Ribu Pasukannya Ke Perbatasan
Dunia

Ukraina: Rusia Akan Mengerah..

21 April 2021 10:22
Pendukung Alexei Navalny Siapkan Aksi Protes Selama Pidato Nasional Vladimir Putin
Dunia

Pendukung Alexei Navalny Sia..

21 April 2021 09:51
Rwanda: Prancis Terlibat Dalam Genosida 1994
Dunia

Rwanda: Prancis Terlibat Dal..

21 April 2021 09:32