Redam Kisruh Politik Kerajaan, Raja Abdullah II: Ini Demi Rakyat Kami, Palestina Dan Yerussalem

Raja Yordania Abdullah II/Net

Gonjang-ganjing politik yang sempat melanda Kerajaan Yordania mulai mereda. Raja Abdullah II mengatakan, bahwa mantan Putra Mahkota Hamzah bin Hussein telah berkomitmen untuk menempatkan kepentingan Yordania, konstitusinya, dan hukumnya, di atas pertimbangan lain.

Raja Abdullah II juga menambahkan bahwa dia memutuskan untuk menangani konflik dengan Pangeran Hamzah dengan damai dalam kerangka keluarga Hashemite, dan mempercayakan jalan ini kepada paman mereka, Pangeran El Hassan bin Talal.

"Hamzah hari ini bersama keluarganya di istananya di bawah pengawasan saya. Sementara aspek lainnya sedang diselidiki, sesuai dengan hukum, sampai selesai, sehingga hasilnya akan ditangani dalam konteks yang matang sesuai lembaga negara, dengan cara yang menjamin keadilan dan transparansi," kata Raja Abdullah, seperti dikutip dari Al-Arabiya, Kamis (8/4).

"Negara kami menghadapi tantangan ekonomi yang sulit yang diperburuk oleh pandemi virus corona, dan kami menyadari beratnya kesulitan yang dihadapi warga kami. Kami menghadapi ini dan tantangan lainnya, seperti yang selalu kami lakukan, bersatu, bergandengan tangan," tambahnya.

“Negara kita terbiasa menghadapi tantangan, dan kita terbiasa menang atas tantangan, dan sepanjang sejarah kita, kita telah mengalahkan semua target yang mencoba merusak tanah air, dan kita keluar dari mereka lebih kuat dan lebih bersatu. Untuk demi meninggikan rakyat dan bangsa kami, dan demi Palestina, Yerusalem," ujarnya lagi.

Yordania adalah rumah bagi 2 juta pengungsi Palestina. Ketidakstabilan di negara itu akan menjadi bahaya bagi keamanan Israel dan Timur Tengah yang lebih luas.

Raja Abdullah menambahkan bahwa tantangan di masa lalu bukanlah yang paling sulit atau paling berbahaya bagi stabilitas Yordania, tetapi itu yang paling menyakitkan bagi dirinya sendiri, karena sisi perselisihan ada di dalam dan di luar 'satu rumahnya'.

"Tetapi tidak ada perbedaan antara tanggung jawab saya terhadap keluarga kecil saya dan keluarga besar saya. Tanggung jawab pertama saya adalah melayani Yordania dan melindungi rakyatnya, konstitusinya, dan hukumnya. Tidak ada dan tidak ada yang lebih diutamakan daripada keamanan dan stabilitas negara Yordania, dan perlu mengambil tindakan yang diperlukan untuk memenuhi kepercayaan ini," ujarnya.

Sebelumnya, Pangeran Hamzah bin Hussein ditahan oleh militer kerajaan atas tuduhan memobilisasi pejabat lokal untuk  merusak keamanan Yordania, menurut Wakil Perdana Menteri Ayman Safadi.  

Pemerintah juga telah meluncurkan penyelidikan keamanan setelah terungkap bahwa mantan menteri, anggota keluarga kerajaan, dan beberapa orang lain telah mencoba menargetkan keamanan dan stabilitas negara.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Ketika Anies Baswedan Mempengaruhi Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB)

Minggu, 18 April 2021
Video

RMOL World View • Antara AS, Iran Dan Israel

Senin, 19 April 2021
Video

Rekaman CCTV Anggota Brimob Tewas Dikeroyok

Senin, 19 April 2021

Artikel Lainnya

Beijing: Invasi Jepang Ciptakan Malapetaka Besar Bagi Negara-negara Asia, Terutama China
Dunia

Beijing: Invasi Jepang Cipta..

20 April 2021 06:22
Hadiri World Tour Contact-Free, Dubes Umar Hadi: Jangan Hanyut Dengan Corona Blues
Dunia

Hadiri World Tour Contact-Fr..

20 April 2021 04:43
Annalena Baerbock, Kandidat Kuat Pengganti Angela Merkel Di Kursi Kanselir Jerman
Dunia

Annalena Baerbock, Kandidat ..

19 April 2021 23:21
PM Pakistan Ajak Negara Mayoritas Muslim Satu Suara Untuk Kriminalisasi Penistaan Terhadap Islam
Dunia

PM Pakistan Ajak Negara Mayo..

19 April 2021 22:53
Uni Eropa Jatuhkan Sanksi Segar, 10 Pejabat Junta Militer Dan 2 Perusahaan Myanmar Jadi Target
Dunia

Uni Eropa Jatuhkan Sanksi Se..

19 April 2021 21:55
Akhirnya Rusia Pindahkan Alexei Navalny Ke Rumah Sakit
Dunia

Akhirnya Rusia Pindahkan Ale..

19 April 2021 20:30
Gembong Primadjaja Akan Bantu Maksimal Alumni ITB Yang Ditangkap Polisi Korea Selatan
Dunia

Gembong Primadjaja Akan Bant..

19 April 2021 19:36
Polisi Korea Selatan Tangkap Alumni ITB, Tersangkut Kasus Transaksi Elektronik
Dunia

Polisi Korea Selatan Tangkap..

19 April 2021 19:19