Kopi Timur Mobile
Farah.ID
Kopi Timur
Farah.ID

Kepada Rumania, Wamenlu RI Minta Dukungan Penyelesaian Isu Sawit Di Uni Eropa

LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN
  • Kamis, 01 April 2021, 19:47 WIB
Kepada Rumania, Wamenlu RI Minta Dukungan Penyelesaian Isu Sawit Di Uni Eropa
Wakil Menteri Luar Negeri Mahendra Siregar dan State Secretary for Global and Diplomatic Strategies Cornel Feruta/Ist
Indonesia terus mendorong agar produk minyak sawit diperlakukan dengan adil oleh Uni Eropa. Hal itu juga disampaikan kepada Rumania sebagai salah satu negara anggota blok 27 negara tersebut.

Pada Kamis (1/4), Kementerian Luar Negeri RI telah melakukan pertemuan High Level Talk dengan Kementerian Luar Negeri Rumania.

Delegasi Indonesia dipimpin oleh Wakil Menteri Luar Negeri Mahendra Siregar. Ia didampingi oleh Direktur Jenderal Amerika dan Eropa Ngurah Swajaya dan Duta Besar RI untuk Rumania merangkap Moldova, Muhammad Amhar Azeth.

Sementara delegasi Rumania dipimpin oleh State Secretary for Global and Diplomatic Strategies Cornel Feruta. Ia didampingi oleh Duta Besar Rumania untuk Indonesia merangkap Timor Leste dan ASEAN, Adrian Malanescu.

Dalam pertemuan tersebut, Mahendra menyoroti adanya hambatan dagang terhadap produk minyak sawit Indonesia oleh Uni Eropa. Hambatan ini juga berdampak pada produk minyak kelapa, yang merupakan salah satu produk utama Indonesia dan sejumlah negara ASEAN lainnya.

Mahendra menuturkan, minyak sawit Indonesia sudah sesuai dengan standar yang ditetapkan. Ia pun meminta dukungan Rumania untuk mengatasi hambatan tersebut.

Selain membahas hambatan sawit, Mahendra juga menyampaikan pentingnya untuk meningkatkan hubungan dan mengeksplorasi peluang kerja sama kedua negara, terutama untuk mengatasi dampak dari Covid-19.

“Kita identifikasi sektor-sektor prioritas kerja sama, seperti industri, teknologi digital, komunikasi, transportasi, termasuk kerja sama sektor pelabuhan,” jelasnya, seperti dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi.

Dalam kesempatan yang sama, Feruta menyampaikan ucapan simpati kepada Indonesia atas aksi teror di Makassar dan mendukung penanggulangan terorisme.

Ia mengatkan, peluang kerja sama Indonesia dan Rumania sangat besar, termasuk di bidang perdagangan. Di mana Rumania dapat menjadi pintu masuk produk Indonesia ke Uni Eropa, dan sebaliknya, Indonesia dapat menjadi pintu masuk Rumania ke kawasan.

Kedua belah pihak juga sepakat untuk ebih meningkatkan kerja sama di bidang ekonomi, perdagangan, investasi, pemberantaan terorisme, penanggulangan Covid-19, dan saling dukung di forum internasional.

Selain upaya-upaya peningkatan kerja sama bilateral, dalam pertemuan juga dibicarakan isu-isu regional dan global, seperti kerja sama Indonesia-Uni Eropa dan ASEAN-Uni Eropa.

Kedua pihak juga menyinggung juga situasi yang terjadi di Myanmar dan mendorong terselenggaranya dialog antar pihak untuk terciptanya perdamaian dan stabilitas di Myanmar.

Indonesia dan Rumania telah menjalin hubungan diplomatik sejak 1950. Di tengah pandemi Covid-19, nilai perdagangan Indonesia dengan Rumania mencapai 153,4 juta dolar AS pada 2020, naik 0,8 persen dari tahun sebelumnya.

Neraca perdagangan kedua negara untuk 2020 menunjukan surplus bagi Indonesia sebesar 64,5 juta dolar AS. Ekspor Indonesia ke Rumania sebesar 108,9 juta dolar AS yang keseluruhannya adalah ekspor non-migas.

ARTIKEL LAINNYA