Konflik Myanmar Dan Jalan Buntu Dewan Keamanan PBB

Massa yang terdiri dari pelajar dan mahasiswa dalam aksi protes kudeta Myanmar/Net

Dewan Keamanan PBB tidak dapat menyetujui pernyataan bersama tentang tindakan keras militer Myanmar yang semakin berdarah terhadap para pembangkang pro-demokrasi, dalam sebuah pertemuan tertutup yang digelar pada Jumat (5/3).

Pertemuan tertutup badan yang ditugasi untuk memastikan perdamaian dan stabilitas internasional itu,  berakhir tanpa pernyataan apa pun, meskipun ada seruan dari AS dan anggota lainnya untuk membentuk front persatuan guna mengatasi krisis yang saat ini terjadi di Myanmar.

Dua anggota tetap DK PBB yang sama-sama memiliki hak veto, Rusia dan China, sebelumnya telah menyuarakan pendapat untuk mendukung non-campur tangan, menggambarkan situasi yang semakin mengerikan sebagai urusan internal.

Sementara, Christine Schraner Burgener, utusan khusus PBB untuk Myanmar, meminta negara-negara anggota untuk bertindak selama sesi tertutup, seraya memperingatkan bahwa harapan rakyat negara itu 'memudar'.

"Saya telah mendengar langsung permohonan putus asa - dari para ibu, pelajar, dan orang tua - saya menerima setiap hari sekitar 2.000 pesan, untuk tindakan internasional untuk membalikkan serangan yang jelas terhadap keinginan rakyat Myanmar dan prinsip-prinsip demokrasi," katanya kepada dewan, seperti dikutip dari Anadolu Agency, Sabtu (6/3).

"Persatuan Anda dibutuhkan lebih dari sebelumnya," ujarnya.

 Inggris, yang meminta sesi Jumat, mengatakan tak lama setelah pertemuan itu bahwa penting bagi dewan "untuk berbicara dalam satu suara," dan mengatakan akan "mempertimbangkan tindakan lebih lanjut melalui Dewan Keamanan dalam beberapa hari mendatang."

Tentara Myanmar merebut kekuasaan pada 1 Februari, menggulingkan pemerintah terpilih Aung San Suu Kyi dan mengakhiri eksperimen singkat negara itu dengan pemerintahan demokratis.

Protes anti-kudeta besar-besaran di seluruh negeri telah menyebabkan tindakan keras militer dengan puluhan korban berjatuhan dan ratusan lainnya ditangkap.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Ketika Anies Baswedan Mempengaruhi Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB)

Minggu, 18 April 2021
Video

RMOL World View • Antara AS, Iran Dan Israel

Senin, 19 April 2021
Video

Rekaman CCTV Anggota Brimob Tewas Dikeroyok

Senin, 19 April 2021

Artikel Lainnya

Beijing: Invasi Jepang Ciptakan Malapetaka Besar Bagi Negara-negara Asia, Terutama China
Dunia

Beijing: Invasi Jepang Cipta..

20 April 2021 06:22
Hadiri World Tour Contact-Free, Dubes Umar Hadi: Jangan Hanyut Dengan Corona Blues
Dunia

Hadiri World Tour Contact-Fr..

20 April 2021 04:43
Annalena Baerbock, Kandidat Kuat Pengganti Angela Merkel Di Kursi Kanselir Jerman
Dunia

Annalena Baerbock, Kandidat ..

19 April 2021 23:21
PM Pakistan Ajak Negara Mayoritas Muslim Satu Suara Untuk Kriminalisasi Penistaan Terhadap Islam
Dunia

PM Pakistan Ajak Negara Mayo..

19 April 2021 22:53
Uni Eropa Jatuhkan Sanksi Segar, 10 Pejabat Junta Militer Dan 2 Perusahaan Myanmar Jadi Target
Dunia

Uni Eropa Jatuhkan Sanksi Se..

19 April 2021 21:55
Akhirnya Rusia Pindahkan Alexei Navalny Ke Rumah Sakit
Dunia

Akhirnya Rusia Pindahkan Ale..

19 April 2021 20:30
Gembong Primadjaja Akan Bantu Maksimal Alumni ITB Yang Ditangkap Polisi Korea Selatan
Dunia

Gembong Primadjaja Akan Bant..

19 April 2021 19:36
Polisi Korea Selatan Tangkap Alumni ITB, Tersangkut Kasus Transaksi Elektronik
Dunia

Polisi Korea Selatan Tangkap..

19 April 2021 19:19