Anti-Asia Meningkat, China Ingatkan Tentang Pembersihan Etnis Penduduk Asli Amerika

Kampanye Stop Anti-Asia/Net

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Zhao Lijian angkat bicara mengenai lonjakan kejahatan rasial yang kian meningkat di Amerika Serikat.

Dalam pernyataannya yang disampaikan pada konferensi pers Selasa (6/4), Zhao mengatakan bahwa China berharap AS akan memenuhi komitmennya untuk menawarkan perlindungan yang tepat terhadap hak-hak etnis minoritas.

Zhao menjawab pertanyaan seorang wartawan atas meningkatnya diskriminasi dan kejahatan rasial terhadap orang Asia di AS.

"Pertanyaan Anda mengingatkan saya pada sampul edisi terbaru The New Yorker. Dalam lukisan berjudul 'Delayed', seorang ibu Asia memegang tangan putrinya sambil menunggu kereta di stasiun kereta bawah tanah. Matanya dengan hati-hati mengawasi sekitarnya. Sementara putrinya berdiri di sisinya memegang erat tangan ibunya, waspada terhadap gerakan di sisi lain," ujarnya, seperti dikutip dari Global Times, Rabu (7/4).

"Itu stasiun biasa, tapi ibu dan anak Asia itu tampaknya khawatir tentang keselamatan mereka sendiri. Pemandangan seperti itu sangat memilukan," tambah Zhao.

Serangkaian serangan terhadap orang Asia di AS telah menarik perhatian global dan memicu kekhawatiran di AS.

The New York Times dalam artikelnya yang berjudul 'Meningkatnya Kekerasan Anti-Asia', bahkan mencatat bahwa dalam setahun terakhir, orang Asia telah didorong, dipukuli, diludahi dan dilecehkan secara verbal, serta rumah dan toko mereka dirusak.

Sejak Maret tahun lalu, ada lebih dari 110 episode kebencian berbasis ras di seluruh AS, dan banyak serangan terhadap orang Asia tidak dimasukkan dalam statistik karena tidak dilaporkan.

Sebelumnya, laporan yang dirilis California State University juga menunjukkan bahwa kejahatan rasial terhadap orang Asia di AS melonjak hingga 149 persen pada 2020.

Zhao mencatat bahwa setelah merebaknya pandemi Covid-19, politisi di pemerintahan Trump membuat pernyataan xenofobia yang terang-terangan atau sugestif, menggunakan nama yang menargetkan wilayah geografis atau orang tertentu, serta menyebarkan informasi palsu dan retorika rasis.

"Praktik-praktik ini secara langsung berkontribusi pada peningkatan diskriminasi rasial dan kejahatan rasial terhadap orang Asia," kata Zhao.

"Rasisme menyebar luas, sistemik, dan gigih di AS," tambah Zhao, menunjukkan bahwa AS juga melakukan pembersihan etnis sistematis dan pembantaian terhadap penduduk asli Amerika.

Zhao mengatakan, penegakan hukum yang kejam juga telah menyebabkan kematian orang Afrika-Amerika, dan diskriminasi rasial terhadap minoritas masih mengakar kuat dan meluas di tempat kerja hingga saat ini.

"AS harus memenuhi komitmennya untuk melindungi hak asasi manusia, menindak diskriminasi dan kekerasan kebencian terhadap etnis minoritas termasuk orang Asia-Amerika, dan secara efektif melindungi hak-hak mereka sehingga mereka dapat melarikan diri dari mimpi buruk diskriminasi dan tidak lagi hidup dalam ketakutan," ujar Zhao.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Ketika Anies Baswedan Mempengaruhi Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB)

Minggu, 18 April 2021
Video

RMOL World View • Antara AS, Iran Dan Israel

Senin, 19 April 2021
Video

Rekaman CCTV Anggota Brimob Tewas Dikeroyok

Senin, 19 April 2021

Artikel Lainnya

Beijing: Invasi Jepang Ciptakan Malapetaka Besar Bagi Negara-negara Asia, Terutama China
Dunia

Beijing: Invasi Jepang Cipta..

20 April 2021 06:22
Hadiri World Tour Contact-Free, Dubes Umar Hadi: Jangan Hanyut Dengan Corona Blues
Dunia

Hadiri World Tour Contact-Fr..

20 April 2021 04:43
Annalena Baerbock, Kandidat Kuat Pengganti Angela Merkel Di Kursi Kanselir Jerman
Dunia

Annalena Baerbock, Kandidat ..

19 April 2021 23:21
PM Pakistan Ajak Negara Mayoritas Muslim Satu Suara Untuk Kriminalisasi Penistaan Terhadap Islam
Dunia

PM Pakistan Ajak Negara Mayo..

19 April 2021 22:53
Uni Eropa Jatuhkan Sanksi Segar, 10 Pejabat Junta Militer Dan 2 Perusahaan Myanmar Jadi Target
Dunia

Uni Eropa Jatuhkan Sanksi Se..

19 April 2021 21:55
Akhirnya Rusia Pindahkan Alexei Navalny Ke Rumah Sakit
Dunia

Akhirnya Rusia Pindahkan Ale..

19 April 2021 20:30
Gembong Primadjaja Akan Bantu Maksimal Alumni ITB Yang Ditangkap Polisi Korea Selatan
Dunia

Gembong Primadjaja Akan Bant..

19 April 2021 19:36
Polisi Korea Selatan Tangkap Alumni ITB, Tersangkut Kasus Transaksi Elektronik
Dunia

Polisi Korea Selatan Tangkap..

19 April 2021 19:19