Myanmar Kian Mencekam, Aparat Lakukan Penggerebekan Pada Malam Hari

Barisan polisi Myanmar ketika menghadapi pengunjuk rasa/Net

Situasi di Myanmar kian mencekam. Pasukan keamanan melakukan patroli dan penggerebekan ke beberapa distrik di Yangon pada larut malam. Tidak jarang mereka melepas tembakan.

Tindakan itu dilakukan aparat setelah membubarkan aksi protes di distrik Sanchaung, Yangon dengan gas air mata hingga granat kejut pada Sabtu (6/3). Tidak ada laporan korban jiwa dalam insiden tersebut.

Tetapi pada malam harinya, aparat menangkap sedikitnya tiga orang di Kotapraja Kyauktada, tanpa memberikan alasan yang jelas.

"Mereka meminta untuk mengambil ayah dan saudara laki-laki saya. Apakah tidak ada yang akan membantu kami? Bawa kami juga jika Anda ingin mengambil mereka," teriak seorang wanita, seperti dikutip CNA.

Menurut seorang anggota parlemen, Sithu Maung, tentara juga mencari pengacara yang bekerja untuk Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD), namun tidak menemukannya.

Data dari Asosiasi Bantuan untuk Narapidana Politik menunjukkan, lebih dari 1.500 orang telah ditangkap sejak kudeta pada 1 Februari. PBB memperkirakan lebih dari 50 pengunjuk rasa tewas.

Seorng pelobi Israel-Kanada, Ari Ben-Menashe, yang dipekerjakan junta Myanmar, mengatakan, para jenderal pada dasarnya ingin meninggalkan politik, dan meningkatkan hubungan dengan Amerika Serikat (AS), alih-alih China. Tetapi Aung San Suu Kyi justru terlalu dekat dengan China.

"Ada dorongan nyata untuk bergerak ke Barat dan Amerika Serikat daripada mencoba lebih dekat dengan China. Mereka ingin keluar dari politik sepenuhnya ... tapi ini sebuah proses," kata Ben-Menashe.

Kolom Komentar


Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Monitor PSU Pilkada 2020

Kamis, 08 April 2021
Video

Bincang Sehat • Mutasi Baru Virus Penyebab Covid-19

Jumat, 09 April 2021
Video

Ini Penampakan Prototipe Jet Tempur KF-X/IF-X

Sabtu, 10 April 2021

Artikel Lainnya

Menlu AS Waswas, China Makin Agresif Terhadap Taiwan
Dunia

Menlu AS Waswas, China Makin..

11 April 2021 22:19
IMF: Ketidakadilan Vaksin Covid-19 Ancam Pemulihan Ekonomi Timur Tengah
Dunia

IMF: Ketidakadilan Vaksin Co..

11 April 2021 22:09
Kampanye Vaksinasi Tembus 100 Juta Dosis, India Klaim jadi Negara Tercepat Di Dunia
Dunia

Kampanye Vaksinasi Tembus 10..

11 April 2021 21:48
Peru Gelar Pilpres Di Tengah Pandemi, 18 Capres Bersaing
Dunia

Peru Gelar Pilpres Di Tengah..

11 April 2021 21:32
China Rilis Hotline Untuk Laporkan Komentar Buruk Soal Sejarah Di Dunia Maya
Dunia

China Rilis Hotline Untuk La..

11 April 2021 21:18
Di Tengah Ketegangan Dengan Rusia, Turki Tegas Dukung Ukraina
Dunia

Di Tengah Ketegangan Dengan ..

11 April 2021 20:24
Rombak Pemerintahan, Jenderal Militer Hingga Wamenhan Sudan Selatan Diganti
Dunia

Rombak Pemerintahan, Jendera..

11 April 2021 19:46
Korsel Siap Gunakan Kembali Vaksin AstraZeneca, Tapi Bukan Untuk Orang Usia Di Bawah 30 Tahun
Dunia

Korsel Siap Gunakan Kembali ..

11 April 2021 19:32