Ini Ramalan Mantan Dubes Amerika Untuk Ankara Tentang Hubungan Turki-AS Enam Bulan Ke Depan

Mantan Duta Besar AS untuk Ankara, James Jeffrey/Net

Hubungan Turki dan Amerika Serikat saat ini memang buruk, namun, menurut mantan Duta Besar AS untuk Ankara, James Jeffrey, itu tidak akan berlangsung lama.

Dalam wawancaranya bersama media Turki, Jefrey mengatakan meskipun saat ini hubungan Turki-AS tidak 'begitu dekat', tetapi enam bulan dari sekarang hubungan itu akan membaik.

"Kedua negara akan mempertahankan hubungan yang luas," kata Jeffrey, seperti dikutip dari Anadolu Agency, Rabu (7/4).

"Saat ini hubungannya tidak terlalu dekat,  Saya akan mengatakan, mari kita lihat hubungan ini dalam enam bulan, saya yakin akan menjadi lebih baik," ujarnya.

Jeffrey, yang menjabat sebagai duta besar untuk Turki pada 2008-2010 dan terakhir sebagai utusan AS untuk Suriah, mengatakan bahwa meskipun Presiden AS Joe Biden dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan belum berbicara sejak Biden menjabat Januari ini, namun keduanya saling kenal sangat baik berkat kontak selama pemerintahan Obama.

Dalam  beberapa tahun, hubungan AS-Turki kian memburuk dari yang pernah ia lihat. Rasa saling percaya antar kedua negara mulai rapuh, begtu juga dengan pemerintah dan pemimpin politik jauh lebih rendah dari yang pernah ia alamai, menurut Jefrey.

Ditanya tentang hubungan AS dengan teroris YPG/PKK di Suriah, Jeffrey mengatakan AS memiliki kepentingan keamanan nasional dalam mengalahkan Daesh/ISIS di wilayah tersebut, dan bekerja dengan YPG untuk mencapai tujuan ini.

Turki telah lama mendesak AS untuk memutuskan hubungannya dengan YPG / PKK, dengan mengatakan bahwa menggunakan satu kelompok teror untuk mengalahkan yang lain tidak masuk akal.

"Alasan kami masuk (ke Suriah), adalah untuk melawan ISIS, yang merupakan ancaman dramatis tidak hanya bagi Turki, tidak hanya bagi Irak dan Suriah, dan juga bagi mitra Eropa Barat kami, dan di seluruh kawasan," kata Jeffrey.

Jeffrey juga menyinggung pembelian rudal S-400 Rusia oleh Turki. Jeffrey berpendapat bahwa kedua belah pihak "tidak akan pernah setuju sepenuhnya" tentang masalah tersebut.

Dia mengatakan bahwa dari pihak Turki itu adalah keputusan berdaulat, sehingga mereka dapat berkata: "Mengapa negara berdaulat tidak dapat membeli senjata dari negara lain?"

"Sementara, dari sudut pandang AS, membeli senjata dari Rusia adalah pelanggaran hukum AS dan ancaman bagi salah satu program diplomatik militer kami yang paling penting," katanya.

“Pada dasarnya menurut saya cara terbaik untuk memperbaikinya adalah dengan membatasi ketegangan."
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Ketika Anies Baswedan Mempengaruhi Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB)

Minggu, 18 April 2021
Video

RMOL World View • Antara AS, Iran Dan Israel

Senin, 19 April 2021
Video

Rekaman CCTV Anggota Brimob Tewas Dikeroyok

Senin, 19 April 2021

Artikel Lainnya

Beijing: Invasi Jepang Ciptakan Malapetaka Besar Bagi Negara-negara Asia, Terutama China
Dunia

Beijing: Invasi Jepang Cipta..

20 April 2021 06:22
Hadiri World Tour Contact-Free, Dubes Umar Hadi: Jangan Hanyut Dengan Corona Blues
Dunia

Hadiri World Tour Contact-Fr..

20 April 2021 04:43
Annalena Baerbock, Kandidat Kuat Pengganti Angela Merkel Di Kursi Kanselir Jerman
Dunia

Annalena Baerbock, Kandidat ..

19 April 2021 23:21
PM Pakistan Ajak Negara Mayoritas Muslim Satu Suara Untuk Kriminalisasi Penistaan Terhadap Islam
Dunia

PM Pakistan Ajak Negara Mayo..

19 April 2021 22:53
Uni Eropa Jatuhkan Sanksi Segar, 10 Pejabat Junta Militer Dan 2 Perusahaan Myanmar Jadi Target
Dunia

Uni Eropa Jatuhkan Sanksi Se..

19 April 2021 21:55
Akhirnya Rusia Pindahkan Alexei Navalny Ke Rumah Sakit
Dunia

Akhirnya Rusia Pindahkan Ale..

19 April 2021 20:30
Gembong Primadjaja Akan Bantu Maksimal Alumni ITB Yang Ditangkap Polisi Korea Selatan
Dunia

Gembong Primadjaja Akan Bant..

19 April 2021 19:36
Polisi Korea Selatan Tangkap Alumni ITB, Tersangkut Kasus Transaksi Elektronik
Dunia

Polisi Korea Selatan Tangkap..

19 April 2021 19:19