Antara Perwakilan Pemerintahan Sipil Atau Militer Myanmar, Siapa Yang Akan Dipilih PBB?

Duta Besar Myanmar untuk PBB, Kyaw Moe Tun/Net

Persoalan mengenai siapa yang dapat mewakili Myanmar di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tengah menjadi perdebatan.

Jurubicara PBB Stephane Dujarric mengatakan bahwa pihaknya telah menerima dua surat kontradiktif yang berasal dari pemerintahan militer dan utusan yang dikirim pemerintahan sipil Myanmar yang digulingkan.

Pada Jumat (26/2), Duta Besar Myanmar untuk PBB Kyaw Moe Tun mengecam kudeta militer dan meminta komunitas internasional memulihkan pemerintahan sipil.

Sehari setelahnya, Sabtu (27/2), pemerintah militer Myanmar menyebut bahwa Kyaw Moe Tun telah dipecat. Namun PBB tidak menanggapi pencopotan itu karena belum mendapatkan pemberitahuan pergantian pemerintahan secara resmi.

Kemudian pada Senin (1/3), Kyaw Moe Tun mengirim surat kepada presiden Majelis Umum PBB untuk menegaskan bahwa ia masih memegang jabatan tersebut.

"Pelaku kudeta yang tidak sah tidak memiliki kewenangan untuk melawan otoritas sah negara saya," tulisnya dalam surat itu, seperti dikutip AFP.

"Karena itu saya ingin mengkonfirmasikan kepada Anda bahwa saya tetap menjadi wakil tetap Myanmar untuk PBB," tambahnya.

Setelah itu, pada Selasa (2/3), Kementerian Luar Negeri Myanmar yang dikuasai militer mengirim catatan verbal ke PBB, berisi bahwa kyaw Moe Tun telah dicopot.

"Kementerian luar negeri ... mendapat kehormatan untuk menginformasikan bahwa dewan administrasi negara republik Persatuan Myanmar menghentikan tugas dan tanggung jawab duta besar Kyaw Moe Tun," kata catatan itu.

"Saat ini, Tin Maung Naing, wakil duta besar perwakilan tetap, telah ditugaskan sebagai kuasa hukum ad interim dari misi permanen," tambah catatan itu.

Dujarric mengatakan saat ini PBB tengah memeriksa surat-surat itu untuk mempertimbangkan langkah apa yang dapat dilakukan.

"Kami sedang memeriksa surat-surat itu, dari mana asalnya dan apa yang akan kami lakukan," katanya.

Komite akreditasi dan protokol PBB juga akan menyelidiki masalah ini dan kemudian merujuknya ke Majelis Umum.

Dujarric mengatakan bahwa utusan PBB untuk Myanmar, Christine Schraner Burgener, yang saat ini berada di Swiss, melanjutkan pembicaraannya dengan berbagai pihak mengenai situasi saat ini.

Kolom Komentar


Video

Ketika Anies Baswedan Mempengaruhi Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB)

Minggu, 18 April 2021
Video

RMOL World View • Antara AS, Iran Dan Israel

Senin, 19 April 2021
Video

Rekaman CCTV Anggota Brimob Tewas Dikeroyok

Senin, 19 April 2021

Artikel Lainnya

Beijing: Invasi Jepang Ciptakan Malapetaka Besar Bagi Negara-negara Asia, Terutama China
Dunia

Beijing: Invasi Jepang Cipta..

20 April 2021 06:22
Hadiri World Tour Contact-Free, Dubes Umar Hadi: Jangan Hanyut Dengan Corona Blues
Dunia

Hadiri World Tour Contact-Fr..

20 April 2021 04:43
Annalena Baerbock, Kandidat Kuat Pengganti Angela Merkel Di Kursi Kanselir Jerman
Dunia

Annalena Baerbock, Kandidat ..

19 April 2021 23:21
PM Pakistan Ajak Negara Mayoritas Muslim Satu Suara Untuk Kriminalisasi Penistaan Terhadap Islam
Dunia

PM Pakistan Ajak Negara Mayo..

19 April 2021 22:53
Uni Eropa Jatuhkan Sanksi Segar, 10 Pejabat Junta Militer Dan 2 Perusahaan Myanmar Jadi Target
Dunia

Uni Eropa Jatuhkan Sanksi Se..

19 April 2021 21:55
Akhirnya Rusia Pindahkan Alexei Navalny Ke Rumah Sakit
Dunia

Akhirnya Rusia Pindahkan Ale..

19 April 2021 20:30
Gembong Primadjaja Akan Bantu Maksimal Alumni ITB Yang Ditangkap Polisi Korea Selatan
Dunia

Gembong Primadjaja Akan Bant..

19 April 2021 19:36
Polisi Korea Selatan Tangkap Alumni ITB, Tersangkut Kasus Transaksi Elektronik
Dunia

Polisi Korea Selatan Tangkap..

19 April 2021 19:19