Sri Lanka Siap Pulangkan 30.000 Migran Yang Terdampar Di Timur Tengah Dan Bebaskan Biaya Karantina Wajib

Perdana Menteri Mahinda Rajapaksa/Net

Pemerintah Sri Lanka memutuskan untuk membantu memulangkan sekitar 30.000 pekerja migran yang terdampar di Timur Tengah, dan akan membebaskan biaya akomodasi karantina wajib saat mereka tiba.

Keputusan tersebut diambil setelah adanya laporan baru-baru ini yang menyoroti penderitaan pekerja Sri Lanka yang kehilangan pekerjaan karena penutupan selama pandemi, dan tidak dapat pulang karena mereka tidak mampu membayar akomodasi saat melakukan isolasi wajib pada saat kedatangan di bawah aturan virus corona negara mereka.

Menurut Biro Pekerjaan Asing Sri Lanka (SLBFE) -sebuah agen di bawah Kementerian Negara Promosi Pekerjaan Luar Negeri, yang sedang mempersiapkan proses repatriasi- beberapa pekerja migran yang telah kembali lebih awal harus membayar 2.000 dolar AS, yang sebagian besar digunakan untuk akomodasi karantina.

"Kami berencana memulangkan 30.000 pekerja migran Sri Lanka yang terdampar dari Timur Tengah di bawah skema baru, yang akan membebaskan biaya hotel selama masa karantina wajib mereka," kata juru bicara SLBFE, Ravindra Randeniya, seperti dikutip dari Arab News, Sabtu (3/4).

Dia menambahkan, para pekerja migran yang kembali tidak akan lagi dikenakan biaya akomodasi selama karantina mereka dan pihaknya berencana menyelesaikan proses pemulangan dalam tiga bulan ke depan.

“Ini dilakukan karena intervensi dari Perdana Menteri Mahinda Rajapaksa, yang telah menerima beberapa pengaduan dari para pekerja migran yang tidak dapat membayar karantina wajib ini,” kata Randeniya.

Pekan lalu, pemerintah juga merevisi peraturan karantina, memperpendek masa isolasi pekerja migran dari 14 hari menjadi tujuh hari.

Randeniya mengatakan, pemerintah telah memilih 14 hotel bintang tiga untuk menampung para pengungsi yang akan datang dalam gelombang 800.

"Mereka yang dapat menggunakan layanan pemerintah harus melakukan perjalanan ke Timur Tengah secara legal dan terdaftar di SLBFE," tambahnya.

Sebagian besar pekerja yang terlantar tersebut bekerja dia negara Qatar, Kuwait dan Yordania.

Sekitar 110.000 warga Sri Lanka telah dipulangkan dari berbagai belahan dunia sejak awal pandemi, menurut data SLBFE. Sekitar 70.000 dari mereka kembali dari Timur Tengah.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

RMOL WORLD VIEW • Palestina Tidak Pernah Sendiri

Rabu, 02 Juni 2021
Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Membaca Anggaran Alutsista Rp 1,7 Kuadriliun

Kamis, 03 Juni 2021
Video

Tak Berizin dan Undang Ratusan Orang, Hajatan Khitan di Semarang Dibubarkan

Senin, 07 Juni 2021

Artikel Lainnya

Jelang KTT NATO, Menhan Turki, Inggris Dan Italia Bertemu Di Kapal HMS Queen Elizabeth
Dunia

Jelang KTT NATO, Menhan Turk..

12 Juni 2021 18:57
Resmi: Haji Tahun Ini Hanya Untuk Umat Muslim Yang Berada Di Arab Saudi Dan Jumlahnya Tidak Lebih Dari 60.000 Jemaah
Dunia

Resmi: Haji Tahun Ini Hanya ..

12 Juni 2021 18:35
Presiden Tsai Ing-wen: Vaksinasi Covid-19 Untuk Masyarakat Umum Taiwan Dimulai Juli 2021
Dunia

Presiden Tsai Ing-wen: Vaksi..

12 Juni 2021 16:47
Tidak Masalah Disebut Pembunuh, Vladimir Putin: Joe Biden Lebih Mudah Diprediksi Dibanding Donald Trump Yang Penuh Warna
Dunia

Tidak Masalah Disebut Pembun..

12 Juni 2021 16:24
Wabah Baru Covid-19 Guangdong China Kebanyakan Menyerang Lansia Dan Anak, 80 Persen Alami Demam
Dunia

Wabah Baru Covid-19 Guangdon..

12 Juni 2021 15:36
Mali Umumkan Pemerintahan Baru, Peran Kunci Masih Dipegang Tokoh Militer
Dunia

Mali Umumkan Pemerintahan Ba..

12 Juni 2021 15:22
China Dan Langkahnya Yang Salah Di Eropa Tengah Dan Timur
Dunia

China Dan Langkahnya Yang Sa..

12 Juni 2021 15:09
Untuk Yang Ketiga Kali Keluarga Pilot Rusia Mengirimkan Surat Permohonan Ampunan Kepada Gedung Putih
Dunia

Untuk Yang Ketiga Kali Kelua..

12 Juni 2021 13:39