Babak Baru Kesepakatan Nuklir, Rouhani: Andai Washington Menunjukkan Kejujuran dan Ketulusannya

Presiden Hassan Rouhani/Net

Pertemuan Wina mengenai kelanjutan perjanjian nuklir Iran telah membuka 'babak baru' dalam upaya penyelamatan kesepakatan nuklir 2015.

Presiden Iran Hassan Rouhani pada Rabu (7/4) mengatakan hal itu dalam rapat kabinet pada Rabu (7/4).

"Sebuah babak baru baru saja dibuka kemarin," kata Rouhani, sekaligus menekankan bahwa Iran akan tetap pada pendiriannya.

"Andai (Washington) menunjukkan kejujuran dan ketulusannya..., itu saja yang kami minta. Saya pikir kami akan dapat bernegosiasi dalam waktu singkat, jika perlu, dengan (pihak lain dalam kesepakatan)," lanjut Rouhani seperti dikutip dari Al Arabiya, Kamis (8/4).

Pembicaraan pada Selasa (6/4) di Wina adalah pertemuan tatap muka pertama di JCPOA sejak pemerintahan Biden berkuasa. Perwakilan Amerika hadir  untuk mengadakan pembicaraan dengan negara anggota P4 + 1.

Iran juga mengirimkan delegasinya, sebuah kemajuan di mana sebelunya Iran pernah pengatakan sudah tidak ada negosiasi lagi.

Perwakilan AS mengatakan bahwa Presiden AS Joe Biden siap untuk membatalkan keputusan pendahulunya Donald Trump untuk menarik diri dari perjanjian, termasuk menarik sanksinya kepada Iran.

Namun, penghalang masih saja ada. Muncul perdebatan terhadap mekanisme langkah tersebut karena Teheran menanggapi dengan menangguhkan kepatuhan terhadap beberapa kewajibannya sendiri berdasarkan kesepakatan.

Dalam pertemuan itu, Uni Eropa bertindak sebagai perantara , namun semua pihak memberikan penilaian positif terhadap pembicaraan pembukaan tersebut.

Pembicaraan akan dilanjutkan kembali pada Jumat. Delegasi AS akan berkumpul di hotel yang berbeda, dengan negosiator Uni Eropa kembali bertindak sebagai perantara.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Ketika Anies Baswedan Mempengaruhi Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB)

Minggu, 18 April 2021
Video

RMOL World View • Antara AS, Iran Dan Israel

Senin, 19 April 2021
Video

Rekaman CCTV Anggota Brimob Tewas Dikeroyok

Senin, 19 April 2021

Artikel Lainnya

Beijing: Invasi Jepang Ciptakan Malapetaka Besar Bagi Negara-negara Asia, Terutama China
Dunia

Beijing: Invasi Jepang Cipta..

20 April 2021 06:22
Hadiri World Tour Contact-Free, Dubes Umar Hadi: Jangan Hanyut Dengan Corona Blues
Dunia

Hadiri World Tour Contact-Fr..

20 April 2021 04:43
Annalena Baerbock, Kandidat Kuat Pengganti Angela Merkel Di Kursi Kanselir Jerman
Dunia

Annalena Baerbock, Kandidat ..

19 April 2021 23:21
PM Pakistan Ajak Negara Mayoritas Muslim Satu Suara Untuk Kriminalisasi Penistaan Terhadap Islam
Dunia

PM Pakistan Ajak Negara Mayo..

19 April 2021 22:53
Uni Eropa Jatuhkan Sanksi Segar, 10 Pejabat Junta Militer Dan 2 Perusahaan Myanmar Jadi Target
Dunia

Uni Eropa Jatuhkan Sanksi Se..

19 April 2021 21:55
Akhirnya Rusia Pindahkan Alexei Navalny Ke Rumah Sakit
Dunia

Akhirnya Rusia Pindahkan Ale..

19 April 2021 20:30
Gembong Primadjaja Akan Bantu Maksimal Alumni ITB Yang Ditangkap Polisi Korea Selatan
Dunia

Gembong Primadjaja Akan Bant..

19 April 2021 19:36
Polisi Korea Selatan Tangkap Alumni ITB, Tersangkut Kasus Transaksi Elektronik
Dunia

Polisi Korea Selatan Tangkap..

19 April 2021 19:19