Suara Dibungkam, Telur Paskah Jadi Simbol Pembangkangan Di Myanmar

Foto telur paskah dengan tulisan pemberontakan banyak diunggah di media. sosial oleh warga yang menentang pemerintahan junta militer/Reuters

Pengunjuk rasa penentang pemerintahan junta militer di Myanmar menggunakan telur Paskah untuk menuliskan pesan protes mereka di tengah perayaan Paskah (Minggu, 4/4).

Telur-telur paskah yang dituliskan pesan-pesan protes seperti "Revolusi Musim Semi" dan "Kita harus menang" tersebut diunggah oleh para pengunjuk rasa di sosial media, sebagai bentuk protes.

Unggahan seacam itu banyak dilakukan tertutama oleh anak-anak muda di luar kota Yangon.

Pada waktu bersamaan, ribuan pengunjuk rasa lainnya tetap melakukan aksi turun ke jalan di ibukota untuk mengecam kudeta militer 1 Februari lalu.

"Paskah adalah tentang masa depan dan rakyat Myanmar memiliki masa depan yang cerah dalam demokrasi federal," kata utusan internasional untuk pemerintah sipil yang digulingkan di Myanmar, Dr Sasa dalam sebuah pernyataan, seperti dimuat Reuters.

Diketahui bahwa kelompok pro pemerintahan sipil serta banyak mahasiswa dan warga lainnya turun ke jalan menentang dan melancarkan kampanye pembangkangan sipil sejak militer menggulingkan pemerintahan sipil Aung San Suu Kyi awal Februari lalu.

Mereka menolak kembalinya kekuasaan militer setelah satu dekade demokrasi ditegakkan di Myanmar.

Sayangnya, aksi unjuk rasa yang telah dilakukan sejak dua bulan belakangan telah menelan ratusan korban jiwa.

Asosiasi Bantuan untuk Narapidana Politik (AAPP), yakni sebuah kelompok aktivis yang memantau korban dan penangkapan, mengatakan jumlah korban tewas telah meningkat menjadi 557 orang pada akhir pekan ini.

Sementara itu, masih kata AAPP, sekitar 2.658 orang telah ditahan sejak protes menentang kudeta terjadi.

Di sisi lain, demi meredam gelombang protes yang terus membesar, pemerintahan junta militer berupaya untuk membungkam kritik. Sejumlah langkah pun ditempuh, termasuk memerintahkan penyedia internet untuk memotong broadband nirkabel.

Selain itu, mereka juga mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk hampir 40 selebriti yang dikenal karena mereka vokal menentang aturan militer. Di antara mereka yang ditangkap adalah influencer media sosial, penyanyi dan model. Mereka diringkus di bawah undang-undang yang melarang perbedaan pendapat di angkatan bersenjata.

Kolom Komentar


Video

Obrolan Bareng Bang Ruslan • Reshuffle Kabinet

Selasa, 13 April 2021
Video

Jendela Usaha • Laris Manis Saat Ramadhan Dengan Olahan Kolang Kaling

Rabu, 14 April 2021
Video

RMOL WORLD VIEW • Apa Kabar Asia Timur?

Rabu, 14 April 2021

Artikel Lainnya

Sambut Delegasi AS, Tsai Ing-wen Beberkan Komitmen Taiwan Jaga Perdamaian Indo-Pasifik
Dunia

Sambut Delegasi AS, Tsai Ing..

15 April 2021 12:12
Komentar Pedas Erdogan Untuk PM Italia Yang Menyebutnya Diktator
Dunia

Komentar Pedas Erdogan Untuk..

15 April 2021 11:52
Perseteruan Rusia-Ukraina: Kapal Perang AS Mundur Dari Laut Hitam
Dunia

Perseteruan Rusia-Ukraina: K..

15 April 2021 11:20
Peringatan China Untuk Barat: Jangan Jadikan Hong Kong Sebagai Pion
Dunia

Peringatan China Untuk Barat..

15 April 2021 11:16
Kontroversi Penyebab Kematian George Floyd, Kehabisan Oksigen Hingga Penyakit  Jantung
Dunia

Kontroversi Penyebab Kematia..

15 April 2021 10:49
Perkuat Sistem Pertahanan Udara, Turki Punya Teknologi Rudal Udara-Ke-Udara Bozdogan
Dunia

Perkuat Sistem Pertahanan Ud..

15 April 2021 10:48
Pasang Badan, AS Akan Bantu Pertahanan Ukraina Lawan Rusia
Dunia

Pasang Badan, AS Akan Bantu ..

15 April 2021 10:23
Dukung Kompetisi Sepak Bola Copa America 2021, Sinovac Sepakat Kirim 50.000 Dosis Vaksin Covid-19
Dunia

Dukung Kompetisi Sepak Bola ..

15 April 2021 10:21