Tuntut Pendukungnya Dibebaskan, Tokoh Oposisi Uganda Bobi Wine Malah Diciduk Aparat

Tokoh oposisi Uganda Bobi Wine/Net

Tokoh oposisi Uganda Bobi Wine kembali berurusan dengan aparat keamanan negara itu. Kali ini ia ditangkap saat memimpin protes terhadap penahanan pendukungnya setelah pemilihan presiden.

Polisi menangkap Wine pada Senin (15/3) waktu setempat, di dekat lapangan umum di ibu kota dan kemudian membawanya kembali ke rumahnya di luar Kampala.

“Rumahnya sekarang dikepung oleh polisi dan militer,” kata akun Twitter Wine, seperti dikutip dari AFP, Senin (15/3).

Surat kabar Daily Monitor menerbitkan foto Wine yang dibawa pergi oleh polisi saat dia memegang poster bertuliskan 'Bring Back Our People', yang menandakan permintaan Wine agar aparat membebaskan para pendukungnya.

"Jangan melawan," kata Wine kepada para pendukungnya ketika polisi bersenjata menangkap dia dan rekan-rekannya sementara kerumunan massa di latar belakang berulang kali meneriakkan namanya, menurut rekaman dari tempat kejadian di pusat kota Kampala.

"Jangan beri mereka alasan," ujarnya.

Wine telah meminta pihak berwenang untuk membebaskan ratusan pendukungnya yang ditangkap sebelum, selama, dan setelah pemilihan presiden Januari lalu, di mana ia menantang pemimpin lama Yoweri Museveni.

Pihak berwenang menuduh Wine, penyanyi dan anggota parlemen berusia 39 tahun bernama asli Kyagulanyi Ssentamu, mencoba memimpin protes dengan kekerasan yang dapat menyebabkan runtuhnya pemerintahan Museveni. Sementara Wine berkata bahwa dia memimpin gerakan non-kekerasan.

Museveni, seorang mantan pemimpin gerilyawan berusia 76 tahun yang mengambil alih kekuasaan secara paksa pada tahun 1986 dan sejak itu terpilih enam kali, populer di antara banyak orang Uganda karena membawa stabilitas dan keamanan. Museveni sendiri telah menghukum mantan pemimpin seperti Idi Amin, yang rezimnya terkenal karena penculikan dan pembunuhan di luar hukum.

Namun tokoh oposisi seperti Wine menuduh Museveni semakin berkuasa seperti para pendahulunya. Mereka mengatakan korupsi dan dugaan pelanggaran oleh aparat keamanan semakin meluas ketika Museveni mencoba untuk memperpanjang kekuasaannya.

Museveni memperingatkan dalam pidato yang disiarkan televisi pada Minggu malam bahwa pendukung oposisi yang diduga berencana mengganggu pelantikannya pada Mei akan menghadapi penangkapan.

Sejauh ini, Uganda belum pernah melihat peralihan kekuasaan secara damai, salah satu yang menjadi alasan mengapa bahkan beberapa orang di dalam partai Museveni secara terbuka mengatakan bahwa dia harus merawat penerusnya.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Kok Jadi Kontroversial, Padahal Begini Test Wawasan Kebangsaan Pegawai KPK

Selasa, 11 Mei 2021
Video

Obrolan Bareng Bang Ruslan • Pemerintah Harusnya Jaga Perasaan Rakyat

Selasa, 11 Mei 2021

Artikel Lainnya

Buat Aksi Solidaritas Palestina Di Kawasan, Jokowi Sampaikan Pernyataan Bersama Sultan Bolkiah Dan PM Muhyiddin
Dunia

Buat Aksi Solidaritas Palest..

17 Mei 2021 23:56
Militer Israel Akui Sudah Serang Kapal Selam Hamas Di Dekat Pantai Gaza
Dunia

Militer Israel Akui Sudah Se..

17 Mei 2021 20:24
Jalur Gaza Dibombardir, AS Sepakati Paket Penjualan Senjata Ratusan Juta Dolar Ke Israel
Dunia

Jalur Gaza Dibombardir, AS S..

17 Mei 2021 19:59
Erdogan Telepon Paus Fransiskus, Desak Bantu Akhiri Agresi Militer Israel
Dunia

Erdogan Telepon Paus Fransis..

17 Mei 2021 19:01
India Bersiap Hadapi Bencana Angin Topan Besar Di Tengah Derita Tsunami Covid-19
Dunia

India Bersiap Hadapi Bencana..

17 Mei 2021 17:12
Save the Children: Tiga Anak Di Gaza Terluka Setiap Satu Jam
Dunia

Save the Children: Tiga Anak..

17 Mei 2021 16:56
Konflik Israel-Hamas Merembet Ke Belanda, Monumen Pembantaian Warga Yahudi Jadi Korban Vandalisme
Dunia

Konflik Israel-Hamas Merembe..

17 Mei 2021 16:55
Kasus Covid-19 Menurun Turki Buka Pembatasan Bertahap, Pesta Pernikahan Tetap Dilarang
Dunia

Kasus Covid-19 Menurun Turki..

17 Mei 2021 16:37