Facebook Sapu Bersih Akun Terkait Militer Thailand Yang Pengaruhi Informasi

Pangkalan Angkatan Darat di Bangkok/Net

Sebanyak 185 akun Facebook yang dijalankan militer Thailand dan diduga terlibat dalam 'mempengaruhi informasi' telah dihapus oleh pihak Facebook.

Akun-akun itu disapu bersih karena terlibat dalam 'perilaku tidak autentik dan terkoordinasi'.

Secara terperinci, yang dihapus itu adalah 77 akun, 72 halaman, dan 18 grup, ditambah dengan 18 akun Instagram.

Ini pertama kalinya Facebook mengambil tindakan seperti itu terhadap akun yang terkait dengan pemerintah Thailand.

Facebook mengatakan akun tersebut terkait dengan militer Thailand dan menargetkan orang-orang di provinsi selatan, seperti dikutip dari Bangkok Post, Kamis (4/3).

Bagian selatan negara itu telah menjadi tempat konflik selama beberapa dekade, dengan kelompok pemberontak di wilayah yang mayoritas Muslim, berbahasa Melayu, untuk  menyerukan kemerdekaan, yang menyebabkan sekitar 7.000 orang telah tewas dalam perjuangan yang sedang berlangsung.
Facebook mengatakan akun yang dihapus itu aktif tahun lalu dan menggunakan akun palsu untuk mengelola halaman dan grup, baik secara terbuka sebagai halaman militer maupun halaman yang menyembunyikan tautan mereka ke militer.

Namun, sejauh ini pihak militer tidak memberikan komentar tentang penghapusan akun Facebook tersebut. .

Kepala Kebijakan Keamanan Siber di Facebook, Nathaniel Gleicher, telah mengonfirmasi alasan di balik keputusan platform tersebut.

“Ini adalah pertama kalinya kami mengaitkan salah satu pencopotan kami dengan kaitannya dengan militer Thailand. Kami menemukan hubungan yang jelas antara operasi ini dan Komando Operasi Keamanan Internal. Kami dapat melihat bahwa semua akun dan grup ini diikat menjadi satu sebagai bagian dari operasi ini,” katanya seperti dikutip dari Reuters.

Pada Oktober tahun lalu, Twitter telah menghapus akun yang terkait dengan militer Thailand. Sebanyak 926 akun yang dikatakan memiliki tautan ke tentara dan memposting konten pro-militer dan pro-pemerintah diberangus. Namun, tentara Thailand membantah terlibat dengan akun tersebut.

Pada November, Twitter juga menangguhkan akun yang memposting konten pro-monarki yang ditemukan memiliki tautan ke istana dan ke ribuan akun lain yang memposting konten serupa.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Ketika Anies Baswedan Mempengaruhi Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB)

Minggu, 18 April 2021
Video

RMOL World View • Antara AS, Iran Dan Israel

Senin, 19 April 2021
Video

Rekaman CCTV Anggota Brimob Tewas Dikeroyok

Senin, 19 April 2021

Artikel Lainnya

Beijing: Invasi Jepang Ciptakan Malapetaka Besar Bagi Negara-negara Asia, Terutama China
Dunia

Beijing: Invasi Jepang Cipta..

20 April 2021 06:22
Hadiri World Tour Contact-Free, Dubes Umar Hadi: Jangan Hanyut Dengan Corona Blues
Dunia

Hadiri World Tour Contact-Fr..

20 April 2021 04:43
Annalena Baerbock, Kandidat Kuat Pengganti Angela Merkel Di Kursi Kanselir Jerman
Dunia

Annalena Baerbock, Kandidat ..

19 April 2021 23:21
PM Pakistan Ajak Negara Mayoritas Muslim Satu Suara Untuk Kriminalisasi Penistaan Terhadap Islam
Dunia

PM Pakistan Ajak Negara Mayo..

19 April 2021 22:53
Uni Eropa Jatuhkan Sanksi Segar, 10 Pejabat Junta Militer Dan 2 Perusahaan Myanmar Jadi Target
Dunia

Uni Eropa Jatuhkan Sanksi Se..

19 April 2021 21:55
Akhirnya Rusia Pindahkan Alexei Navalny Ke Rumah Sakit
Dunia

Akhirnya Rusia Pindahkan Ale..

19 April 2021 20:30
Gembong Primadjaja Akan Bantu Maksimal Alumni ITB Yang Ditangkap Polisi Korea Selatan
Dunia

Gembong Primadjaja Akan Bant..

19 April 2021 19:36
Polisi Korea Selatan Tangkap Alumni ITB, Tersangkut Kasus Transaksi Elektronik
Dunia

Polisi Korea Selatan Tangkap..

19 April 2021 19:19