Facebook Hapus Video Milik Lara Trump Gara-gara Ada Sosok Donald Trump Di Dalamnya

Donald Trump/Net

Facebook masih bertahan dengan keputusannya untuk menyingkirkan mantan Presiden AS Donald Trump dari platformnya. Ini terbukti dengan tindakan terbaru raksasa media sosial itu, yang menghapus wawancara Trump di halaman Facebook menantu perempuannya, Lara Lea Trump pada Rabu (31/3) waktu setempat.

Lara Trump, yang menikah dengan putra Trump, Eric, mempromosikan video wawancaranya dengan ayah mertuanya itu di laman Facebook dan Instagramnya untuk acaranya ‘The Right View’.

Segera setelah itu, Facebook langsung menghapus wawancara tersebut, karena mereka beralasan konten tersebut melanggar ketentuan dengan menampilkan Trump.

“Konten yang diposting dengan suara Donald Trump tidak diizinkan sementara dia tetap dilarang dari platform tersebut,” kata seorang karyawan Facebook dalam tangkapan layar email yang diposting oleh Lara Trump, seperti dikutip dari Forbes, Kamis (1/4).

Facebook mengatakan aturan itu berlaku untuk akun kampanye dan mantan pengganti Trump. Namun, aturan tersebut tidak berlaku untuk organisasi berita yang memposting konten yang menampilkan suara Trump.

Langkah tersebut menuai kritik langsung dari Trumpland, dengan Lara Trump mengatakan AS "satu langkah lebih dekat ke Orwell 1984" dan Eric Trump mengecamnya sebagai "sangat mengerikan."

Senator Lindsey Graham (R-SC) menyalahkan ‘kaum liberal yang menjalankan Big Tech’ atas keputusan tersebut dan memperbarui seruannya untuk mencabut Pasal 230, undang-undang yang memberikan kekebalan hukum kepada perusahaan dari konten yang diposting oleh pengguna mereka.

Sebagai penggantinya, Lara Trump akhirnya memposting wawancara lengkap di situs berbagi video Rumble yang populer dengan tokoh media konservatif seperti Dan Bongino dan bahkan Donald Trump Jr.

Perusahaan media sosial mengambil tindakan terhadap beberapa postingan dari Trump selama masa kepresidenannya, termasuk yang berisi tentang pemilihan umum dan misinformasi Covid-19.

Facebook sendiri melarang Trump tanpa batas waktu pada Januari setelah kerusuhan di Capitol, mengutip dua postingan yang dikirim selama serangan itu. Mereka telah mempertahankan keputusannya, tetapi mengizinkan Dewan Pengawas independen perusahaan untuk membuat keputusan terakhir apakah dia tetap keluar dari platform.

Saat ini Trump dilaporkan memiliki rencana untuk meluncurkan jaringan media sosialnya sendiri setelah dia dilarang berbagai macam platform media sosial mainstream.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Kok Jadi Kontroversial, Padahal Begini Test Wawasan Kebangsaan Pegawai KPK

Selasa, 11 Mei 2021
Video

Obrolan Bareng Bang Ruslan • Pemerintah Harusnya Jaga Perasaan Rakyat

Selasa, 11 Mei 2021

Artikel Lainnya

Buat Aksi Solidaritas Palestina Di Kawasan, Jokowi Sampaikan Pernyataan Bersama Sultan Bolkiah Dan PM Muhyiddin
Dunia

Buat Aksi Solidaritas Palest..

17 Mei 2021 23:56
Militer Israel Akui Sudah Serang Kapal Selam Hamas Di Dekat Pantai Gaza
Dunia

Militer Israel Akui Sudah Se..

17 Mei 2021 20:24
Jalur Gaza Dibombardir, AS Sepakati Paket Penjualan Senjata Ratusan Juta Dolar Ke Israel
Dunia

Jalur Gaza Dibombardir, AS S..

17 Mei 2021 19:59
Erdogan Telepon Paus Fransiskus, Desak Bantu Akhiri Agresi Militer Israel
Dunia

Erdogan Telepon Paus Fransis..

17 Mei 2021 19:01
India Bersiap Hadapi Bencana Angin Topan Besar Di Tengah Derita Tsunami Covid-19
Dunia

India Bersiap Hadapi Bencana..

17 Mei 2021 17:12
Save the Children: Tiga Anak Di Gaza Terluka Setiap Satu Jam
Dunia

Save the Children: Tiga Anak..

17 Mei 2021 16:56
Konflik Israel-Hamas Merembet Ke Belanda, Monumen Pembantaian Warga Yahudi Jadi Korban Vandalisme
Dunia

Konflik Israel-Hamas Merembe..

17 Mei 2021 16:55
Kasus Covid-19 Menurun Turki Buka Pembatasan Bertahap, Pesta Pernikahan Tetap Dilarang
Dunia

Kasus Covid-19 Menurun Turki..

17 Mei 2021 16:37