Demi Uni Eropa, Erdogan Bersumpah Perkuat Aturan Hukum Di Turki

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan/Net

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berjanji akan memperbaiki catatan hak asasi manusia di negaranya, menjelang penilaian utama Uni Eropa. Pelanggaran hak asasi manusia telah menjadi kendala utama dalam permintaan Turki untuk bergabung dengan blok itu, yang akan mengadakan penilaian tingkat tinggi di Brussel akhir bulan ini.

Turki telah terkait dengan sejumlah tindakan keras yang semakin otoriter terhadap perbedaan pendapat baik dalam negeri maupun luar negeri.

Di mata negara-negara Barat, Erdogan telah melakukan banyak pelanggaran, seperti menyingkirkan oposisi, membungkam atau mengkooptasi media yang kritis, menumpas para hakim yang independen dan menggantinya dengan loyalis partai, serta memenjarakan sejumlah jurnalis dan teroris.

Namun, dalam presentasinya pada Selasa (2/3) di Ankara, Turki menegaskan akan menekan blok tersebut untuk mengesampingkan persyaratan visa bagi warga negara Turki dan bertukar informasi tentang investasi asing untuk mencoba meredakan kekhawatiran UE tentang keamanan, pencucian uang dan pendanaan teroris.

Erdogan kemudian memaparkan tujuan pemerintahannya untuk lebih memperkuat supremasi hukum berdasarkan hak asasi manusia, demi untuk memperbaiki catatan HAM di negara itu.

Ia mengatakan akan merevisi partai politik dan undang-undang pemilu untuk meningkatkan partisipasi demokrasi, meningkatkan efektivitas organisasi hak asasi manusia, mengungkap keputusan ombudsman dan lembaga hak asasi manusia dan kesetaraan dengan membentuk komisi pemantau hak asasi manusia yang  independen.

Selain itu ia akan merevisi ketentuan tentang pemilihan dan susunan direksi yayasan non muslim dan memastikan semua karyawan sektor publik dan swasta dan siswa dari semua agama diizinkan untuk merayakan hari raya keagamaan mereka.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Ketika Anies Baswedan Mempengaruhi Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB)

Minggu, 18 April 2021
Video

RMOL World View • Antara AS, Iran Dan Israel

Senin, 19 April 2021
Video

Rekaman CCTV Anggota Brimob Tewas Dikeroyok

Senin, 19 April 2021

Artikel Lainnya

Beijing: Invasi Jepang Ciptakan Malapetaka Besar Bagi Negara-negara Asia, Terutama China
Dunia

Beijing: Invasi Jepang Cipta..

20 April 2021 06:22
Hadiri World Tour Contact-Free, Dubes Umar Hadi: Jangan Hanyut Dengan Corona Blues
Dunia

Hadiri World Tour Contact-Fr..

20 April 2021 04:43
Annalena Baerbock, Kandidat Kuat Pengganti Angela Merkel Di Kursi Kanselir Jerman
Dunia

Annalena Baerbock, Kandidat ..

19 April 2021 23:21
PM Pakistan Ajak Negara Mayoritas Muslim Satu Suara Untuk Kriminalisasi Penistaan Terhadap Islam
Dunia

PM Pakistan Ajak Negara Mayo..

19 April 2021 22:53
Uni Eropa Jatuhkan Sanksi Segar, 10 Pejabat Junta Militer Dan 2 Perusahaan Myanmar Jadi Target
Dunia

Uni Eropa Jatuhkan Sanksi Se..

19 April 2021 21:55
Akhirnya Rusia Pindahkan Alexei Navalny Ke Rumah Sakit
Dunia

Akhirnya Rusia Pindahkan Ale..

19 April 2021 20:30
Gembong Primadjaja Akan Bantu Maksimal Alumni ITB Yang Ditangkap Polisi Korea Selatan
Dunia

Gembong Primadjaja Akan Bant..

19 April 2021 19:36
Polisi Korea Selatan Tangkap Alumni ITB, Tersangkut Kasus Transaksi Elektronik
Dunia

Polisi Korea Selatan Tangkap..

19 April 2021 19:19