Pakistan Masuk Dalam Daftar Merah Inggris Untuk Covid-19

Petugas melakukan tes covid-19 ke salah seorang warga di Pakistan/Net

Inggris memasukkan Pakistan dalam 'daftar merah' kunjungan, mengikuti saran dari para ahli karena tingkat infeksi yang belum menunjukkan perbaikan di negara itu.

Ini sekaligus membuat kecewa warga Pakistan yang tinggal di Inggris karena tidak bisa 'pulang kampung' saat Ramadhan dan Lebaran, mengingat besarnya biaya karantina 10 hari yang diwajibkan saat mereka kembali lagi ke Inggris.

Keputusan itu efektif berlaku mulai tanggal  9 April.

Setelah Pemerintah mengumumkan status daftar merah pada Jumat (2/4), banyak yang menuding orang-orang yang bepergian ke dan dari Pakistan menggunakan paspor ganda untuk menghadiri perayaan Lebaran.

'Seharusnya memberlakukan larangan ini sejak lama. Seorang teman melakukan perjalanan ke Pakistan tahun lalu untuk menghadiri pernikahan keluarga dan saat kembali ia terinfeksi Covid-19," ujar netizen bernama Sohail Anjum, yang menyayangkan keputusan itu baru berlaku saat ini.

Mulai Jumat (3/4) waktu London, penumpang dari Pakistan akan ditolak masuk ke Inggris kecuali mereka adalah warga negara Inggris atau Irlandia atau memiliki hak tinggal.

Biaya untuk satu orang dewasa di kamar hotel yang disetujui pemerintah selama 10 hari cukup tinggi.  Sementara hasil tes PCR negatif tidak bisa membuat karantina menjadi lebih singkat.

Komisaris Tinggi Inggris Christian Turner dalam pesan video mengatakan dia bisa memahami kegundahan itu.

"Saya tahu betapa tidak diinginkannya berita ini bagi Anda semua dan bagi begitu banyak komunitas Pakistan Inggris yang menjadi fondasi hubungan kuat kami,"  kata seperti dikutip dari AFP, Jumat (2/4).

Keputusan itu diambil ketika Pusat Komando dan Kontrol Nasional Pakistan (NCOC) untuk Covid-19 melaporkan 5.234 kasus baru dalam 24 jam terakhir, dengan 83 kematian. Rasio positif di 26 kota telah melewati 8 persen.

Salah satu alasan di balik dimasukkannya Pakistan dalam "daftar merah" adalah persentase yang signifikan dari mereka yang datang dari Pakistan dinyatakan positif pada hari kedua dan hari kedelapan dari kedatangan mereka di Inggris.

Saat Inggris mempersiapkan pencabutan bertahap penguncian nasional mulai 12 April sehubungan dengan kasus harian yang lebih rendah, potensi penyebaran Covid-19 di komunitas Inggris Pakistan di Inggris menjadi faktor dalam keputusan untuk membatasi perjalanan.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Kok Jadi Kontroversial, Padahal Begini Test Wawasan Kebangsaan Pegawai KPK

Selasa, 11 Mei 2021
Video

Obrolan Bareng Bang Ruslan • Pemerintah Harusnya Jaga Perasaan Rakyat

Selasa, 11 Mei 2021

Artikel Lainnya

Buat Aksi Solidaritas Palestina Di Kawasan, Jokowi Sampaikan Pernyataan Bersama Sultan Bolkiah Dan PM Muhyiddin
Dunia

Buat Aksi Solidaritas Palest..

17 Mei 2021 23:56
Militer Israel Akui Sudah Serang Kapal Selam Hamas Di Dekat Pantai Gaza
Dunia

Militer Israel Akui Sudah Se..

17 Mei 2021 20:24
Jalur Gaza Dibombardir, AS Sepakati Paket Penjualan Senjata Ratusan Juta Dolar Ke Israel
Dunia

Jalur Gaza Dibombardir, AS S..

17 Mei 2021 19:59
Erdogan Telepon Paus Fransiskus, Desak Bantu Akhiri Agresi Militer Israel
Dunia

Erdogan Telepon Paus Fransis..

17 Mei 2021 19:01
India Bersiap Hadapi Bencana Angin Topan Besar Di Tengah Derita Tsunami Covid-19
Dunia

India Bersiap Hadapi Bencana..

17 Mei 2021 17:12
Save the Children: Tiga Anak Di Gaza Terluka Setiap Satu Jam
Dunia

Save the Children: Tiga Anak..

17 Mei 2021 16:56
Konflik Israel-Hamas Merembet Ke Belanda, Monumen Pembantaian Warga Yahudi Jadi Korban Vandalisme
Dunia

Konflik Israel-Hamas Merembe..

17 Mei 2021 16:55
Kasus Covid-19 Menurun Turki Buka Pembatasan Bertahap, Pesta Pernikahan Tetap Dilarang
Dunia

Kasus Covid-19 Menurun Turki..

17 Mei 2021 16:37