YouTube Siap Cabut Penangguhan Kanal Trump Jika Sudah Tak Berisiko

Kanal YouTube mantan Presiden AS Donald Trump/Net

YouTube akan mencabut penangguhan kanal milik mantan Presiden Donald Trump jika risiko kekerasan politik telah menurun.

Begitu yang diungkap oleh sang CEO platform digital tersebut, Susan Wojcicki, seperti dikutip The Independent, Jumat (5/3).

Ia mengatakan, saat ini perusahaan masih melihat peningkatan risiko, dan akan terus memantau aktivitas serta penegakan hukum untuk memutuskan waktu yang tepat untuk membuka akun Trump.

Pamantauan juga termasuk peringatan pemerintah, kegiatan penegak hukum, dan retorika yang dipantau di YouTube itu sendiri.

"Saya ingin mengonfirmasi bahwa kami akan mencabut penangguhan saluran tersebut, ketika kami menentukan bahwa risiko kekerasan telah menurun," ujar Wojcicki, ketika hadir dalam acara Dewan Atlantik.

"Di mana kita berdiri hari ini, sulit bagi saya untuk mengatakan kapan itu akan terjadi, tetapi cukup jelas bahwa saat ini di mana kita berdiri masih ada risiko kekerasan yang meningkat.

YouTube telah menangguhkan akun Trump sejak 12 Januari, kurang dari sepekan setelah insiden kerusuhan di Capitol Hill.

Pada 6 Januari, pendukung Trump menyerang Capitol Hill untuk menghentikan Kongres mengesahkan kemenangan Presiden Joe Biden. Insiden itu membuat lima orang meninggal dunia, termasuk seorang anggota polisi.

Penangguhan pertama Trump oleh YouTube dilakukan secara otomatis dan selama tujuh hari setelah video yang diunggah ke akun tersebut melanggar pedoman. Namun YouTube kemudian memerpanjang penangguhan menjadi tanpa batas waktu.

Selain YouTube, Trump juga dilarang berada di Facebook dan Twitter. Twitter menyebut penangguhan akun Trump bersifat permanen, sementara Facebook tidak terbatas.

Kolom Komentar


Video

Rekaman CCTV Anggota Brimob Tewas Dikeroyok

Senin, 19 April 2021
Video

Obrolan Bareng Bang Ruslan • Reshuffle Kabinet Dan Koalisi 2024

Selasa, 20 April 2021
Video

Rekaman CCTV Kecelakaan Di Cileungsi, Mobil Box Parkir Ditabrak Mobil Box

Selasa, 20 April 2021

Artikel Lainnya

Ketegangan Meningkat, Zelensky Tantang Putin Bertemu Di Donbas
Dunia

Ketegangan Meningkat, Zelens..

21 April 2021 11:56
Jadi Korban Penipuan Telepon, Lansia Hong Kong Rugi Rp 465 Miliar
Dunia

Jadi Korban Penipuan Telepon..

21 April 2021 11:37
Letusan La Soufriere Berdampak Parah, PBB Galang Dana Bantuan
Dunia

Letusan La Soufriere Berdamp..

21 April 2021 10:56
Dikritik Lambat Lakukan Vaksinasi, PM Thailand: Kami Tidak Ingin Membahayakan Rakyat
Dunia

Dikritik Lambat Lakukan Vaks..

21 April 2021 10:43
Duta Besar Belize Untuk Taiwan Candice Pitts Serahkan Surat Kuasa Pada Presiden Tsai Ing-wen
Dunia

Duta Besar Belize Untuk Taiw..

21 April 2021 10:31
Ukraina: Rusia Akan Mengerahkan 120 Ribu Pasukannya Ke Perbatasan
Dunia

Ukraina: Rusia Akan Mengerah..

21 April 2021 10:22
Pendukung Alexei Navalny Siapkan Aksi Protes Selama Pidato Nasional Vladimir Putin
Dunia

Pendukung Alexei Navalny Sia..

21 April 2021 09:51
Rwanda: Prancis Terlibat Dalam Genosida 1994
Dunia

Rwanda: Prancis Terlibat Dal..

21 April 2021 09:32