Dianggap Bertanggung Jawab Atas Serangan Di Yaman, Biden Jatuhkan Sanksi Pada Dua Pimpinan Houthi

Presiden Joe Biden/Net

Amerika Serikat mengumumkan sanksi terhadap dua komandan Houthi, Mansour al-Saadi dan Ahmad Ali Ahsan al-Hamzi pada Selasa (2/3), beberapa minggu setelah Joe Biden mencabut penunjukan teroris pada kelompok yang didukung Iran itu.

Dalam sebuah pernyataan, Departemen Keuangan AS mengatakan, keduanya dijatuhi sanksi karena dianggap bertanggung jawab atas serangan kelompok tersebut yang telah berdampak pada situasi Yaman dan kawasan. Departemen juga mengatakan bahwa Kantor Pengendalian Aset Luar Negeri (OFAC) memasukkan dua militan utama Houthi itu ke daftar hitam.

"Mereka bertanggung jawab mengatur serangan oleh pasukan Houthi yang berdampak pada warga sipil Yaman, negara-negara perbatasan, dan kapal komersial di perairan internasional," kata pernyataan tersebut, seperti dikutip dari Al-Arabiya, Selasa (2/3).

Langkah terbaru yang diambil AS itu dilakukan setelah pemerintah Biden mendapat kecaman luas karena dinilai telah bersikap lunak terhadap Iran dan proksi-proksinya di sekitar wilayah tersebut.

Seperti diketahui, mantan Presiden Donald Trump menunjuk Houthi sebagai organisasi teroris jelang lengsernya dia dari Gedung Putih, tetapi salah satu langkah kebijakan luar negeri pertama pemerintahan Biden adalah mencabut penunjukan tersebut.  

Keputusan Biden juga termasuk mengeluarkan pemimpin kelompok dan dua pejabat senior lainnya dari daftar Teroris Global yang Ditunjuk Khusus (SDGT).

Washington sendiri telah mengatakan bahwa mereka akan mengakhiri dukungan untuk 'operasi ofensif' Arab Saudi di Yaman. Dan, sanksi Selasa menjadi langkah pertama yang dilakukan oleh pemerintahan Biden untuk meminta pertanggungjawaban Houthi.

"Amerika Serikat mengutuk penghancuran situs sipil oleh militan Houthi yang ditunjuk hari ini. Orang-orang ini memimpin pasukan yang memperburuk krisis kemanusiaan di Yaman," kata Direktur Kantor Pengawasan Aset Luar Negeri (OFAC) Andrea Gacki.  

"Amerika Serikat tetap berkomitmen untuk mempromosikan akuntabilitas kepemimpinan Houthi atas tindakan mereka, yang telah berkontribusi pada penderitaan luar biasa rakyat Yaman," lanjutnya.

Sebelumnya, pada Senin (1/3), Departemen Luar Negeri mengisyaratkan bahwa mereka akan meminta pertanggungjawaban Houthi atas tindakan mereka di Yaman.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Ketika Anies Baswedan Mempengaruhi Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB)

Minggu, 18 April 2021
Video

RMOL World View • Antara AS, Iran Dan Israel

Senin, 19 April 2021
Video

Rekaman CCTV Anggota Brimob Tewas Dikeroyok

Senin, 19 April 2021

Artikel Lainnya

Beijing: Invasi Jepang Ciptakan Malapetaka Besar Bagi Negara-negara Asia, Terutama China
Dunia

Beijing: Invasi Jepang Cipta..

20 April 2021 06:22
Hadiri World Tour Contact-Free, Dubes Umar Hadi: Jangan Hanyut Dengan Corona Blues
Dunia

Hadiri World Tour Contact-Fr..

20 April 2021 04:43
Annalena Baerbock, Kandidat Kuat Pengganti Angela Merkel Di Kursi Kanselir Jerman
Dunia

Annalena Baerbock, Kandidat ..

19 April 2021 23:21
PM Pakistan Ajak Negara Mayoritas Muslim Satu Suara Untuk Kriminalisasi Penistaan Terhadap Islam
Dunia

PM Pakistan Ajak Negara Mayo..

19 April 2021 22:53
Uni Eropa Jatuhkan Sanksi Segar, 10 Pejabat Junta Militer Dan 2 Perusahaan Myanmar Jadi Target
Dunia

Uni Eropa Jatuhkan Sanksi Se..

19 April 2021 21:55
Akhirnya Rusia Pindahkan Alexei Navalny Ke Rumah Sakit
Dunia

Akhirnya Rusia Pindahkan Ale..

19 April 2021 20:30
Gembong Primadjaja Akan Bantu Maksimal Alumni ITB Yang Ditangkap Polisi Korea Selatan
Dunia

Gembong Primadjaja Akan Bant..

19 April 2021 19:36
Polisi Korea Selatan Tangkap Alumni ITB, Tersangkut Kasus Transaksi Elektronik
Dunia

Polisi Korea Selatan Tangkap..

19 April 2021 19:19