Dinyatakan Aman, Belanda Akan Lanjutkan Inokulasi Dengan Vaksin AstraZeneca Minggu Depan

Menteri Kesehatan Belanda, Hugo de Jonge/Net

Pemerintah Belanda akan mencabut penangguhan terhadap vaksin Covid-19 AstraZeneca, setelah European Medicines Agency (EMA) menetapkan bahwa vaksin itu aman untuk digunakan.

Menteri Kesehatan Belanda, Hugo de Jonge menyampaikan dala keterangan pers nya pada Kamis (18/3) malam waktu setempat, bahwa negaranya akan memulai kembali inokulasi dengan vaksin buatan Oxford tersebut.

“Penggunaan vaksin akan dimulai selama minggu depan,” de Jonge beberapa jam setelah pengumuman EMA, seperti dikutip dari NL Times, Jumat (19/3).

Orang pertama di Belanda yang akan mulai menerima vaksin adalah 100 ribu orang yang janji temunya sempat dibatalkan ketika penggunaan vaksin dihentikan sementara di Belanda pada Minggu (14/3). Orang yang diundang untuk menerima suntikan AstraZeneca tidak akan diberikan pilihan alternatif jika mereka menunda vaksinasi hanya karena mereka meragukan studi EMA.

“Jika Anda mengatakan 'tidak, terima kasih' sekarang untuk vaksinnya, Anda akan berada di antrean belakang dan bisa memakan waktu berbulan-bulan untuk giliran Anda,” kata menteri.

EMA mengatakan bahwa “manfaat vaksin dalam memerangi ancaman Covid-19 yang masih meluas (yang dengan sendirinya mengakibatkan masalah pembekuan dan bisa berakibat fatal) lebih besar daripada risiko efek samping.” Dikatakan juga bahwa tidak ditemukan hubungan yang pasti antara produk AstraZeneca dan peningkatan risiko penggumpalan darah.

Mereka juga mengatakan bahwa tidak ada satu pun vaksin yang menyebabkan peningkatan risiko kejadian tromboemboli. Namun, ini bisa dikaitkan dengan ‘kasus yang sangat jarang terjadi’ dari pembekuan darah yang dikombinasikan dengan tingkat trombosit darah yang rendah, yang dapat mencakup pendarahan. Itu mungkin termasuk CVST, suatu kondisi langka di mana gumpalan di pembuluh darah mengalirkan darah dari otak, efek samping vaksin yang diketahui dan langka.

“Ini adalah kasus yang jarang terjadi - sekitar 20 juta orang di Inggris dan EEA telah menerima vaksin pada 16 Maret dan EMA telah meninjau hanya 7 kasus pembekuan darah di beberapa pembuluh darah (koagulasi intravaskular diseminata, DIC) dan 18 kasus CVST. Hubungan kausal dengan vaksin tidak terbukti, tetapi mungkin dan perlu analisis lebih lanjut,” kata EMA dalam pernyataannya.

“Alasan kami sekarang bisa membatalkan jeda karena vaksinnya aman,” kata De Jonge. “Tidak ada satu hari pun yang boleh dilewatkan, untungnya jeda dua minggu telah dipersingkat oleh studi ini oleh EMA.”

Beberapa negara di Uni Eropa, termasuk Italia, telah menyatakan akan mulai menggunakan vaksin AstraZeneca mulai hari Jumat (19/3).
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

RMOL WORLD VIEW • Palestina Tidak Pernah Sendiri

Rabu, 02 Juni 2021
Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Membaca Anggaran Alutsista Rp 1,7 Kuadriliun

Kamis, 03 Juni 2021
Video

Tak Berizin dan Undang Ratusan Orang, Hajatan Khitan di Semarang Dibubarkan

Senin, 07 Juni 2021

Artikel Lainnya

Presiden Tsai Ing-wen: Vaksinasi Covid-19 Untuk Masyarakat Umum Taiwan Dimulai Juli 2021
Dunia

Presiden Tsai Ing-wen: Vaksi..

12 Juni 2021 16:47
Tidak Masalah Disebut Pembunuh, Vladimir Putin: Joe Biden Lebih Mudah Diprediksi Dibanding Donald Trump Yang Penuh Warna
Dunia

Tidak Masalah Disebut Pembun..

12 Juni 2021 16:24
Wabah Baru Covid-19 Guangdong China Kebanyakan Menyerang Lansia Dan Anak, 80 Persen Alami Demam
Dunia

Wabah Baru Covid-19 Guangdon..

12 Juni 2021 15:36
Mali Umumkan Pemerintahan Baru, Peran Kunci Masih Dipegang Tokoh Militer
Dunia

Mali Umumkan Pemerintahan Ba..

12 Juni 2021 15:22
China Dan Langkahnya Yang Salah Di Eropa Tengah Dan Timur
Dunia

China Dan Langkahnya Yang Sa..

12 Juni 2021 15:09
Untuk Yang Ketiga Kali Keluarga Pilot Rusia Mengirimkan Surat Permohonan Ampunan Kepada Gedung Putih
Dunia

Untuk Yang Ketiga Kali Kelua..

12 Juni 2021 13:39
Diprotes China Karena Sebut Taiwan Sebagai Negara, Tokyo Pastikan Hubungan Jepang-Taiwan Bersifat Tidak Resmi
Dunia

Diprotes China Karena Sebut ..

12 Juni 2021 12:55
Mantan Pendeta Katolik AS Richard Daschbach Diadili Di Timor Leste, Terancam Hukuman 20 Tahun Penjara
Dunia

Mantan Pendeta Katolik AS Ri..

12 Juni 2021 12:14