Dua Jenazah Muslim Pertama Korban Covid-19 Di Sri Lanka Dikuburkan, Menandai Diakhirinya Aturan Kremasi Paksa

Pengunjuk rasa di Sri Lanka, tolak kremasi bagi Muslim/Net

Pemerintah Sri Lanka akhirnya mengizinkan jenazah Muslim yang meninggal karena terpapar Covid-19 untuk dikuburkan, bukan lagi dikremasi seperti keputusan sebelumnya.

Izin penguburan pertama itu diberikan kepada dua orang Muslim yang meninggal karena Covid-19 pada Jumat (5/3) waktu setempat.

Pemimpin komunitas Ali Zahir Moulana mengatakan dua orang tersebut adalah seorang pria berusia 55 tahun dan seorang wanita berusia 66 tahun, keduanya dimakamkan di pesisir Oddamavadi, 300 kilometer (187 mil) timur Kolombo.

“Terima kasih Tuhan. Akhirnya, kami mendapat hak penguburan,” ujar Moulana, seperti dikutip dari AFP, Jumat (5/3).

Sebelumnya, pemerintah Sri Lanka melarang penguburan jenazah korban Covid-19 dan menerapkan kebijakan kremasi paksa pada bulan April. Penyebabnya, mereka khawatir mayat-mayat itu akan mencemari lingkungan, meskipun para ahli menjamin bahwa mereka tidak akan menyebarkan virus.

Seorang pejabat tinggi polisi mengkonfirmasi bahwa penguburan dimulai di Oddamavadi dan mengatakan setidaknya ada 27 jenazah Muslim lainnya yang masih disimpan di kamar mayat rumah sakit akan segera dimakamkan.

Muslim Sri Lanka, yang merupakan 10 persen dari 21 juta penduduknya, menentang kebijakan kremasi paksa, dengan menunjukkan bahwa praktik tersebut dilarang menurut hukum Islam.

Sri Lanka mencatat jumlah kematian sebanyak 489 kasus hingga JUmat (5/3) yang setengah jumlahnya adalah warga Muslim. Muslim di sana enggan mencari bantuan medis, takut mereka akan dikremasi jika mereka diidentifikasi sebagai pasien Covid.

Hingga Jumat (5/3), Sri Lanka telah mencatat lebih dari 84.000 infeksi virus corona.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Ketika Anies Baswedan Mempengaruhi Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB)

Minggu, 18 April 2021
Video

RMOL World View • Antara AS, Iran Dan Israel

Senin, 19 April 2021
Video

Rekaman CCTV Anggota Brimob Tewas Dikeroyok

Senin, 19 April 2021

Artikel Lainnya

Beijing: Invasi Jepang Ciptakan Malapetaka Besar Bagi Negara-negara Asia, Terutama China
Dunia

Beijing: Invasi Jepang Cipta..

20 April 2021 06:22
Hadiri World Tour Contact-Free, Dubes Umar Hadi: Jangan Hanyut Dengan Corona Blues
Dunia

Hadiri World Tour Contact-Fr..

20 April 2021 04:43
Annalena Baerbock, Kandidat Kuat Pengganti Angela Merkel Di Kursi Kanselir Jerman
Dunia

Annalena Baerbock, Kandidat ..

19 April 2021 23:21
PM Pakistan Ajak Negara Mayoritas Muslim Satu Suara Untuk Kriminalisasi Penistaan Terhadap Islam
Dunia

PM Pakistan Ajak Negara Mayo..

19 April 2021 22:53
Uni Eropa Jatuhkan Sanksi Segar, 10 Pejabat Junta Militer Dan 2 Perusahaan Myanmar Jadi Target
Dunia

Uni Eropa Jatuhkan Sanksi Se..

19 April 2021 21:55
Akhirnya Rusia Pindahkan Alexei Navalny Ke Rumah Sakit
Dunia

Akhirnya Rusia Pindahkan Ale..

19 April 2021 20:30
Gembong Primadjaja Akan Bantu Maksimal Alumni ITB Yang Ditangkap Polisi Korea Selatan
Dunia

Gembong Primadjaja Akan Bant..

19 April 2021 19:36
Polisi Korea Selatan Tangkap Alumni ITB, Tersangkut Kasus Transaksi Elektronik
Dunia

Polisi Korea Selatan Tangkap..

19 April 2021 19:19