Dilema Warga Myanmar, Tetap Mogok Kerja Demi Tekan Junta Meski Tak Punya Uang

Petugas medis di Myanmar melakukan aksi mogok kerja dan protes atas kudeta militer/Net

Sudah dua bulan warga Myanmar melancarkan kampanye gerakan pembangkangan sipil untuk memprotes kudeta militer. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan mogok kerja, terutama bagi mereka yang bekerja di sektor pemerintahan.

Puluhan ribu pekerja melakukan aksi mogok dengan harapan kelumpuhan ekonomi dapat menekan junta. Mereka yang banyak melakukan aksi mogok adalah karyawan bank, dokter, insinyur, petugas bea cukai, staf kereta api, hingga buruh.

Selama melakukan aksi mogok kerja, mereka juga melancarkan demonstrasi bersama para aktivis. Sehingga tidak sedikit di antara mereka akhirnya meninggal dunia, ditangkap, dan hilang.

Di tengah upaya untuk melancarkan revolusi, himpitan ekonomi juga menekan para pekerja.

"Saya tidak punya uang lagi, saya ketakutan, tapi saya tidak punya pilihan. Kita harus menghancurkan kediktatoran," ujar seorang pegawai bank di Yangon yang melakukan aksi mogok kerja, Aye..

"Kami tidak berdemonstrasi di jalan, kami terlalu takut masuk daftar militer dan ditangkap. Revolusi kami diam," tambahnya, seperti dikutip Channel News Asia.

Di berbagai kesempatan, militer telah berulang kali memberikan seruan bahkan ancaman agar orang-orang kembali bekerja. Namun seruan itu membuat gerakan mogok kerja semakin besar.

Sebelum menghadapi kudeta militer, Myanmar merupakan salah satu negara termiskin di Asia. Bank Dunia sekarang memperkirakan penurunan 10 persen dalam PDB Myanmar pada tahun 2021.

Dengan sektor perbankan lumpuh, karyawan mengalami masalah dalam mendapatkan bayaran dan mesin ATM kosong. Sementara sektor garmen Myanmar, yang berkembang pesat sebelum kudeta dengan 500.000 karyawan, runtuh.

Kolom Komentar


Video

Jendela Usaha • Laris Manis Saat Ramadhan Dengan Olahan Kolang Kaling

Rabu, 14 April 2021
Video

RMOL WORLD VIEW • Apa Kabar Asia Timur?

Rabu, 14 April 2021
Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Apa Kabar Vaksin Nusantara?

Kamis, 15 April 2021

Artikel Lainnya

Sambut Delegasi AS, Tsai Ing-wen Beberkan Komitmen Taiwan Jaga Perdamaian Indo-Pasifik
Dunia

Sambut Delegasi AS, Tsai Ing..

15 April 2021 12:12
Komentar Pedas Erdogan Untuk PM Italia Yang Menyebutnya Diktator
Dunia

Komentar Pedas Erdogan Untuk..

15 April 2021 11:52
Perseteruan Rusia-Ukraina: Kapal Perang AS Mundur Dari Laut Hitam
Dunia

Perseteruan Rusia-Ukraina: K..

15 April 2021 11:20
Peringatan China Untuk Barat: Jangan Jadikan Hong Kong Sebagai Pion
Dunia

Peringatan China Untuk Barat..

15 April 2021 11:16
Kontroversi Penyebab Kematian George Floyd, Kehabisan Oksigen Hingga Penyakit  Jantung
Dunia

Kontroversi Penyebab Kematia..

15 April 2021 10:49
Perkuat Sistem Pertahanan Udara, Turki Punya Teknologi Rudal Udara-Ke-Udara Bozdogan
Dunia

Perkuat Sistem Pertahanan Ud..

15 April 2021 10:48
Pasang Badan, AS Akan Bantu Pertahanan Ukraina Lawan Rusia
Dunia

Pasang Badan, AS Akan Bantu ..

15 April 2021 10:23
Dukung Kompetisi Sepak Bola Copa America 2021, Sinovac Sepakat Kirim 50.000 Dosis Vaksin Covid-19
Dunia

Dukung Kompetisi Sepak Bola ..

15 April 2021 10:21