Spesialis Keamanan Komputer AS: 30.000 Organisasi Di Seluruh Amerika Serikat Diretas Unit Spionase Dunia Maya China

Ilustrasi/Net

Spesialis keamanan komputer asal Amerika, Brian Krebs mengatakan, setidaknya 30.000 organisasi AS termasuk pemerintah lokal telah diretas dalam beberapa hari terakhir oleh kampanye spionase dunia maya asal China yang ‘sangat agresif’.

Krebs mengatakan dalam sebuah posting di situs web berita keamanan cyber-nya, bahwa kampanye tersebut telah mengeksploitasi baru-baru ini, dan menemukan kelemahan dalam perangkat lunak Microsoft Exchange, mencuri email dan menginfeksi server komputer dengan alat yang memungkinkan penyerang mengambil kendali dari jarak jauh.

“Setelah Microsoft merilis tambalan untuk kerentanan pada hari Selasa, serangan ‘meningkat secara dramatis’  pada server yang belum diperbarui dengan perbaikan keamanan,” kata Krebs, yang mengutip sumber yang tidak disebutkan namanya yang mengetahui situasi tersebut, seperti dikutip dari AFP, Sabtu (6/3).

Dia melaporkan bahwa 'orang dalam' mengatakan peretas telah ‘menguasai’ ribuan sistem komputer di seluruh dunia menggunakan perangkat lunak yang dilindungi sandi yang dimasukkan ke dalam sistem.

Menanggapi laporan tersebut, juru bicara Gedung Putih Jennifer Psaki mengatakan bahwa “ini adalah ancaman aktif”.

“Setiap orang yang menjalankan server ini perlu bertindak sekarang untuk menambalnya. Kami khawatir ada banyak korban,” katanya ketika ditanya tentang situasi selama jumpa pers.

Awal pekan ini Microsoft mengatakan bahwa grup peretasan yang disponsori negara yang beroperasi di luar China mengeksploitasi kelemahan keamanan yang sebelumnya tidak diketahui dalam layanan email Exchange untuk mencuri data dari pengguna bisnis.

Perusahaan tersebut mengatakan kelompok peretas, yang dinamai ‘Hafnium’ ini adalah aktor yang sangat terampil dan canggih.

Di masa lalu, kelompok Hafnium menargetkan perusahaan yang berbasis di AS termasuk peneliti penyakit menular, firma hukum, universitas, kontraktor pertahanan, lembaga think tank, dan LSM.

Dalam sebuah posting blog pada hari Selasa, eksekutif Microsoft Tom Burt mengatakan perusahaan telah merilis pembaruan untuk memperbaiki kelemahan keamanan, yang berlaku untuk versi perangkat lunak lokal daripada versi berbasis cloud, dan mendesak pelanggan untuk menerapkannya.

Microsoft mengatakan kelompok itu berbasis di China tetapi beroperasi melalui server pribadi virtual yang disewa di Amerika Serikat, dan telah memberi pengarahan kepada pemerintah AS.

Beijing sebelumnya membalas tuduhan AS atas pencurian dunia maya yang disponsori negara. Tahun lalu mereka menuduh Washington melakukan pencemaran nama baik menyusul tuduhan bahwa peretas China berusaha mencuri penelitian virus korona.

Pada bulan Januari, badan intelijen dan penegakan hukum AS mengatakan Rusia mungkin berada di balik peretasan SolarWinds besar-besaran yang mengguncang pemerintah dan keamanan perusahaan, bertentangan dengan presiden saat itu Donald Trump, yang telah mengatakan bahwa China-lah yang bersalah.

Microsoft sendiri mengatakan pada hari Selasa bahwa serangan Hafnium “sama sekali tidak terkait dengan serangan terkait SolarWinds yang terpisah.”
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Monitor PSU Pilkada 2020

Kamis, 08 April 2021
Video

Bincang Sehat • Mutasi Baru Virus Penyebab Covid-19

Jumat, 09 April 2021
Video

Ini Penampakan Prototipe Jet Tempur KF-X/IF-X

Sabtu, 10 April 2021

Artikel Lainnya

Menlu AS Waswas, China Makin Agresif Terhadap Taiwan
Dunia

Menlu AS Waswas, China Makin..

11 April 2021 22:19
IMF: Ketidakadilan Vaksin Covid-19 Ancam Pemulihan Ekonomi Timur Tengah
Dunia

IMF: Ketidakadilan Vaksin Co..

11 April 2021 22:09
Kampanye Vaksinasi Tembus 100 Juta Dosis, India Klaim jadi Negara Tercepat Di Dunia
Dunia

Kampanye Vaksinasi Tembus 10..

11 April 2021 21:48
Peru Gelar Pilpres Di Tengah Pandemi, 18 Capres Bersaing
Dunia

Peru Gelar Pilpres Di Tengah..

11 April 2021 21:32
China Rilis Hotline Untuk Laporkan Komentar Buruk Soal Sejarah Di Dunia Maya
Dunia

China Rilis Hotline Untuk La..

11 April 2021 21:18
Di Tengah Ketegangan Dengan Rusia, Turki Tegas Dukung Ukraina
Dunia

Di Tengah Ketegangan Dengan ..

11 April 2021 20:24
Rombak Pemerintahan, Jenderal Militer Hingga Wamenhan Sudan Selatan Diganti
Dunia

Rombak Pemerintahan, Jendera..

11 April 2021 19:46
Korsel Siap Gunakan Kembali Vaksin AstraZeneca, Tapi Bukan Untuk Orang Usia Di Bawah 30 Tahun
Dunia

Korsel Siap Gunakan Kembali ..

11 April 2021 19:32