Pengadilan Kriminal Internasional Luncurkan Penyelidikan Kejahatan Di Wilayah Palestina

Jaksa Pengadilan Kriminal Internasional (ICC), Fatou Bensouda/Net

Perseteruan yang telah berlangsung lama antara Israel dan Palestina akan segera memasuki babak baru. Hal itu ditandai dengan adanya pernyataan dari jaksa Pengadilan Kriminal Internasional (ICC), Fatou Bensouda pada Rabu (3/3).

Bensouda mengatakan bahwa dia telah meluncurkan penyelidikan atas dugaan kejahatan yang dilakukan Israel terhadap Palestina dalam konflik yang telah berlangsung lebih dari setengah abad tersebut.

Selain menyelidiki kejahatan yang dilakukan Israel, penyelidikan kemungkinan juga akan menyelidiki dugaan kejahatan yang dilakukan oleh militan Palestina. Bensouda mengatakan penyelidikannya akan menyelidiki tindakan Hamas  yang menembakkan roket tanpa pandang bulu ke Israel selama perang 2014.

Dalam sebuah pernyataan, dia mengatakan bahwa penyelidikan akan menelusuri 'kejahatan dalam yurisdiksi Pengadilan yang diduga telah dilakukan' sejak 13 Juni 2014, dan bahwa penyelidikan akan dilakukan secara independen, tidak memihak dan obyektif, tanpa rasa takut atau kebaikan.

Pada 2019 Bensouda juga pernah mengatakan bahwa ada 'dasar yang masuk akal' untuk membuka penyelidikan kejahatan perang terhadap tindakan militer Israel di Jalur Gaza serta aktivitas pemukiman Israel di Tepi Barat yang diduduki.

Israel dengan cepat mengutuk keputusan tersebut. Menteri Luar Negerinya, Gabi Ashkenazi, menyebutnya sebagai 'tindakan kebangkrutan moral dan hukum'.

"Israel akan mengambil setiap langkah yang diperlukan untuk melindungi warga dan tentaranya dari penganiayaan hukum," ujarnya seperti dikutip dari AFP, Kamis (4/3).

Berbeda dengan Israel, Otoritas Palestina menyambut baik langkah Rabu.

"Langkah yang telah lama ditunggu ini melayani upaya keras Palestina untuk mencapai keadilan dan akuntabilitas sebagai basis yang sangat diperlukan untuk perdamaian," kata Kementerian Luar Negeri Palestina, seraya menyerukan agar penyelidikan dilakukan segera.

"Kejahatan yang dilakukan oleh para pemimpin pendudukan terhadap rakyat Palestina berlangsung lama, sistematis dan menjangkau jauh," lanjut pernyataan tersebut.

Sambutan positif juga datang dari kelompok Hamas. Mereka menyambut baik dimulainya penyelidikan dan meminta Bensouda untuk 'menahan tekanan apa pun' yang dapat membatalkan proses tersebut.

"Ini adalah langkah maju untuk menerapkan keadilan, menghukum pendudukan dan melakukan keadilan kepada rakyat Palestina," kata juru bicara Hamas Hazem Qassem kepada Associated Press.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Ketika Anies Baswedan Mempengaruhi Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB)

Minggu, 18 April 2021
Video

RMOL World View • Antara AS, Iran Dan Israel

Senin, 19 April 2021
Video

Rekaman CCTV Anggota Brimob Tewas Dikeroyok

Senin, 19 April 2021

Artikel Lainnya

Beijing: Invasi Jepang Ciptakan Malapetaka Besar Bagi Negara-negara Asia, Terutama China
Dunia

Beijing: Invasi Jepang Cipta..

20 April 2021 06:22
Hadiri World Tour Contact-Free, Dubes Umar Hadi: Jangan Hanyut Dengan Corona Blues
Dunia

Hadiri World Tour Contact-Fr..

20 April 2021 04:43
Annalena Baerbock, Kandidat Kuat Pengganti Angela Merkel Di Kursi Kanselir Jerman
Dunia

Annalena Baerbock, Kandidat ..

19 April 2021 23:21
PM Pakistan Ajak Negara Mayoritas Muslim Satu Suara Untuk Kriminalisasi Penistaan Terhadap Islam
Dunia

PM Pakistan Ajak Negara Mayo..

19 April 2021 22:53
Uni Eropa Jatuhkan Sanksi Segar, 10 Pejabat Junta Militer Dan 2 Perusahaan Myanmar Jadi Target
Dunia

Uni Eropa Jatuhkan Sanksi Se..

19 April 2021 21:55
Akhirnya Rusia Pindahkan Alexei Navalny Ke Rumah Sakit
Dunia

Akhirnya Rusia Pindahkan Ale..

19 April 2021 20:30
Gembong Primadjaja Akan Bantu Maksimal Alumni ITB Yang Ditangkap Polisi Korea Selatan
Dunia

Gembong Primadjaja Akan Bant..

19 April 2021 19:36
Polisi Korea Selatan Tangkap Alumni ITB, Tersangkut Kasus Transaksi Elektronik
Dunia

Polisi Korea Selatan Tangkap..

19 April 2021 19:19