Kisruh Pemerintahan Baru Lebanon, Tiga Mantan Perdana Menteri Kritik Michel Aoun Atas Dugaan Permalukan Hariri

Presiden Michel Aoun/Net

Tiga mantan Perdana Menteri Lebanon, Fouad Siniora, Tammam Salam, dan Najib Mikati mengeluarkan pernyataan bersama pada Selasa (23/2) waktu setempat. Isinya menyesalkan perlakuan Presiden Michel Aoun terhadap Perdana Menteri Saad Hariri dan menuduhnya mengesampingkan konstitusi negara.

Ketiganya mengatakan Aoun ingin mempermalukan Hariri dan berusaha mendorongnya untuk berhenti membentuk pemerintahan.

"Kepastian Hariri pada proposal pembentukan pemerintahnya bukanlah kasus sikap keras kepala atau berlebihan, tetapi tanggapan atas apa yang diinginkan rakyat Lebanon dan teman-teman Lebanon di dunia," kata pernyataan itu, seperti dikutip dari Anadolu Agency, Rabu (24/3).

Menurut konstitusi Lebanon, tidak ada tenggat waktu tetap bagi perdana menteri yang ditunjuk untuk membentuk pemerintahan, di mana Hariri dapat memutuskan apakah akan mundur atau tetap pada usulan pemerintahnya.

Pada hari Senin (22/3), Hariri mengatakan bahwa dia menolak proposal Aoun untuk membentuk pemerintahan yang menyarankan untuk menawarkan sepertiga dari kursi kabinet kepada partainya, Gerakan Patriotik Merdeka.

Dengan sepertiga kursi kabinet, berarti memiliki pemblokiran dan hak veto atas keputusan dan kebijakan pemerintah.

Ketiga mantan perdana menteri juga menegaskan kembali penghormatan mereka terhadap konstitusi Lebanon dan pakta nasional Perjanjian Taif.

Perjanjian Taif 1989, yang mengakhiri perang saudara Lebanon (1975-1990), menetapkan formula pembagian kekuasaan berdasarkan kuota yang membagi posisi utama antara tiga komponen utama - Kristen, Sunni, dan Syiah.

Pernyataan itu menambahkan bahwa upaya untuk menempatkan situasi di Lebanon dalam konteks sektarian tidak akan berhasil dan menyerukan untuk mengambil langkah-langkah menuju pembentukan pemerintahan penyelamatan.

Sejauh ini belum ada tanggapan dari Kepresidenan Lebanon atas pernyataan tersebut.

Lebanon menghadapi krisis ekonomi yang parah dan kemerosotan kondisi kehidupan, dengan pound Lebanon kehilangan hampir semua nilainya terhadap dolar AS.

Jalan-jalan di seluruh negeri telah diblokir oleh protes dan aksi unjuk rasa selama sebulan terakhir karena situasi saat ini, yang merupakan yang terburuk bagi rakyat Lebanon sejak berkecamuknya perang saudara.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Kok Jadi Kontroversial, Padahal Begini Test Wawasan Kebangsaan Pegawai KPK

Selasa, 11 Mei 2021
Video

Obrolan Bareng Bang Ruslan • Pemerintah Harusnya Jaga Perasaan Rakyat

Selasa, 11 Mei 2021

Artikel Lainnya

Buat Aksi Solidaritas Palestina Di Kawasan, Jokowi Sampaikan Pernyataan Bersama Sultan Bolkiah Dan PM Muhyiddin
Dunia

Buat Aksi Solidaritas Palest..

17 Mei 2021 23:56
Militer Israel Akui Sudah Serang Kapal Selam Hamas Di Dekat Pantai Gaza
Dunia

Militer Israel Akui Sudah Se..

17 Mei 2021 20:24
Jalur Gaza Dibombardir, AS Sepakati Paket Penjualan Senjata Ratusan Juta Dolar Ke Israel
Dunia

Jalur Gaza Dibombardir, AS S..

17 Mei 2021 19:59
Erdogan Telepon Paus Fransiskus, Desak Bantu Akhiri Agresi Militer Israel
Dunia

Erdogan Telepon Paus Fransis..

17 Mei 2021 19:01
India Bersiap Hadapi Bencana Angin Topan Besar Di Tengah Derita Tsunami Covid-19
Dunia

India Bersiap Hadapi Bencana..

17 Mei 2021 17:12
Save the Children: Tiga Anak Di Gaza Terluka Setiap Satu Jam
Dunia

Save the Children: Tiga Anak..

17 Mei 2021 16:56
Konflik Israel-Hamas Merembet Ke Belanda, Monumen Pembantaian Warga Yahudi Jadi Korban Vandalisme
Dunia

Konflik Israel-Hamas Merembe..

17 Mei 2021 16:55
Kasus Covid-19 Menurun Turki Buka Pembatasan Bertahap, Pesta Pernikahan Tetap Dilarang
Dunia

Kasus Covid-19 Menurun Turki..

17 Mei 2021 16:37