On The Road of Devoted Service for the People
On The Road of Devoted Service for the People
Dimensy Mobile
Farah.ID
Dimensy
Farah.ID

Aksi Protes Di Brasil, Pengunjuk Rasa Bawa Spanduk Bertulis Bolsonaro Sebagai Genosida

LAPORAN: RENI ERINA
  • Sabtu, 20 Maret 2021, 13:55 WIB
Aksi Protes Di Brasil, Pengunjuk Rasa Bawa Spanduk Bertulis Bolsonaro Sebagai Genosida
Demonstran memegang salib untuk mewakili orang yang telah meninggal karena Covid-19 dengan tulisan besar 'Genosida Bolsonaro'/Net
Polisi menangkap empat orang di antara para pengunjuk rasa di Rio de Janeiro pada Kamis (19/3) malam waktu setempat. Empat demonstran itu ditahan setelah menyebut Presiden Jair Bolsonaro sebagai  'genosida' dan memampang gambar kartun yang menggambarkan presiden sebagai seorang Nazi.

Setelah penangkapan, aksi protes terus berlangsung hingga Jumat, seperti dilaporkan The Guardian. Polisi terus mengamati protes yang berlangsung selama satu jam yang dipentaskan oleh sekitar 40 orang.

Undang-undang keamanan nasional, yang berasal dari tahun 1983, menjelang akhir kediktatoran militer negara itu, menyatakan bahwa mencelakakan kepala pemerintahan atau membuat mereka terancam bahaya merupakan kejahatan. Definisi samar itu baru-baru ini digunakan untuk menahan atau menyelidiki kritik Bolsonaro.

Katia Garcia seorang guru, mengatakan dia muncul di depan kantor presiden pada Jumat untuk menyaksikan penangkapan itu yang dkatakannya telah menginspirasinya.

Garcia yang sependapat bahwa Bolsonaro berperan dalam runtuhnya sistem kesehatan negara itu mengatakan bahwa polisi tidak bisa mmbungkam para pendemo.

"Mereka dipenjara karena deskripsi 'genosida',  sangat cocok dengan presiden kami," kata Garcia. Ia  mengenakan masker wajah. “Dia telah berkontribusi pada runtuhnya sistem perawatan kesehatan kami, karena kurangnya vaksin. Polisi tidak bisa membungkam kami."

Para pendemo juga meneriakkan pemakzulan Bolsonaro karena dugaan kegagalan pemerintahannya dalam pandemi, yang telah menyebabkan hampir 290.000 kematian di Brasil. Negara itu telah melaporkan hampir 3.000 kematian setiap hari minggu ini.

Dalam beberapa kasus, presiden mengeluh bahwa dia difitnah secara tidak adil.

“Mereka menyebut saya seorang diktator. Saya ingin Anda menunjukkan satu hal yang saya lakukan dalam dua tahun dan dua bulan yang bersifat otokratis,” tantangnya sambil mengeluh tentang kolom surat kabar yang menggunakan kata genosida untuk menggambarkannya.

Pada Jumat malam, calon presiden yang gagal, Ciro Gomes, mengatakan polisi federal sedang menyelidikinya karena telah menyebut Bolsonaro sebagai presiden 'pencuri' dalam suatu wawancara radio yang dilakukan pada November. Permintaan penyelidikan itu ditandatangani oleh Bolsonaro sendiri, kata Gomes di saluran media sosialnya.

"Saya tidak terlalu peduli tentang tindakan terhadap saya ini, tapi saya pikir ini serius bahwa Bolsonaro mencoba untuk mengintimidasi lawan dan musuh," kata Gomes.

Media O Globo mengatakan dalam editorial Jumat bahwa semangat hukum keamanan nasional bertentangan dengan konstitusi Brasil dalam mempromosikan kebebasan sipil.

"Undang-undang keamanan nasional harus dicabut dan diganti dengan alat yang lebih modern yang mampu mendamaikan perlindungan supremasi hukum dan penghormatan terhadap hak-hak individu," kata surat kabar itu. “Di antaranya adalah kebebasan berbicara penuh - dan esensial.”
EDITOR:

ARTIKEL LAINNYA