Farah.ID
Farah.ID

Kutuk Penayangan Karikatur Nabi Muhammad SAW Di Inggris, Al-Azhar: Ini Provokasi Pada Umat Muslim Dunia

LAPORAN: RENI ERINA
  • Senin, 29 Maret 2021, 08:01 WIB
Kutuk Penayangan Karikatur Nabi Muhammad SAW Di Inggris, Al-Azhar: Ini Provokasi Pada Umat Muslim Dunia
Para orangtua berkumpul di luar Batley Grammar School di West Yorkshire memprotes kartun Nabi/Net
Lembaga pendidikan tertinggi dunia Muslim, Al-Azhar ikut mengutuk penayangan kartun yang menghina Nabi Muhammad SAW di sebuah sekolah di Inggris.

Dalam sebuah pernyataan, Al-Azhar Observatory for Combating Extremism menggambarkan penayangan karikatur itu sebagai tindakan tercela dan termasuk ujaran kebencian.

"Ini adalah provokasi yang tidak dapat dibenarkan dari perasaan hampir dua miliar Muslim di seluruh dunia," pernyataan tersebut, seperti dikutip dari Anadolu Agency, Minggu (27/3).

Al-Azhar mengatakan pihaknya merasa sedih dengan insiden tersebut, mereka juga menekankan 'penolakan total' atas perilaku tersebut.  

"Mereka (karikatur yang menghujat) telah menjadi perwujudan yang jelas dari cacat serius dalam masyarakat itu," tambah pernyataan itu.

Kasus bermula pada tanggal 22 Maret, ketika seorang guru di Betley Grammar School di West Yorkshire, Inggris, menampilkan kartun ofensif Nabi Muhammad di kelas. Karikatur tersebut diyakini sebagai salah satu karikatur yang diterbitkan oleh majalah Prancis Charlie Hebdo.

Puluhan orangtua murid berkumpul di depan sekolah pada Kamis dan Jumat untuk memprotes gambar-gambar di bawah pengawasan polisi dan meminta guru yang terlibat dalam insiden tersebut untuk dipecat.

Direktur sekolah, Gary Keppel, dengan tegas meminta maaf atas insiden tersebut, seraya menambahkan bahwa guru yang bersangkutan juga telah meminta maaf. Sekolah telah membebastugakan sementara guru yang bersangkutan, sementara otoritas masih mendalami dan melakukan penyelidikan.

Pihak sekolah dan pejabat setempat sempat mengecam aksi protes orangtua murid yang dinilai mengintimidasi pihak sekolah hingga mengganggu suasana belajar mengajar.

"Upaya untuk mengancam,  menekan, dan mengitimidasi pihak sekolah. sama sekali tidak dapat diterima," ujar Kementerian Pendidikan dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari Metro UK, Jumat (26/3).

'Kami mendorong dialog antara orang tua dan sekolah ketika masalah muncul. Namun, sifat protes yang telah kami lihat, termasuk mengeluarkan ancaman dan melanggar pembatasan virus corona sama sekali tidak dapat diterima dan harus diakhiri," ujar kementerian. Menambahkan bahwa semua pihak harus menahan diri sampai penyelidikan atas kasus itu selesai.

Sebelum kasus terbaru, pada Oktober 2020, kartun yang menghina Nabi Muhammad diterbitkan oleh majalah Prancis Charlie Hebdo, dan memicu protes di seluruh dunia Muslim. Kampanye yang menyerukan boikot produk Prancis diluncurkan di platform media sosial saat itu.

Karikatur tersebut juga sempat diproyeksikan pada gedung-gedung di beberapa kota di Prancis.

Beberapa negara Arab serta Turki, Iran, dan Pakistan mengutuk karikatur dan sikap Presiden Prancis Emmanuel Macron terkait gambar tersebut.
EDITOR: RENI ERINA

ARTIKEL LAINNYA